Waspada 5 Modus Penipuan Bisnis Online & Cara Melaporkan

0
1440
Ilustrasi menghadapi modus penipuan online. sumber: www.pexels.com
Ilustrasi menghadapi modus penipuan online. sumber: www.pexels.com

Modus penipuan bisnis online marak terjadi saat ini, terlepas dari segala kemudahannya selalu ada sisi lain dari bisnis di internet. Apalagi saat ini banyak hal yang sudah dilakukan secara online. Tak heran apabila oknum tak bertanggung jawab kerap memanfaatkan hal ini untuk mencari celah dan mengeruk keuntungan illegal. 

Jadi, jangan sampai aktivitasmu terganggu dan mengalami banyak kerugian karena penipuan.  Apa saja modus penipuan yang sering terjadi? Kenali macam-macamnya dan bagaimana untuk melaporkannya.

5 Modus Penipuan Bisnis Online

Banyak sekali modus operandi yang digencarkan para penipu demi mendulang untung dari kesialan dan kelalaian orang lain. Jangan sampai kamu menjadi salah satunya. 

1. Toko Online Palsu

Modus penipuan di Indonesia ini masih kerap terjadi dan sangat merugikan banyak orang. Biasanya pelaku akan membuat toko online yang memasang harga jual sangat murah dibanding lainnya. 

Hal ini tentu menarik minat customer sehingga langsung membeli tanpa banyak berpikir panjang. Toko juga dibuat semeyakinkan dan seprofesional mungkin. Maka tak heran bila masih banyak yang terkecoh dengan adanya toko online palsu ini.

2. Petugas Bea Cukai Palsu

Bagi kamu yang suka belanja di toko dari luar negeri, seringkali mendapatkan modus penipuan dari seseorang yang mengaku sebagai petugas bea cukai. Penipu akan meminta dana tambahan dengan dalih barang yang ditahan karena masalah bea cukai.

Baca Juga: Marak Penipuan Investasi Online, Begini Modusnya!

3. Phishing

Untuk kasus penipuan online ini, biasanya penipu mengirimkan link atau kode OTP sehingga kamu jadi mengisikan data-data diri kamu ataupun berbelanja ke situs palsu. Jika mendapat link mencurigakan sebaiknya langsung report as spam, baik via email ataupun WhatsApp.

4. Bukti Transfer Palsu

Modus penipuan bisnis online yang ini kerap merugikan pemilik. Penipu akan berpura-pura membeli produk kamu dan kemudian mengirim bukti transfer palsu. Kamu harus benar-benar teliti dan mengecek mutasi sebelum proses orderan yang masuk.

5. Account Takeover

Jenis penipuan ini membuat kamu kehilangan akun kartu kredit/debit karena diambil alih oleh si penipu. Hal ini dapat terjadi karena kebocoran data atau kamu yang tak sadar membeberkan informasi seperti nama ibu kandung, foto KTP, NPWP, dll pada penipu. 

Cara Melaporkan Modus Penipuan Bisnis Online Terbaru

Inilah beberapa cara yang bisa dilakukan jika kamu menjadi korban penipuan. Kamu bisa sesuaikan dengan modus penipuan yang kamu alami. Saat ini banyak pelaporan penipuan yang dilakukan secara online, jangan lupa siapkan berbagai macam bukti yang mendukung laporanmu. 

  1. Lapor ke kantor polisi terdekat, ke bagian kejahatan siber 
  2. Lapor ke layanan.kominfo.go.id pada menu ADUAN BRTI
  3. Lapor ke cekrekening.id jika penipuan yang dihadapi berkaitan dengan akun rekening bank
  4. Lapor ke lapor.go.id pilih menu Pengaduan
  5. Lapor ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) jika berhubungan dengan penipuan jasa keuangan.
  6. Lapor ke Bank jika berkaitan juga dengan akun kartu kredit atau rekening bank milikmu

Jangan sampai kamu menjadi korban modus penipuan bisnis online, apalagi jika kamu ingin mendapatkan penghasilan tambahan melalui online.

Hindari modus penipuan online dengan berinvestasi di platform microfinance marketplace yang sudah berizin dan diawasi oleh OJK seperti di Amartha. Untuk mendaptkan penghasilan tambahan, kamu bisa menjadi pendana (lender) di Amartha untuk dapatkan passive income mingguan. Tenang saja, kamu bisa mulai investasi mulai dari Rp 100.000 saja dengan imbal hasil hingga 15% flat per tahunnya.

Download aplikasi Amartha di Android
Download aplikasi Amartha di iOS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here