Tips Aman Terhindar Pencurian Data Pribadi Secara Online

|

|

|

Belum lama ini, Data 279 juta penduduk Indonesia diduga bocor dan dijual di forum online. Informasi ini sendiri viral lewat linimasa Twitter berdasarkan sebuah cuitan dari akun Twitter @ndagels dan @nuicemedia.

Dalam cuitannya, kedua akun tersebut mengatakan data 279 juta penduduk Indonesia bocor dan dijual, termasuk data orang yang telah meninggal dunia.

Adapun, data penduduk Indonesia yang bocor meliputi nomor identitas kependudukan (NIK), nomor telepon, alamat, alamat email, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan data pribadi lainnya. Ironisnya, kasus kebocoran maupun pencurian data secara online ini tidak hanya terjadi sekali ini saja.

Jangan Asal Kasih Data Pribadi, Ini Deretan Bahayanya!

Sebelumnya, jutaan data pribadi pelanggan dari sebuah e-commerce juga pernah dicuri dan diperjualbelikan di situs gelap. Hal ini mengungkap bahwa data pribadi yang tersimpan di platform digital saat ini sangat rentan dicuri. Padahal masyarakat semakin bergantung pada platform digital, terutama di tengah pandemi Covid-19 atau Corona yang masih terus berlangsung ini.

Nah, agar lebih aman dan terhindar dari pencurian data secara online, ada baiknya kamu menerapkan beberapa tips berikut ini!

1. Perhatikan Izin Aplikasi Ketika Ingin Mengunduhnya

Ini adalah tips pertama untuk menghindari pencurian data pribadi. Coba periksa dulu izin aplikasi sebelum memutuskan untuk mengunduhnya.

Kamu perlu menjadi kritis, apakah masuk akal aplikasi untuk meminta izin tertentu, seperti mengakses kontak.

Waspadai aplikasi yang meminta akses data yang tak relevan dan jadikan tanda peringatan utama. Ketika kamu menemukan suatu kejanggalan, batalkan mengunduh aplikasi itu!

2. Jangan Klik Tautan yang Mencurigakan

Jika menerima email yang tampak mencurigakan, sebisa mungkin jangan klik tautan apapun atau membuka lampiran dalam surel tersebut. Peretas mungkin mencuri data username dan password akun milikmu jika mengklik tautan tersebut.

3. Selalu Perbarui Perangkat Lunak Secara Berkala

Tips selanjutnya untuk menghindari pencurian data pribadi adalah selalu meluangkan waktu untuk memperbarui sistem operasi di perangkat milikmu. Hal ini sangat penting untuk menjaga keamanan data smartphone milikmu. Pembaruan software membuat kamu selangkah lebih depan dari para peretas dan pencuri data.

Coba sesuaikan pengaturan sehingga perangkat milikmu bisa diperbarui secara otomatis. Bisa dibilang, pembaruan aplikasi layaknya vaksinasi yang bisa melindungi dari berbagai penyakit. Karena itu, kamu wajib untuk senantiasa memperbarui sistem operasi di smartphone milikmu.

4. Jangan Gunakan Password Tanggal Lahir atau Password Lain yang Terlalu Mudah

Biasanya banyak platform online menganjurkan agar pengguna memiliki password yang terdiri dari kombinasi huruf, angka, huruf kapital, dan simbol. Hal ini agar password tidak bisa ditebak dengan mudah.

Sebaliknya password dengan kombinasi angka yang terlalu mudah seperti 111111 atau 123456 atau berisi angka tanggal lahir, sangat mudah ditebak.

Pada tahun 2016, akun Twitter Mark Zuckerberg pernah diretas karena kata kunci ‘dadada’ yang digunakan terlalu mudah ditebak. Selain memilih password yang tidak terlalu mudah, jangan lupa untuk mengganti password secara berkala.

5. Pastikan Keamanan Jaringan yang Digunakan

Walaupun terkesan bisa berselancar sepuasnya tanpa menguras paket data, ada bahaya yang mengintai ketika menggunakan jaringan WiFi publik.

Memakai jaringan WiFi publik tidak selalu aman, karena sangat rentan disusupi hacker jahat yang mencuri data pribadi. Karena itu, sebaiknya jangan gunakan WiFi public, terutama saat melakukan transaksi pembayaran atau membuka akun bank.

6. Selalu Unduh Aplikasi di Tempat Resmi, Yaitu Google Play Store atau AppStore

Satu lagi tips yang perlu kamu terapkan untuk menghindari pencurian data: selalu unduh aplikasi di tempat resmi seperti Google Play Store untuk pengguna Android dan App Store untuk pengguna iOS.

Memang, tak semua aplikasi yang tersedia di sana dapat dipercaya 100 persen, namun jauh lebih baik daripada mengunduh di situs website tak resmi.

Di sisi lain, mengunduh aplikasi dari situs tidak resmi akan meningkatkan risiko ransomware, malware, spyware dan virus trojan yang bisa menginfeksi perangkat milikmu. Bahkan, peretas bisa mengambil kendali penuh atas perangkat milikmu.

Tambah Marak, Ini Cara Laporkan Fintech Pinjaman Online Ilegal

Well, itulah beberapa tips agar terhindar dari pencurian data pribadi secara online. Selamat mencoba!

LANGGANAN EMAIL MONEY+

DAPATKAN INFO TERBARU
TENTANG MONEY+

Team Money+
Money + is financial blog for everyday life. We cover a wide range of everyday life topics including technology, lifestyle, careers, sharia and women empowerment. We strive to make financial easy to understand and fun for everyone!

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Usaha yang Cocok di Tengah Pandemi Corona

Covid-19 atau virus corona sedang mewabah sehingga semua orang harus diam di rumah mengisolasi diri. Tapi kalau begini terus semua aktivitas jadi...

Semua Orang Bisa Jadi Sultan. Investasi di Amartha Mulai dari 100 Ribu Rupiah!

Good News From Amartha!  Dalam rangka mempercepat indeks inklusi keuangan di Indonesia sekaligus menjangkau lebih banyak pendana untuk mendorong...

Profil 9 Naga Penguasa Ekonomi Indonesia

Dalam dunia perekonomian Indonesia, pasti kamu pernah mendengar istilah “9 Naga”. Istilah ini sendiri merujuk kepada tokoh-tokoh pengusaha yang kebanyakan keturunan Tionghoa...

Black Card, Bisa Punya Gak Ya?

Belum lama ini, muncul video viral di TikTok tentang charge card paling istimewa di Dunia yang disebut Black Card.