Tips Memutus Rantai Generasi Sandwich

|

|

|

Generasi sandwich oleh Dorothy A. Miller (1981), profesor sekaligus Direktur Praktikum Universitas Kentucky, Amerika Serikat dideskripsikan sebagai generasi orang dewasa yang harus menanggung hidupnya, orangtuanya, dan hidup anak-anaknya.

Dorothy memperkenalkan istilah generasi sandwich dalam jurnal berjudul The ‘Sandwich’ Generation: Adult Children of the Aging. Berdasarkan penilaiannya, generasi sandwich adalah generasi yang rentan mengalami banyak tekanan karena mereka adalah sumber utama yang menyokong hidup orangtua dan anak-anaknya.

Sumber: https://twitter.com/patriotact/status/1218229383040765955

Para generasi sandwich pastinya stress banget karena harus bertarung melawan realita. Atau itukah kamu? Mau marah dan menyalahkan keadaan? Boleh banget! Tapi setelah itu kamu harus bertekad untuk memutuskan jerat rantai generasi sandwich ini.

Berikut tips untuk memutus rantai generasi sandwich:

Kelola keuangan dengan sehat

Mengelola keuangan memanglah sulit akan tetapi cara ini adalah langkah utama yang harus dilakoni oleh generasi sandwich untuk memutus jerat rantainya. Mulailah dari cara yang paling sederhana seperti mengatur keuangan untuk kebutuhan primer, sekunder, dan tersier. Setiap kebutuhan tersebut harus sudah memiliki pos-pos sendiri yang tidak boleh dilewati batasnya.

Hati-hati pada utang

Generasi sandwich mudah sekali tergiur dengan utang. Gak heran sih karena dipaksa keadaan. Tapi tetap jangan dijadikan alasan untuk menerima semua tawaran kartu kredit atau pinjaman online ya! Pilihlah jenis utang yang baik dan bisa menambah aset.

Siapkan Dana Pendidikan Anak dan Dana Pensiun Orangtua

Para orangtua umumnya adalah generasi baby boomer yang belum memiliki wawasan tentang finansial. Untuk itu kamu perlu berbicara dengan orangtua membahas masalah keuangan yang dialami, rencana pensiun, dan alternatif investasi yang bisa mereka jalankan.

Selain orangtua, generasi sandwich perlu menanggung kehidupan anak-anaknya dan biaya yang paling besar adalah biaya pendidikan. Agar tidak putus ditengah jalan, sudah saatnya orangtua menyiapkan dana pendidikan anak. Biaya pendidikan terus mengalami kenaikan mencapai 6 – 20% per tahun. 

Secara umum, generasi sandwich perlu mengatur kembali keuangannya dan mengakali bagaimana menambah pundi-pundi keuangan. Untuk menambah pundi-pundi keuangan, sandwich generation perlu belajar mengenai investasi.

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, kamu bisa memutuskan rantai generasi sandwich sehingga kamu tidak perlu membebani lagi anak-anakmu untuk masa pensiunmu deh. Mulai dari sekarang yuk!

LANGGANAN EMAIL MONEY+

DAPATKAN INFO TERBARU
TENTANG MONEY+

Eri Tri Angginihttp://museumberjalan.id
Lulusan Ilmu Sejarah yang nyasar ke financial services. Kindly check museumberjalan.id untuk dapatkan informasi seputar sejarah & sosial budaya.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Usaha yang Cocok di Tengah Pandemi Corona

Covid-19 atau virus corona sedang mewabah sehingga semua orang harus diam di rumah mengisolasi diri. Tapi kalau begini terus semua aktivitas jadi...

Semua Orang Bisa Jadi Sultan. Investasi di Amartha Mulai dari 100 Ribu Rupiah!

Good News From Amartha!  Dalam rangka mempercepat indeks inklusi keuangan di Indonesia sekaligus menjangkau lebih banyak pendana untuk mendorong...

Profil 9 Naga Penguasa Ekonomi Indonesia

Dalam dunia perekonomian Indonesia, pasti kamu pernah mendengar istilah “9 Naga”. Istilah ini sendiri merujuk kepada tokoh-tokoh pengusaha yang kebanyakan keturunan Tionghoa...

Black Card, Bisa Punya Gak Ya?

Belum lama ini, muncul video viral di TikTok tentang charge card paling istimewa di Dunia yang disebut Black Card.