Home Tech & Bisnis Business Utang Lancar: Definisi dan Jenis-Jenisnya

Utang Lancar: Definisi dan Jenis-Jenisnya

0
15768

Sebagai pemilik bisnis stau suatu perusahaan, utang adalah hal yang tidak terelakkan. Ada dua jenis utang, yaitu utang lancar dan utang tidak lancar.

Secara umum, pengertian utang adalah kewajiban yang muncul karena transaksi pembelian barang atau jasa secara kredit yang berhubungan dengan kegiatan operasional perusahaan dan harus segera dibayarkan dalam jangka waktu singkat.

Sedangkan, pengertian utang dalam akuntansi adalah pengorbanan ekonomis untuk masa depan dalam bentuk penyerahan jasa dan aktiva sebagai bagian dari transaksi atau kesepakatan di masa lalu antara kedua belah pihak yang saling terlibat.

Perlu diketahui, utang (liabilities) terbagi menjadi dua yaitu utang lancar (current liabilities) dan utang tidak lancar (non-current liabilities). Adapun, utang yang seringkali dimiliki oleh perusahaan adalah utang lancar. Berikut definisinya!

Definisi Utang Lancar

Utang lancar (current liabilities) adalah kewajiban keuangan jangka pendek perusahan yang mempunyai batas jatuh tempo pembayaran kurang dari 12 bulan atau dalam siklus operasi normal.

Siklus operasi juga disebut sebagai siklus konversi kas, yang artinya waktu yang dibutuhkan perusahaan untuk membeli sebuah inventaris dan mengubahnya menjadi kas dari penjualan.

Utang lancar (current liabilities) biasanya diselesaikan dengan menggunakan aset lancar. Adapun, yang termasuk dalam aset lancar adalah kas ataupun piutang. Selain itu, aset rasio lancar juga merupakan faktor yang penting dalam menentukan suatu kemampuan perusahaan untuk membayar hutangnya pada saat sudah dalam jatuh tempo.

Mengenal Financial Distress, Faktor Penyebab, Cara Mencegah dan Mengatasinya

Selain utang lancar (current liabilities) ada juga utang tidak lancar (non-current liabilities).

Utang tidak lancar (non-current liabilities) adalah utang ataupun kewajiban yang waktu pelunasannya diberikan tenggat waktu yang cukup lama dan dalam melakukan peminjaman diperlukan bermacam-macam syarat yang harus diberikan terlebih dahulu sebagai jaminan.

Secara lebih terperinci, bahwa utang tidak lancar (non-current liabilities) adalah suatu kewajiban atau beban di masa depan yang harus dibayarkan sebagai akibat dari penundaan pembayarannya yang seharusnya dilakukan dalam satu tahun lebih maupun siklus operasional perusahaan.

Jenis-Jenis Utang Lancar

Setelah memahami definisinya, selanjutnya akan diulas jenis-jenis dari utang lancar. Perlu diketahui, utang lancar dikelompokkan pada dua kelompok, yaitu hutang dapat ditentukan jumlahnya dan hutang yang dapat ditaksir jumlahnya.

A. Utang Lancar yang Bisa Ditentukan Jumlahnya

1. Utang Dagang

Pada umumnya, utang jenis ini muncul karena transaksi jual beli barang dagang yang dilakukan secara kredit atau pembayaran tempo. Jangka waktu pembayaran utang dagang ini sesuai kesepakatan. Tetapi, biasanya hanya sekitar satu sampai dua bulan saja.

2. Utang Dividen

Utang jenis ini muncul karena perusahaan harus memberikan dividen kepada pemegang saham yang diumumkan sebagai pembagian laba perusahaan. Dana untuk membayar utang dividen ini biasanya sudah dialokasikan karena pembagian laba perusahaan.

3. Biaya yang Masih Harus Dibayar

Biaya yang timbul namun belum dibayar, sehingga biaya tersebut akan dibayar dalam jangka waktu tertentu. Ada banyak hal yang menyebabkan munculnya biaya yang masih harus dibayar ini, antara lain debt collector perusahaan rekanan yang belum menagih, kendala teknis sistem pembayaran, dan sebagainya.

4. Wesel Bayar

Wesel bayar sama dengan utang dagang. Penyebabnya juga sama: pembelian barang secara kredit. Tapi ada bedanya. Wesel bayar membutuhkan surat perjanjian tertulis. Resmi. Ada tanda tangan kreditur dan debiturnya. Beda dengan utang dagang, yang buktinya hanya nota penjualan saja. Wesel bayar lebih formal. Lebih resmi. Ada hitam diatas putihnya.

5. Uang Muka

Disebut juga down payment. Ketika perusahaan mendapatkan pesanan dari pelanggan dan pelanggan memberikan uang muka sebagai tanda jadi. Atau bahkan membayar penuh diawal.

Maka perusahaan memiliki utang lancar yang harus dibayarkan kepada pelanggan. Tidak berupa uang. Tapi berupa barang atau jasa yang dipesan. Utang ini akan berakhir jika perusahaan telah menunaikan kewajibannya: memberikan pesanan pelanggan.

6. Utang Gaji Atau Upah

Gaji atau upah yang masih harus dibayar dalam jangka pendek. Biasanya gaji atau upah pegawai sudah ditentukan tanggal pembayarannya. Namun ketika ada kondisi tertentu yang menyebabkan gaji belum dapat dibayarkan, maka muncullah utang gaji atau upah yang harus segera dilunasi.

7. Utang Bonus Pegawai

Bonus pegawai yang belum dibayarkan dalam jangka waktu tertentu. Biasanya utang ini muncul setelah diumumkan pemberian bonus namun bonus tersebut belum dibayarkan.

B. Utang Lancar yang Bisa Ditaksir Jumlahnya

1. Utang Pajak Penghasilan

Utang ini hadir dalam bentuk pajak. Atas pendapatan kena pajak yang dihasilkan oleh perusahaan. Utang ini bisa ditaksir jumlahnya: hitung berdasarkan laba yang dihasilkan periode sebelumnya. Dihitung sesuai dengan aturan pajak. Dikalikan tarif pajaknya.

Utang ini tidak boleh menjadi utang jangka panjang. Harus utang lancar. Pembayarannya tidak boleh telat. Jika telat: denda melayang. Jika tidak dibayar: hukuman menanti.

2. Utang Hadiah

Utang yang muncul ketika perusahaan menyebarkan kupon hadiah kepada konsumen. Perusahaan memiliki kewajiban membayar hadiah saat konsumen menukarkan kuponnya.

3. Utang Garansi

Garansi biasanya melekat pada suatu produk. Perusahaan bisa memberikan garansi untuk kenyamanan pelanggannya. Dari ancaman rusaknya kualitas produk yang dibelinya. Utang garansi tidak akan jatuh tempo sampai ada yang pelanggan yang mengklaim kerusakan barang.

Itulah definisi dari utang lancar dan jenis-jenisnya. Semoga informasi ini bermanfaat buatmu ya!

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here