Home Lifestyle Vespa, Bisakah Dijadikan Sebagai Investasi?

Vespa, Bisakah Dijadikan Sebagai Investasi?

|

|

|

Tidak hanya dapat dijadikan kendaraan untuk beraktivitas sehari-hari, memiliki sepeda motor seperti Vespa ternyata juga bisa dijadikan sebagai sebuah investasi. Apalagi, saat ini banyak orang kembali tertarik pada Vespa, terutama model lama yang membuat harganya melambung.

Perlu diketahui, merek skuter asal Italia ini pertama kali masuk ke Indonesia pada zaman kolonial Belanda. Namun, Vespa pertama diimpor secara resmi ke Indonesia setelah merdeka di tahun 1966. Saat itu hanya segelintir orang yang menggunakan Vespa. Namun, “Kongo” membuat demam Vespa dimulai di Indonesia.

Hadirnya Vespa Ke Indonesia

Ceritanya di sekitar tahun 1963, Indonesia mendapat tugas dari Perserikatan Bangsa-bangsa untuk menjaga keamanan di Kongo, salah satu negara di Afrika yang dilanda perang saudara. Indonesia pun mengirimkan Kontingen Garuda sebagai bagian dari Pasukan Penjaga Perdamaian PBB.

Sepulangnya ke Indonesia, anggota Kontingen Garuda diberi penghargaan oleh pemerintah berupa Vespa Kongo. Sontak sejak itu, Vespa jadi populer dan incaran pilihan transportasi masyarakat Indonesia. Apalagi, saat itu motor-motor Jepang belum masuk ke Indonesia.

Barulah pada era 1990-an, Vespa mulai menjadi subkultur lantaran jumlahnya yang sangat terbatas dan bengkelnya pun tidak banyak. Posisinya yang minoritas dibandingkan dengan motor buatan Jepang ini membuat para pemilik Vespa membangun jejaring komunitas.

Pada dekade 1980-1990-an harga Vespa mulai murah, terutama keluaran 1970 dan 1960-an. Orang malas membeli Vespa karena cukup rewel perawatannya seperti ganti busi dan tali kopling.

Perubahan Gaya Hidup

Harga skuter yang tercipta pertama kali pada tahun 1946 usai Perang Dunia II ini mulai menanjak kembali ketika pengaruh gaya hidup vintage yang suka barang dari masa lalu muncul sekitar tahun 2004 atau 2005, salah satunya di Bandung.

Seri Vespa tahun 1960-an dan 1970-an pun mulai naik harganya karena gaya hidup anak muda saat ini yang mengarah ke vintage. Perburuan Vespa klasik pun melambungkan harga dan muncullah kolektor-kolektor baru.

Saat ini, Vespa generasi lama bisa ditawarkan pada kisaran harga Rp50 juta – Rp85 juta. Skuter buatan Piaggio yang paling banyak diincar adalah tipe Kongo, Super, Sprint, dan PX. Selain itu, tipe yang banyak diburu kolektor adalah Special 90cc (Darling) dan Gran Lusso yang diluncurkan pada dekade 1960-an atau era di mana subkultur Mod merajai Dunia.

Vespa Sebagai Investasi

Pada intinya, membeli Vespa untuk investasi, meski terkesan kurang logis, nyatanya dapat dilakukan. Tak harus Vespa klasik yang sudah jarang di pasaran karena diburu kolektor, Vespa baru asal jeli ketika membeli juga bisa dijadikan investasi.

Yap, Vespa baru juga bisa dijadikan investasi. Hanya saja, memang perlu pembuktian dan mengecek kebenarannya tidak mudah karena membutuhkan kejelian pemilik memilih motor, serta waktu yang tidak sebentar.

Selain terhitung orisinil alias masih bawaan pabrik, ada dua ciri-ciri Vespa lainnya agar bisa dijadikan investasi untuk di Indonesia. Pertama, belilah Vespa, baik baru maupun lawas yang populasinya tidak terlalu banyak tapi ramai peminatnya. Hal ini akan membuat permintaan tinggi tapi stok yang ada terbatas.

Kedua, belilah Vespa yang memiliki model special edition seperti edisi ulang tahun atau edisi terbatas. Model seperti ini sering diburu karena punya nilai sentimentil atau fitur khusus yang tidak ada di varian standar. Misalnya, Vespa 946 yang diketahui jumlahnya hanya puluhan di Indonesia.

Vespa 946 yang hadir di Indonesia sejak tahun 2014 ini memiliki empat versi yaitu Vespa 946 Ricordo Italiano, Vespa 946 Bellisima, Vespa 946 Emporio Armani dan yang terakhir Vespa 946 RED Edition. Seluruh varian Vespa 946 ini dibuat oleh Piaggio (Pabrikan Vespa) dalam jumlah terbatas di seluruh dunia.

Selain menjadikan Vespa sebagai investasi, ada baiknya jika kamu juga melirik instrumen investasi lainnya seperti Peer to Peer (P2P) Lending. Nah, salah satu platform Peer to Peer (P2P) Lending yang aman dan tepercaya saat ini adalah Amartha.

Sebagai informasi, Amartha adalah perusahaan pionir dalam layanan fintech peer to peer lending (P2P) yang menghubungkan pendana urban dengan pengusaha mikro di pedesaan. Hingga saat ini tercatat sudah ada lebih dari 500.000 perempuan di seluruh penjuru Indonesia telah menjadi mitra Amartha untuk diberdayakan.

Sudah berizin usaha dan diawasi OJK, Amartha merupakan Peer to Peer (P2P) Lending yang menggunakan sistem pengelolaan risiko terintegrasi di lapangan, teknologi, dan jaminan pendanaan dengan asuransi.

Dengan bergabung menjadi pendana di Amartha, kamu bisa mendapatkan keuntungan hingga 15% per tahun dan cash flow mingguan. Selain itu, pembayaran angsurannya juga dapat diambil kapan saja.

LANGGANAN EMAIL MONEY+

DAPATKAN INFO TERBARU
TENTANG MONEY+

Team Money+
Money + is financial blog for everyday life. We cover a wide range of everyday life topics including technology, lifestyle, careers, sharia and women empowerment. We strive to make financial easy to understand and fun for everyone!

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Usaha yang Cocok di Tengah Pandemi Corona

Covid-19 atau virus corona sedang mewabah sehingga semua orang harus diam di rumah mengisolasi diri. Tapi kalau begini terus semua aktivitas jadi...

Apa Itu TKB90 dan TKW90?

Amartha terus menjalankan prinsip transparansi kepada masyarakat dengan mencantumkan Tingkat Keberhasilan 90 (TKB90) di halaman utama website Amartha.com. Dengan transparansi ini, pemberi pinjaman akan...

Butuh Dana Cepat? Ini Pilihan Pinjaman Syariah Bebas Riba

Perlu modal besar untuk buka usaha? Pinjam ditempat lain tapi takut riba? Kamu tidak usah khawatir, pasti saja ada solusinya. Kini ada...

Pendanaanmu Makin Aman dengan Promo Premi Asuransi 100%! #KitaJanganMenyerah

Dengan semangat #KitaJanganMenyerah, yuk terus dukung Ibu Mitra Amartha untuk bangkit di tengah kondisi pandemi COVID-19 ini! Cek marketplace...