Umbrella Branding: Strategi Marketing Perusahaan Besar Yang Bisa Ditiru Small Business Owner

|

|

|

Banyaknya produk atau jasa yang ada di pasar membuat para pemilik bisnis harus memutar otak dalam melakukan pemasaran. 

Salah satu strategi pemasaran yang bisa dilakukan adalah Umbrella Branding. Strategi ini banyak digunakan oleh perusahaan besar. Tujuannya, agar produk yang baru keluar dapat dikenal oleh konsumen dan calon konsumen.

Seperti apa cara kerja Umbrella Branding?

Pengertian dan Cara Kerja Umbrella Branding

Sebelum beralih ke cara kerja, mari kita pahami makna dari Umbrella Branding. 

Umbrella Branding menurut SendPUlse adalah strategi marketing dengan memanfaatkan nama brand yang sudah terkenal. Umbrella Branding dikenal juga sebagai family branding. 

Strategi Umbrella Branding memanfaatkan kredibilitas brand untuk menarik konsumen agar membeli atau menggunakan jasa yang dijual. Semakin tinggi kredibilitas brand tersebut di mata konsumen, semakin tinggi pula keberhasilan produk lainnya. 

Decoy Effect, Strategi Marketing yang Efektif Dongkrak Penjualan

Salah satu contoh dari Umbrella Branding adalah Apple. Perusahaan milik Steve Jobs ini pertama kali meluncurkan produk komputer dengan nama MacBook. Seiring berjalannya waktu, Apple meluncurkan produk lain seperti iPhone, iPad, Apple Watch, AirPods, dan lainnya. 

Dengan demikian, membangun brand awareness merupakan PR utama bagi para pemilik bisnis dimanapun berada. Apabila sudah mendapat kepercayaan konsumen pada produk yang dihasilkan, maka akan lebih mudah mendapatkan kepercayaan untuk produk lain yang akan diluncurkan. 

Kelebihan dan Kekurangan Umbrella Branding

Sebelum berangkat menerapkan Umbrella Branding sebagai salah satu strategi marketing untuk produkmu, ada baiknya mengetahui kelebihan dan kekurangan dari strategi ini.

Mengutip Glints, yang merangkum dari MBA Skool dan SendPulse, ini kelebihan dan kekurangan Umbrella Branding.

Kelebihan Umbrella Branding

  • Mengurangi biaya iklan
  • Mendapatkan loyalitas pelanggan
  • Memperkuat nama brand yang sudah ada
  • Meningkatkan penjualan

Kekurangan Umbrella Branding

  • Risiko gagal besar jika brand belum dikenal banyak orang
  • Satu produk gagal, kemungkinan produk lainnya bis gagal juga
  • Lebih cocok dilakukan pada produk sejenis
  • Berpotensi menimbulkan persaingan antara produk yang sudah ada dengan produk baru

Itulah beberapa kelebihan dan kekurangan dari Umbrella Branding. Tentunya ada banyak strategi marketing lainnya yang bisa kamu coba dan sesuaikan dengan produk yang dipasarkan.

Apabila kamu pemilik bisnis yang tinggal di pedesaan dan membutuhkan modal usaha, kamu bisa mendapatkan pinjaman tanpa agunan di P2P Lending Amartha. Silakan menghubungi kantor layanan terdekat untuk mendapatkan pinjaman. 

LANGGANAN EMAIL MONEY+

DAPATKAN INFO TERBARU
TENTANG MONEY+

Team Money+
Money + is financial blog for everyday life. We cover a wide range of everyday life topics including technology, lifestyle, careers, sharia and women empowerment. We strive to make financial easy to understand and fun for everyone!

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Usaha yang Cocok di Tengah Pandemi Corona

Covid-19 atau virus corona sedang mewabah sehingga semua orang harus diam di rumah mengisolasi diri. Tapi kalau begini terus semua aktivitas jadi...

Semua Orang Bisa Jadi Sultan. Investasi di Amartha Mulai dari 100 Ribu Rupiah!

Good News From Amartha!  Dalam rangka mempercepat indeks inklusi keuangan di Indonesia sekaligus menjangkau lebih banyak pendana untuk mendorong...

Black Card, Bisa Punya Gak Ya?

Belum lama ini, muncul video viral di TikTok tentang charge card paling istimewa di Dunia yang disebut Black Card.

Ini Daftar Negara Termiskin di Dunia, Ada Indonesia Gak Ya?

Setiap negara di dunia diklasifikasikan menjadi 3, yaitu negara miskin, berkembang, dan maju. Dalam klasifikasi ini setiap organisasi dunia memiliki indikatornya...