Untung Menggiurkan, Ini Peluang Jasa Tukar Uang Menjelang Lebaran

0
798
jasa tukar uang
Ilustrasi jasa tukar uang saat ramadan. Photos by istockphoto

Menjelang lebaran tiba, banyak orang beramai-ramai menukarkan uang dengan uang cetakan baru untuk dibagikan ke sanak saudara atau orang-orang terdekat.

Hal seperti ini sudah menjadi budaya di masyarakat Indonesia dan dikenal dengan istilah “bagi-bagi THR”. Kebiasaan seperti ini tentu menjadi keuntungan bagi para penyedia jasa tukar uang. 

Alasan Jasa Tukar Uang Menguntungkan Menjelang Lebaran

Tidak hanya di Bank, penukaran uang baru bisa Kamu temukan di banyak tempat. Bahkan Kamu juga bisa menemukan orang-orang yang menawarkan penukaran uang baru di pinggiran jalan kota-kota besar saat menjelang lebaran tiba. 

Bisnis seperti ini banyak ditekuni karena menawarkan keuntungan yang cukup menggiurkan, diantaranya :

1. Keuntungan besar

Kebanyakan para penyedia jasa penukaran uang mematok keuntungan sebesar 10% sebagai biaya tambahan dari nominal yang ditukar. Misalnya orang yang menukar 500 ribu harus membayar 550 ribu, 1 juta harus membayar 1,1 juta dan seterusnya. Rata-rata penghasilan bersih dari jasa seperti ini yaitu sebesar 1 – 3 juta perhari. 

2. Modal fleksibel

Jika ingin menekuni jasa tukar uang seperti ini, Kamu dapat menyiapkan modal sesuai dengan kemampuan. Misalnya untuk awalan kamu bisa menyiapkan modal uang baru sebesar 5 juta, setelah mendapat keuntungan, Kamu bisa menambah modal sedikit demi sedikit. 

Pecahan uang yang banyak disediakan yaitu pecahan 1 ribu, 2 ribu, 5 ribu, 10 ribu dan 20 ribu.

3. Dicari banyak orang

Terbatasnya jumlah penukaran menggunakan jasa tukar uang di bank, membuat jasa penukaran seperti ini banyak dicari orang, terutama beberapa hari menjelang lebaran. Orang-orang akan lebih mencari jasa tukar uang baru terdekat dengan alasan efisiensi.

1 juta untuk investasi
Ilustrasi uang 1 juta untuk investasi menguntungkan. Photos by Melimey (istockphoto)

Meski demikian, ada juga resiko yang bisa saja dihadapi dalam usaha ini, yaitu :

1. Potensi mendapatkan uang palsu

Penukaran uang secara tidak resmi seperti ini berpotensi diterimanya uang palsu baik oleh penyedia jasa maupun masyarakat yang menukarny, sehingga membutuhkan kehati-hatian yang ekstra. Terlebih lagi karena uang tersebut tidak dapat dicek oleh mesin pengecek keaslian uang seperti yang ada di Bank. 

2. Media penyebaran virus Covid-19

Dengan adanya pandemi seperti saat ini, virus dapat tersebar melalui berbagai media salah satunya yaitu melalui uang. Karena uang yang tersebar di masyarakat tidak terjamin kebersihannya. 

Maka dari itu pemerintah gencar menyarankan masyarakat untuk beralih ke uang elektronik untuk menghindari semakin maraknya penyebaran virus.

Dengan banyaknya minat masyarakat untuk menukarkan uang baru menjelang hari lebaran dan mempertimbangkan pandemi yang masih berlangsung, Bank Indonesia pun menyediakan layanan jasa tukar uang baru online dengan menggunakan QR Code Indonesian Standard (Q-RIS).

3. Kejahatan di jalan raya

Uang merupakan barang berharga bagi masyarakat, maka dari itu tidak menutup kemungkinan tenjadinya tindak kejahatan seperti pencurian atau perampokan. Apalagi penyedia jasa penukaran uang seperti ini menjajakan uangnya di pinggiran jalan.

Penyedia jasa seperti ini perlu meningkatkan kewaspadaan untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Tidak ada salahnya jika Kamu tetap tertarik untuk membuka usaha jasa penukaran uang ini. Hanya saja tetap pertimbangkan resiko yang ada dan siapkan solusi untuk menghadapinya. 

Nah, kamu bisa pertimbangkan keuntungan dan kekurangan dari peluang usaha ini. Jika kamu berniat menjalankannya, manfaatkan hasil dari keuntungannya untuk hal yang bermanfaat seperti modalin UMKM di Amartha.

Ada keuntungan bagi hasil sampai 15% flat per tahun untuk setiap mitra yang dimodalin. Dengan begini, keuntungan semakin berlipat. Ayo daftar jadi pendana Amartha!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here