Usaha Kerupuk Mie, Penyelamat Hidup Ibu Yati Mulyati

0
133

Ibu Yati Mulyati (37) tahun, adalah salah satu mitra Amartha yang sukses menjalankan usaha kerupuk mie. Bukan waktu yang sedikit, sudah 10 tahun ibu Yati menggeluti bisnis yang menjadi penyelamat hidupnya ini. Bertahun-tahun menjalani usaha, tentu ada banyak rintangan terutama dari penyediaan bahan, tenaga kerja hingga kendala cuaca buruk yang membuat kerupuk mie sulit untuk menjemur dan mengeringkannya.

Demi keluarga dan beberapa orang yang bekerja dengannya, Ibu Yati harus tetap semangat menjalani bisnis kerupuk mie kuning ini.

“Meski sulit, kita harus semangat mba. Terutama saat menjaga kualitas kerupuk mie agar memiliki rasa yang tetap enak” kata Ibu Yati saat ditemui di pabrik tempat ia bekerja. Skill yang mumpuni ini ia dapatkan sejak bekerja di perusahaan lain, namun Ibu Yati termotivasi untuk mendirikan usaha sendiri dengan melakukan pinjaman modal awal sebesar Rp5 juta rupiah dari Amartha.

Selama 6 tahun bergabung di Amartha, ibu Yati merasa sangat bersyukur atas kebaikan dari pemberi dana serta bussines partner dari Amartha yang selalu mendukung usaha yang ia jalani. Begitupun dengan keluarganya tercinta yang selalu ada untuk membantu mengembangkan usaha kerupuk mie ini termasuk untuk tetap bertahan di kala pandemi berlangsung.

Usaha Kerupuk Mie

Kerupuk mie kuning adalah salah satu jenis kerupuk yang paling banyak peminatnya di Indonesia. Selain karena bentuknya yang unik, kerupuk mie kuning ini punya tekstur yang renyah, memiliki cita rasa yang enak dan dapat dinikmati dengan menu makanan apapun, seperti soto, bubur ayam, asinan, ataupun rujak. Banyak disukai oleh berbagai kalangan baik dari anak-anak sampai dengan orang tua, membuat peluang usaha kerupuk mie kuning selalu laris di pasaran.

Tak perlu membutuhkan modal besar, pembuatan kerupuk mie kuning ini cukup butuh ketekunan dan semangat yang tinggi. Cara membuatnya pun tidaklah sulit dan tidak memakan waktu lama. Bahan untuk membuat kerupuk mie kuning ini sendiri juga mudah ditemukan, seperti tepung, bumbu kerupuk mie kuning, kunyit, minyak goreng dan sebagainya. Hanya saja, pada saat membuat kerupuk mie kuning ini cukup membutuhkan peralatan yang nantinya akan membantu mempermudah proses pembuatannya. Peralatan yang dibutuhkan untuk usaha kerupuk mie kuning ini seperti baskom, mesin pengaduk adonan, penghalus bumbu, peniris minyak, pencetak kerupuk, pengemas dan sebagainya.

Harga Kerupuk Mie Kuning

Harga untuk kerupuk mie kuning yang akan dijual ini dapat divariasikan sesuai dengan berat yang dijual. Rata-rata harga kerupuk mie kuning yang ada di pasaran yaitu Rp. 10.000 per kg. Harga kerupuk mie kuning yang terjangkau membuat makanan pendamping ini jadi bisa dinikmati oleh siapa saja.

Ayo bantu ibu Yati agar tetap menghasilkan kerupuk mie yang enak dan berkualitas, serta CEO UMKM lainnya di pelosok Indonesia dengan bantuan modal usaha darimu di Amartha.

Amartha merupakan microfinance marketplace fintech Indonesia yang berfokus pada pemberdayaan perempuan lewat layanan keuangan inklusif. Dengan teknologi, Amartha menghubungkan para pendana di kota besar dengan perempuan pengusaha mikro di pedesaan, untuk menyediakan akses modal usaha.

Amartha menerapkan prinsip bisnis yang berkelanjutan dan transparansi. Di mana setiap pendana dapat memonitor portofolio mitra secara mingguan di aplikasi Amartha. Amartha juga sudah resmi terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak tahun 2019. Tunggu apalagi? Ini saatnya kamu ikut andil dalam kemajuan usaha UMKM Indonesia dengan modalin mitra mulai dari 100 ribu aja. Sebagai pendana (lender) kamu juga bisa mendapatkan imbal hasil mencapai 15% flat per tahun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here