Tips Meminimalisir Risiko Keuangan Dalam Hidup

0
101
minimalisir risiko keuangan

Meski sudah tampak lebih baik, sayangnya pandemi COVID-19 belum berakhir. Hal ini dapat berarti risiko keuangan bisa kapan saja muncul kembali seperti saat awal kemunculan COVID-19.

Apa itu risiko keuangan? risiko keuangan adalah risiko atas timbulnya kejadian atau keputusan yang membawa dampak merugikan secara finansial. Hal ini tentu saja dapat bersifat pribadi maupun dalam skala perusahaan.

Contoh Risiko Keuangan yang Bisa Terjadi

Ada banyak hal yang bisa terjadi dalam hidup yang menjadi penyebab timbulnya risiko keuangan dalam keluarga.

Beberapa hal yang bisa menimbulkan efek kerugian secara keuangan antara lain:

Bencana alam, misalnya saja banjir atau longsor. Kita mendapatkan risiko finansial ketika banyak barang yang rusak sehingga harus diperbaiki atau diganti, dan sebagainya.

Musibah penyakit seperti saat pandemi berlangsung, dengan risiko finansial ongkos untuk perwatan rumah sakit, obat yang digunakan, dan seterusnya.

Tindakan kriminal, misalnya pencurian atau perampokan yang mengakibatkan hilangnya aset, dan juga kerusakan dalam bentuk apa pun.

Hilangnya mata pencaharian, misalnya terjadinya PHK, atau kematian orang yang menanggung segala kebutuhan hidup.

Risiko keuangan memang tidak bisa dihindari atau dihilangkan, tetapi kita dapat meminimalkan efeknya dengan beberapa cara mengatasi risiko yang terjadi.

1. Buat Perencanaan Keuangan

Saat gajian tiba atau saat memiliki pemasukan lebih, uang tersebut jangan langsung dihabiskan untuk berbelanja. Pastikan terlebih dahulu kalau kamu sudah membuat perencanaan keuangan selama satu bulan ke depan. Bagi pos pengeluaran mulai dari yang paling penting. Misalnya, kebutuhan makan dan transportasi, tagihan bulanan, belanja kebutuhan, cicilan, dan sebagainya. Hingga keinginan lain yang mungkin akan dibeli.

Perencanaan finansial ini bisa jadi patokan kamu dalam menggunakan atau membelanjakan uang. Jangan lupa untuk selalu mencatat setiap detail keuanganmu di buku catatan, atau menggunakan aplikasi keuangan di smartphone yang lebih praktis.

Baca juga: Strategi dan Risiko Menerapkan Value Investing

2. Persiapkan Tabungan dan Dana Darurat

Memiliki tabungan dan dana darurat sangatlah penting untuk meminimalisir risiko keuangan yang mungkin terjadi. Tabungan yang terkumpul, bisa digunakan untuk mewujudkan impian jangka pendek, sementara dana darurat dipersiapkan untuk memnuhi kebutuhan atau keperluan mendesak yang tak dapat ditunda.

Sisihkan minimal 20%-30% untuk tabungan serta persiapan dana darurat setiap bulan dari pengeluaran agar lebih aman.

3. Minimalisir Risiko Keuangan dengan Investasi

Dalam keuangan, penting juga memiliki investasi. Investasi bukan hanya akan membuat kamu lebih untung, tapi juga dapat mengamankan kondisi keuangan di masa depan. Pilihlah instrumen investasi yang modalnya sesuai dengan kemampuan keuanganmu.

Sekarang ini sudah banyak instrumen investasi yang hanya membutuhkan modal ringan. Bahkan hanya mulai dari 100 ribu rupiah saja seperti di berinvestasi Amartha.

Investasi berkaitan erat dengan manajemen risiko dan imbal hasil. Untuk itu, penting banget untuk melakukan diversifikasi instrumen investasi dengan langkah awal mengenali produk-produk investasi pilihanmu terlebih dahulu.

Tak perlu khawatir, Amartha merupakan P2P Lending terpercaya yang terjamin keamanannya dan memberikan imbal hasil sebesar 15% flat per tahun yang bisa dimanfaatkan untuk minimalisir risiko keuanganmu.

Jadi, yuk ikut mendanai di Amartha.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here