Jeli Melihat Peluang Usaha Rumahan, Maesaroh Sukses Menjadi Pengusaha Ikan Hias

2
113
usaha rumahan laris
Usaha Rumahan Membawa Maesaroh Menjadi Wanita Mandiri

Memulai suatu usaha membutuhkan berbagai persiapan dan juga keberanian tersendiri. Seperti yang telah dilakukan oleh Maesaroh (36 tahun) salah satu mitra andalan Amartha, yang memilih berwirausaha dengan cara beternak ikan hias.

Maesaroh memulai bisnis ternak ikan sejak sepuluh tahun yang lalu yaitu sekitar tahun 2006. Keahlian ini Maesaroh dapatkan dari suaminya. Setelah mampu melakukan pengelolaan dan menjalankan bisnis ikan ini, Maesaroh pun memulai semuanya secara mandiri dari mulai membeli bibit, merawat ikan, mengemas ikan dan menjual ikan.

Saat ditanya mengapa Maesaroh lebih memilih untuk beternak ikan dari pada usaha lain, ia menjelaskan dengan keyakinan.” Kalau misal kaya ibu-ibu yang lain yang hanya dagang makanan, gorengan, sembako itu mah udah banyak. Kalau yang usaha ikan masih sedikit pas saya mulai waktu itu. Makanya saya mantap buat mulai usaha ikan,” jelas Maesaroh dengan penuh semangat.

Dengan pinjaman yang diberikan oleh Amartha sebesar 500 ribu rupiah pada tahun 2010 yang lalu, ia langsung menggunakan uang tersebut untuk membangun kolam tambahan dan juga menambah bibit ikan baru.

Kerja keras dan kejelian melihat peluang usaha telah berbuah manis. Sebagai perempuan yang melakukan bisnisnya secara mandiri, ia mampu meraih keuntungan hingga 2 juta rupiah setiap tiga minggunya.

Ibu dari dua anak ini juga selalu berusaha agar kedua buah hatinya mampu hidup dengan baik dan sejahtera ke depannya. Sejak dini, anak-anak Maesaroh sudah diajarkan cara beternak ikan untuk bekal ketrampilan masa depan selain ilmu di sekolah.

Akhirnya anak sulungnya mantap membantu Maesaroh beternak ikan setelah lulus sekolah menengah pertama (SMP) 6 tahun yang lalu. Hal tersebut sebenarnya bukan hanya lantaran ingin membantu Maesaroh saja, namun kala itu Maesaroh dan suami tidak mampu membiayai untuk melanjutkan ke jenjang selanjutnya.

Lambat laun kemampuan anak sulung Maesaroh beternak ikan semakin mumpuni. Hingga saat ini, anak Maesaroh tersebut telah mampu menjalankan bisnis ikan dengan baik. Ia telah menikah dan dikaruniai seorang anak. Ia juga telah memiliki rumah dari hasil jeri payahnya berbisnis ikan. Tak hanya itu, saat ini ia memiliki toko ikan di pasar parung.

usaha rumahan sukses

Ikan yang anak sulungnya jual berasal dari ikan yang diternakan oleh Mesaroh. Dalam artian, Maesaroh tidak perlu pusing-pusing untuk mencari pembeli ikan-ikannya, karena seluruh ikan pasti dibeli seluruhnya oleh anaknya setiap panen tiba.

Kerjasama ini telah berlangsung selama kurang lebih 3 tahun. “Alhamdulillah saya bisa kerjasama sama anak sendiri. Dulu saya diajarin bapak ternak ikan, kemudian saya ajarkan kepada anak saya, sekarang anak saya sudah bisa mandiri,” ungkap Maesaroh dengan senyum bangga mengembag di pipinya.

Kemandirian Maesaroh dalam mengumpulkan pundi-pundi rupiah telah ia tunjukkan dengan berhasilnya ia merintis bisnis ternak ikan, selama kurang lebih sepuluh tahun lamanya. Bukan hal yang mudah memang bagi seorang wanita untuk tekun mengelola bisnis ternak ikan ini, apalagi selama sepuluh tahun tanpa bantuan dari orang lain, termasuk suaminya.

Suami Maesaroh sendiri adalah seorang buruh di salah satu pabrik di wilayah Bogor, yang sehari-harinya selalu masuk pagi dan tiba di rumah pada malam harinya. Sehingga sang suami tidak memiliki waktu untuk membantu usaha Maesaroh beternak ikan.

Maesaroh terus bertekad agar selalu menjadi wanita mandiri dengan cara membantu suami menambah pundi-pundi rupiah untuk keluarga mereka. Hal tersebut Maesaroh lakukan agar kedepannya, ia dan keluarganya mampu utnuk hidup layak dan sejahtera.

Bersama Amartha, Maesaroh mampu memperkuat ekonomi keluarganya lewat pengembangan bisnis ternak ikan.  Hal ini terbukti dengan meningkatnya ekonomi keluarga yang kemudian berimbas pada peningkatan kesejahteraan keluarganya. Selain itu, anak bungsu nya terus bersekolah dan tengan duduk di bangku sekolah menengah kejuruan (SMK).

“Saya sekarang mau anak bungsu saya sekolah setinggi mungkin. Saya gak mau dia putus sekolah seperti kakaknya dulu. Semoga bisa kuliah,” pungkas Maesaroh dengan mantap.

Selain hal tersebut, Maesaroh juga telah berhasil melakukan renovasi rumah dengan membangun teras rumah dan juga memasang keramik untuk lantai rumahnya. Maesaroh juga sudah memiliki beberpa tabungan, yang antara lain adalah tabungan yang ia alokasikan untuk pendidikan anak bungsunya yang kini duduk di kelas dua sekolah menengah kejuruan (SMK) tersebut.

Anda bisa mendorong usaha rumahan seperti Maesaroh dengan berinvestasi bersama kami. Ciptakan inklusi ekonomi demi Indonesia sejahtera.

2 COMMENTS

  1. Have you ever considered creating an e-book or guest authoring on other sites?
    I have a blog based upon on the same information you discuss and would really like to have you share some stories/information. I know
    my subscribers would appreciate your work. If you
    are even remotely interested, feel free to send me
    an e mail.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here