Umbrella Branding: Strategi Marketing Perusahaan Besar Yang Bisa Ditiru Small Business Owner

0
805

Banyaknya produk atau jasa yang ada di pasar membuat para pemilik bisnis harus memutar otak dalam melakukan pemasaran. 

Salah satu strategi pemasaran yang bisa dilakukan adalah Umbrella Branding. Strategi ini banyak digunakan oleh perusahaan besar. Tujuannya, agar produk yang baru keluar dapat dikenal oleh konsumen dan calon konsumen.

Seperti apa cara kerja Umbrella Branding?

Pengertian dan Cara Kerja Umbrella Branding

Sebelum beralih ke cara kerja, mari kita pahami makna dari Umbrella Branding. 

Umbrella Branding menurut SendPUlse adalah strategi marketing dengan memanfaatkan nama brand yang sudah terkenal. Umbrella Branding dikenal juga sebagai family branding. 

Strategi Umbrella Branding memanfaatkan kredibilitas brand untuk menarik konsumen agar membeli atau menggunakan jasa yang dijual. Semakin tinggi kredibilitas brand tersebut di mata konsumen, semakin tinggi pula keberhasilan produk lainnya. 

Decoy Effect, Strategi Marketing yang Efektif Dongkrak Penjualan

Salah satu contoh dari Umbrella Branding adalah Apple. Perusahaan milik Steve Jobs ini pertama kali meluncurkan produk komputer dengan nama MacBook. Seiring berjalannya waktu, Apple meluncurkan produk lain seperti iPhone, iPad, Apple Watch, AirPods, dan lainnya. 

Dengan demikian, membangun brand awareness merupakan PR utama bagi para pemilik bisnis dimanapun berada. Apabila sudah mendapat kepercayaan konsumen pada produk yang dihasilkan, maka akan lebih mudah mendapatkan kepercayaan untuk produk lain yang akan diluncurkan. 

Kelebihan dan Kekurangan Umbrella Branding

Sebelum berangkat menerapkan Umbrella Branding sebagai salah satu strategi marketing untuk produkmu, ada baiknya mengetahui kelebihan dan kekurangan dari strategi ini.

Mengutip Glints, yang merangkum dari MBA Skool dan SendPulse, ini kelebihan dan kekurangan Umbrella Branding.

Kelebihan Umbrella Branding

  • Mengurangi biaya iklan
  • Mendapatkan loyalitas pelanggan
  • Memperkuat nama brand yang sudah ada
  • Meningkatkan penjualan

Kekurangan Umbrella Branding

  • Risiko gagal besar jika brand belum dikenal banyak orang
  • Satu produk gagal, kemungkinan produk lainnya bis gagal juga
  • Lebih cocok dilakukan pada produk sejenis
  • Berpotensi menimbulkan persaingan antara produk yang sudah ada dengan produk baru

Itulah beberapa kelebihan dan kekurangan dari Umbrella Branding. Tentunya ada banyak strategi marketing lainnya yang bisa kamu coba dan sesuaikan dengan produk yang dipasarkan.

Apabila kamu pemilik bisnis yang tinggal di pedesaan dan membutuhkan modal usaha, kamu bisa mendapatkan pinjaman tanpa agunan di P2P Lending Amartha. Silakan menghubungi kantor layanan terdekat untuk mendapatkan pinjaman. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here