Tanamkan Hal Ini, Sebelum Berinvestasi

Tanamkan Hali Ini, Sebelum Berinvestasi

Kalau enggak investasi sekarang, kapan lagi? Investasi-lah mulai sekarang sebelum uang Anda habis percuma. Lalu, siapa yang butuh investasi? Bagi sebagian masyarakat, investasi hanya untuk orang yang mempunyai uang “berlebih”. Padahal, berbagai produk investasi sekarang sudah berani dengan dana minimum. Bahkan, ada yang berani mematok dana sekecil-kecilnya.

Sebenarnya, seperti dikutip dari buku “Financial Wisdom” mayoritas masyarakat khususnya pekerja maupun yang sudah berkeluarga adalah yang paling membutuhkan investasi. Untuk apa? Ya, untuk kebutuhan masa depan seperti dana pensiun, pendidikan anak, usaha atau kebutuhan lainnya.

Mengutip quote dari investor tersukses di dunia, Warren Buffet, “Rule No 1 : Never lose money, Rule No. 2 : Never forget rule no. 1”. Nah, jangan menyesal di hari depan jika uang Anda habis percuma. Anda juga harus teliti memilih investasi. Ayo, kelola keuangan lebih baik untuk masa depan cerah.

Ada beberapa hal yang perlu Anda lakukan sebelum berinvestasi, yakni:

Baca Juga: Perbedaan Investasi Jangka Pendek dan Panjang

Siapa yang Butuh Investasi?

Jika salah satu jawabannya adalah untuk memenuhi kebutuhan masa depan, maka Anda sudah siap berinvestasi. Sebelum memulai berinvestasi Anda harus mempunyai mindset untuk masa depan. Mempunyai pikiran ke depan akan memudahkan Anda untuk memulai berinvestasi, meskipun saat ini mungkin belum mempunyai dana.

Investasi dengan Tujuan

Lalu, investasi untuk tujuan apa? “Untuk mempersiapkan dana pensiun atau dana pendidikan anak,” jawab Anda. Berinvestasi dengan tujuan, itulah hal penting sebelum berinvestasi. Anda berinvestasi untuk mempersiapkan kebutuhan hidup untuk masa depan Anda sendiri, keluarga  atau anak.

Risiko Musibah

Anda juga harus memikirkan risiko yang terjadi berupa kehilangan aset atau harta benda akibat pencurian, kecelakaan atau bencana alam. Jika penghasilan Anda memadai, bisa dipertimbangkan untuk memulai investasi dalam berbagai bentuk. Anda bisa menggunakan untuk asuransi, menabung atau berinvestasi.

Gunakan “Latte Factor

Anda belum mempunyai dana yang cukup untuk berinvestasi. Mungkin Anda harus hidup hemat. Survei pada 2016 dari Bustle, sebagian besar orang menghabiskan uang untuk makan diluar.  Kebiasaan minum kopi di kafe, makan bersama teman-teman diluar dan memesan makanan via online juga termasuk dalam survei tersebut. Nah, Anda harus mengikuti cara Latte Factors yang dicetuskan oleh David Bach, perencana finansial dari Amerika Serikat. Menurut David, pengeluaran-pengeluaran kecil harus ditiadakan jika Anda mau berhemat. Misalnya, kopi yang dibeli di coffee shop sekitar Rp 30 ribu. Bayangkan dalam 30 hari, Anda menghabiskan Rp 900 ribu untuk membeli kopi. Jika setahun, Anda membeli kopi dapat menghabiskan Rp 10 juta. Uang itu bisa Anda tabung, berinvestasi atau melakukan pendanaan di peer to peer lending. Banyak hal yang bisa Anda hemat, dari snack, belanja pakaian atau pengeluaran kecil lainnya. Di Amartha, Anda bisa memulai pendanaan sebesar Rp 3 Juta.

Keamanan Investasi

Sebelum berinvestasi Anda juga harus mengetahui keamanan investasi. Baca buku, nonton video dan ikut seminar/workshop tentang investasi. Kemudian, lihat dulu keamanan perusahaan investasi tersebut. Apakah sudah terdaftar Otoritas Jasa Keuangan (OJK)? Bagaimana track recordnya? Apakah aman? Di Amartha kami telah bekerjasama dengan Jamkrindo (Jaminan Kredit Indonesia). Amartha juga sudah  memiliki sistem credit scoring untuk memastikan bahwa penerima dana atau mitra Amartha terseleksi dengan baik, telah terdaftar OJK serta keamanan dalam website dengan sertifikat SSL.

Baca Juga: Boros? Coba Siasati Latte Factor dengan Cara Ini!

Di Amartha, Anda selain melakukan pendanaan juga memberikan dampak sosial. Sebagai platform peer-to-peer lending, Amartha menghubungkan para wirausaha mikro perempuan di pedesaan yang membutuhkan dana  dengan orang-orang baik di kota yang ingin membantu mendanai usaha mereka. Amartha mendorong terciptanya potensi-potensi ekonomi baru di desa, seperti lilin-lilin yang digambarkan oleh Bung Hatta sebagai cahaya yang menerangi Indonesia. Menciptakan kebahagiaan yang lebih merata, melalui investasi yang berdampak sosial.

Nah, tunggu apalagi, jangan sampai Anda menyesal di kemudian hari. Lakukan pendanaan mulai dari sekarang di Amartha.com

Please follow and like us:
FACEBOOK
FACEBOOK
LINKEDIN
%d bloggers like this: