Waspada! Ini Deretan Penipuan Investasi Indonesia dengan Kerugian Besar

0
332
penipuan investasi indonesia
Ilustrasi Penipuan Investasi Indonesia. Photos by Pixelfit (iStockphoto)

Maraknya Kasus Penipuan Investasi Indonesia Bernilai Miliaran

Salah satu cara yang dinilai paling cepat untuk meningkatkan pendapatan adalah dengan berinvestasi. Dalam hal instrumen investasi Indonesia memiliki berbagai pilihan mulai dari investasi saham, emas batangan, properti, deposito, dan lain sebagainya. 

Sayangnya, memilih terjun ke dunia investasi ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Buktinya, saat ini marak lagi kasus penipuan berkedok investasi yang kerugiannya mencapai miliaran rupiah. Beberapa kasus terbesar yang terjadi Indonesia terkait investasi bodong di antaranya adalah: 

1. Investasi Alat Kesehatan

Penipuan berkedok investasi Indonesia saat ini berkaitan dengan alat kesehatan (Alkes). Sebelumnya, santer tersiar kabar di media sosial Twitter terkait adanya kasus program suntik modal Alkes. Kerugiannya pun tidak hanya ratusan juta, melainkan para korban rugi hingga Rp1,3 triliun. 

Kasus ini pun telah dilaporkan ke Polda Metro Jaya dan telah naik ke tahap penyidikan. Sudah ada tiga orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri. Salah satu tersangka yang berinisial VAK juga sudah dilakukan penahanan. Sedangkan dua tersangka lainnya masih dalam tahap pencarian keberadaannya. 

2. Investasi Deposito dan Surat Utang

Dunia investasi Indonesia 2022 dihebohkan dengan kasus penipuan berkedok deposito dan surat utang yang dilakukan oleh PT Fikasa Group. Para korbannya mengaku mendapat iming-iming bunga tinggi antara 9-11 persen. 

Selain Agung Salim selaku bos Fikasa Group, saat persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Pekanbaru pada senin (10/1/2022). Hadir pula empat terdakwa lainnya dan juga para korban penipuan investasi yang mengalami kerugian sebesar Rp84,9 miliar. 

Baca Juga:
Disebut di Drama Vincenzo Sebagai Penipuan Investasi, Begini Kisah Elizabeth Holmes!

3. Investasi Paket Susu Sapi Perah

Salah satu kasus penipuan investasi Indonesia yang jumlah korbannya mencapai 3000 orang terjadi di Ponorogo, Jawa Timur. Total kerugian akibat investasi bodong ini pun tidak main-main yaitu mencapai Rp156 miliar.

Dengan kedok investasi berupa paket susu sapi perah, dua pelaku yang jabatannya sebagai direktur dan wakil direktur di CV NAS berhasil mengeruk keuntungan Rp50 juta per bulan. Cara kerjanya adalah mengajak korban untuk berinvestasi dengan janji akan mendapatkan fee yang besar. 

4. Investasi Forex

Berdasarkan data investasi Indonesia yang kerap dikeluhkan masyarakat adalah investasi dengan kedok Foreign Exchange atau Forex. Seperti kasus penipuan yang terjadi di Gorontalo ini yang melibatkan oknum polisi berinisial A-Y. 

Investasi tersebut telah berjalan sejak tahun 2019 dengan menjanjikan keuntungan sebesar 35-40 persen. Para korban yang percaya ikut berinvestasi mulai dari puluhan hingga ratusan juta rupiah. Total kerugian yang diderita oleh para korban mencapai miliaran rupiah. 

Oknum polisi dan istrinya pun akhirnya diamankan Polda Gorontalo beserta 13 unit mobil mewah dari pihak yang ikut menjalankan investasi bodong tersebut dan bukti transaksi lainnya. Keduanya mendapatkan ancaman hukuman 15 tahun penjara atas kasus penipuan dan tindak pidana pencucian uang

5. Investasi Indonesia Supplier Sembako

Kasus penipuan berkedok investasi bodong juga terjadi di daerah Sleman, Yogyakarta. Penipuan tersebut dilakukan oleh pasangan suami istri dengan modus kerjasama sebagai supplier sembako. 

Tingginya keuntungan yang dijanjikan yaitu sebesar 9 hingga 10 persen membuat para korban tergiur untuk melakukan investasi. Akibat perbuatan pasangan suami istri ini para korban menderita kerugian mencapai Rp15,6 miliar. 

Pilih Investasi Indonesia Yang Aman dan Tepercaya

Walau penipuan berkedok investasi Indonesia masih marak terjadi, hal tersebut jangan membuat kamu berkecil hati. Masih ada jenis investasi yang aman dan resmi diawasi OJK seperti Amartha. Caranya juga mudah, kamu cukup ikut mendanai para perempuan pengusaha mikro dengan imbal hasil mencapai 15% flat per tahun. Yuk, ikut mendanai di Amartha sekarang. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here