Upaya Amartha Kikis Kemiskinan dan Menciptakan Lapangan Kerja

|

|

|

“Sepuluh tahun terakhir, Amartha fokus pada akses pembiayaan untuk meningkatkan pendapatan dan menciptakan lapangan kerja kepada mitra kami. Sepuluh tahun ke depan, kami melihat adanya peluang untuk memperluas layanan di luar pembiayaan guna mewujudkan visi kami, Prosperity for Everyone.” ujar Andi Taufan Garuda Putra, Founder & CEO Amartha dalam Bridging the Gap to Protect and Create Jobs yang digelar oleh Norfund pada Selasa (31/08/2021) lalu.

Sebagai informasi, Norfund merupakan dana investasi dari pemerintah Norwegia untuk negara berkembang dengan misi menciptakan lapangan pekerjaan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan berinvestasi pada bisnis yang mempromosikan pembangunan berkelanjutan.

Amartha dan Norfund Jalin Kerjasama, Menyediakan Permodalan untuk Digitalisasi Sektor Ekonomi Informal

Pada bulan Juni lalu, Amartha dan Norfund telah melakukan kolaborasi berupa pendanaan senilai USD 7,5 Juta atau setara dengan Rp 107 Miliar. 

Kikis Kemiskinan dan Ciptakan Lapangan Kerja Melalui Pembiayaan Modal Kerja

Dalam upaya mengikis kemiskinan dan menciptakan lapangan kerja di Indonesia, Amartha telah berpartisipasi dalam mendorong ekonomi perempuan pengusaha mikro di pedesaan melalui akses pembiayaan modal kerja, pendampingan, dan pelatihan keuangan. 

Pembiayaan modal kerja disalurkan kepada pengusaha perempuan di sektor informal mulai dari USD 200 atau setara dengan Rp 3 Juta dengan masa tenor 50 Minggu. Adapun sektor informal yang dibiayai adalah perdagangan, pertanian, industri rumah tangga, peternakan, jasa, produksi, dan non-produksi. 

Andi Taufan Garuda Putra, Founder dan CEO Amartha

“Hingga tahun 2020, UMKM telah berkontribusi lebih dari 60% pendapatan nasional di mana mayoritas porsinya dikelola oleh perempuan. Inilah alasan mengapa penting bagi Amartha dalam memberdayakan perempuan agar dapat mandiri secara ekonomi dan mendukung keluarga mereka.” ungkap Taufan.

Melalui akses pembiayaan modal kerja dan pendampingan serta pelatihan, kata Andi Taufan, “Di tahun 2019, Amartha telah menciptakan lebih dari 87.000 pekerjaan baru dan memberdayakan lebih dari 350.000 pekerjaan yang ada dimana 75%nya diisi oleh perempuan.”

Hingga hari ini, Amartha telah menyalurkan pembiayaan sebesar 4.31 Triliun kepada 778.521 perempuan pengusaha mikro yang tersebar di 18.900 desa di Indonesia. Di akhir tahun 2021, Amartha menargetkan dapat menyalurkan pembiayaan kepada satu juta perempuan pengusaha mikro di pedesaan. 

Selain pembiayaan, Amartha juga berkomitmen dalam mendigitalisasi ekonomi pedesaan dengan meluncurkan produk layanan keuangan seperti tabungan, microinsurance, dan grup buying.

LANGGANAN EMAIL MONEY+

DAPATKAN INFO TERBARU
TENTANG MONEY+

Eri Tri Angginihttp://museumberjalan.id
Lulusan Ilmu Sejarah yang nyasar ke financial services. Kindly check museumberjalan.id untuk dapatkan informasi seputar sejarah & sosial budaya.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Usaha yang Cocok di Tengah Pandemi Corona

Covid-19 atau virus corona sedang mewabah sehingga semua orang harus diam di rumah mengisolasi diri. Tapi kalau begini terus semua aktivitas jadi...

Semua Orang Bisa Jadi Sultan. Investasi di Amartha Mulai dari 100 Ribu Rupiah!

Good News From Amartha!  Dalam rangka mempercepat indeks inklusi keuangan di Indonesia sekaligus menjangkau lebih banyak pendana untuk mendorong...

Black Card, Bisa Punya Gak Ya?

Belum lama ini, muncul video viral di TikTok tentang charge card paling istimewa di Dunia yang disebut Black Card.

Ini Daftar Negara Termiskin di Dunia, Ada Indonesia Gak Ya?

Setiap negara di dunia diklasifikasikan menjadi 3, yaitu negara miskin, berkembang, dan maju. Dalam klasifikasi ini setiap organisasi dunia memiliki indikatornya...