/

Tips Memilih Pinjaman di Fintech Peer to Peer Lending yang Aman

Isu yang beredar mengenai pinjaman di fintech peer to peer lending atau pinjaman online (pinjol) mulai meresahkan masyarakat. Pada 2 Agustus 2019, Satgas Waspada Investasi mencatat ada 1.230 perusahaan fintech p2p lending yang tidak terdaftar atau tidak memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Perusahaan fintech ilegal itu telah dibekukan atas bantuan Barekrim Polri, OJK, AFPI dan laporan masyarakat.

Ada beberapa ciri perusahan fintech ilegal seperti tidak ada identitas dan alamat kantor yang jelas, pemberian pinjaman sangat mudah, informasi bunga dan denda tidak jelas, bunga tidak terbatas dan denda tidak terbatas.

Bahkan, mereka akan melakukan ancaman teror kekerasan, penghinaan, pencemaran nama baik dan menyebarkan foto atau video pribadi. Akibatnya, masyarakat perlu berhati-hati dalam melakukan transaksi di pinjaman online.

Agar hal tersebut tidak terulang kembali, OJK telah mengatur dan mengawasi para pelaku pinjol dengan memberikan edukasi kepada masyarakat untuk teliti dalam memilih pinjol, berikut tipsnya:

Terdaftar dan Diawasi OJK

Langkah pertama yang perlu diketahui oleh masyarakat adalah mengetahui daftar perusahaan yang sudah terdaftar dan berizin OJK. Selain merilis perusahaan pinjaman online yang terdaftar dan berizin, OJK juga merilis perusahaan yang tidak terdaftar dan berizin melalui situs ini.

Identitas Perusahaaan dan Alamat Kantor Jelas

Seringkali kita mendapatkan pesan singkat berupa tawaran pinjaman online. Jangan langsung membalas pesan tersebut! Periksa dahulu di mesin pencari mengenai identitas pengurus dan alamat kantor perusahaan tersebut.

Memiliki Layanan Pengaduan Konsumen

Setelah mengecek alamat kantor dan identitas pengurus, pastikan juga perusahaan tersebut memiliki layanan pengaduan konsumen. OJK juga sudah mengatur layanan pengaduan konsumen di sini.

Pemberian Pinjaman Diseleksi Ketat

Pinjol yang mengikuti regulasi OJK tidak sembarangan memberikan pinjaman. Amartha misalnya, untuk mendaftar sebagai peminjam, calon peminjam harus mengikuti tes psikometri. Setelahnya, calon peminjam harus menunggu hingga hasilnya apakah bisa menjadi peminjam atau tidak. Sementara untuk pemberi pinjaman atau investor, perlu verifikasi berkas selama 2 x 24 jam.

Akses Aplikasi 

Tongam L. Tobing selaku Ketua Tim Satgas Waspada Investasi OJK mengatakan bahwa pinjaman online yang legal dilarang mengakses semua data pada ponsel pengguna. Lebih jelas, akses aplikasi yang boleh diberikan hanya lokasi, kamera, dan suara.

Nah, jangan sampai salah lagi dalam memilih pinjaman online ya! Kalau masih bingung, kamu bisa pilih Amartha yang merupakan perusahaan fintech p2p lending yang mendapatkan izin usaha dari OJK. Di Amartha kamu bisa mendapatkan keuntungan yang menarik serta menciptakan dampak sosial yang nyata bagi Indonesia, pelajari selengkapnya di www.amartha.com

Please follow and like us:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

FACEBOOK
FACEBOOK
GOOGLE
GOOGLE
https://blog.amartha.com/tips-memilih-pinjaman-di-fintech-peer-to-peer-lending-yang-aman">
LINKEDIN
%d bloggers like this: