Tips Atasi Keuangan Generasi Sandwich

Generasi Sandwich

Generasi sandwich bukanlah generasi yang gemar makan roti sandwich. Generasi sandwich merupakan istilah untuk sebuah generasi yang harus menanggung kebutuhan orang tua dan juga harus menanggung kebutuhan pasangan serta anak-anak. Istilah ini pertama kali dikemukakan oleh pekerja sosial yang bernama Dorothy Miller pada tahun 1981.

Berdasarkan survei Pew Research Center pada 2013 disebutkan bahwa hampir 47% orang-orang yang berusia 40 – 50 tahun memiliki orang tua yang berusia 65 tahun atau lebih, dan juga membesarkan anak yang berusia 18 tahun atau lebih. Sekitar 15% di antaranya bertanggung jawab terhadap kebutuhan finansial orang tua dan anaknya.

Para generasi sandwich ini harus menanggung biaya hidup orang tua, termasuk obat-obatan yang biaya sangat mahal, belum lagi ditambah adanya biaya kebutuhan pribadi. Biaya pendidikan anak-anak juga menyebabkan generasi sandwich harus mengeluarkan biaya ekstra setiap bulannya. Oleh karena itu, generasi sandwich harus memiliki karir dan penghasilan yang bagus. Sayangnya, mendapatkan karir dan penghasilan yang bagus tidak dimiliki oleh seluruh generasi sandwich.

Lalu, apa saja yang bisa dilakukan oleh generasi sandwich untuk memenuhi semua kewajibannya?

Ubah Hobi Jadi Penghasilan Tambahan

Pertama-tama, mengubah hobi menjadi penghasilan tambahan. Hobi adalah hal yang kita sukai. Kita merasa senang saat melakukan hobi tersebut. Gak ada salahnya diubah menjadi penghasilan kan? Misalnya hobi fotografi, penulis/blogger, ataupun hobi masak.

Upgrade Skill

Cara untuk berkompetisi dalam dunia kerja adalah dengan cara terus-menerus meng-upgrade kompetensi yang membuat seseorang lebih unggul dari yang lainnya. Dilansir dari qerja.com ada lima jenis skill yang wajib di upgrade, yaitu communication skill, interpersonal skill, learning skill, management skill, dan problem solving skill.

Melek Finansial

Melek finansial adalah kemampuan pemahaman konsep keuangan dasar seperti inflasi, tabungan, bunga, dan lainnya. Seseorang yang tidak melek finansial akan lebih rentan terhadap kegagalan manajemen keuangan personal. Bagi generasi sandwich, melek finansial adalah hal yang penting dan apabila mereka cerdas dalam mengelola keuangannya, mereka dapat menghasilkan pendapatan pasif di luar pendapatan aktif atau bulanan.

Untuk menambah pendapatan tersebut, generasi sandwich bisa melakukan pendanaan kepada para mitra Amartha. Amartha adalah perusahaan FinTech yang menggunakan platform peer to peer (P2P) lending yang menghubungkan para investor di kota untuk melakukan pendanaan kepada para mitra Amartha di desa. Di Amartha, para anda bisa melakukan pendanaan dengan minimal Rp 3 juta serta mendapatkan imbal hasil hingga 15% per tahun.

Please follow and like us:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

FACEBOOK
FACEBOOK
GOOGLE
GOOGLE
https://blog.amartha.com/tips-atasi-keuangan-generasi-sandwich">
LINKEDIN
%d bloggers like this: