Takut Pinjam Lewat Rentenir, Ibu Sri Pilih Amartha

Takut Pinjam Lewat Rentenir, Ibu Sri Pilih Amartha

Kala itu, Ibu Sri ditawarkan oleh salah satu kerabatnya untuk mengelola warungnya. Namun, dia menolak secara halus bahwa dirinya ingin membuka usahanya sendiri. Dia memang sangat berhati-hati dalam meminjam uang kepada orang lain.

Dia ingin meminjam ke bank atau lembaga keuangan tetapi tidak mempunyai persyaratan yang dapat dipenuhi. Dia pun takut meminjam kepada rentenir. Pasalnya, bunga yang ditawarkan cukup tinggi dan memiliki banyak risiko.

Dia sadar bahwa dalam mengelola usaha sendiri membutuhkan kerja keras yang besar.  Dengan tekad yang kuat, dia memberanikan diri untuk membuka usaha warung makan. Apalagi, keinginan dirinya untuk membantu sang suami yang bekerja sebagai lurah.

“Untungnya, suami saya turut membantu mewujudkan keinginan untuk mempunyai warung makan. Keinginan saya juga dapat menyekolahkan anak-anak dengan layak. Saya ingin membantu suami dengan berusaha,” kata Ibu Sri.

Sejak bergabung dengan Amartha, dia mengaku telah terbantu dengan pembiayaan modal usaha tersebut. Bahkan, dirinya tak perlu repot lagi mendapatkan pinjaman untuk keperluan usahanya. Awalnya, dia meminjam dana usaha sebesar Rp 3 juta. Tahun ini, dia mendapatkan kuncuran dana sebesar Rp 5 juta. “Tahun ini merupakan pinjaman kedua bersama Amartha. Saya berencana untuk membuka cabang warung makan lagi,” Jelasnya.

Dia mengaku nyaman dengan pelayanan yang diberikan Amartha. Bahkan, para petugas lapangan (Business Partner Amartha) kerap berkunjung ke rumah untuk menanyakan perkembangan usahanya. Selain itu, cicilan yang diberikan juga sangat ringan. “Kalau sekarang saya pinjam Rp 5 juta dengan cicilan Rp 130.000 setiap minggunya. Di minggu pertama bulan November ini, cicilannya memasuki minggu ke-26. Ya, saya sangat terbantu dengan adanya Amartha. Cicilannya bisa di angsur per minggu,” ungkapnya.

 Takut Pinjam lewat Rentenir, Ibu Sri Pilih Amartha

Bekerja dari pagi hingga malam tak membuat Ibu Sri lelah. Semangat untuk menyekolahkan anak-anaknya hingga perguruan tinggi selalu ada di benaknya. Kini,  warung makannya sudah memasuki tahun keenam. “Alhamdulillah, saya sudah delapan tahun berusaha warung makan . Warung makan ini berada tepat di depan Puskesmas. Jadi banyak orang-orang dari puskesmas beli makanan ke saya. Ya, semoga tahun ini mempunyai cabang warung makan,” ucapnya dengan semangat.

Ibu Sri mempunyai dua anak yang telah duduk dibangku sekolah. Dia pun bangga dengan hasil usahanya dapat menyekolahkan anak-anaknya dengan baik. “Anak saya yang pertama itu baru lulus SMA, kalau yang satu lagi masih SD. Saya mau terus usaha sampai kebutuhan sekolah anak-anak saya terpenuhi,” tuturnya.

Ibu Sri merupakan salah satu perempuan tangguh yang mempunyai tekad besar untuk menyekolahkan anak-anaknya. Usaha yang telah dibangun enam tahun lalu telah membuahkan hasil. Dia telah meningkatkan taraf kehidupan keluarganya serta berniat membuka cabang warung makan di daerah Klaten, Jawa Tengah. Ibu Sri yang bergabung dengan majelis Ciremai ini mempunyai semangat untuk terus maju. Semangat itulah yang menular kepada para ibu di daerah tersebut. (Eri Tri Anggini/Hans Arthur)

Please follow and like us:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

FACEBOOK
FACEBOOK
GOOGLE
GOOGLE
https://blog.amartha.com/takut-pinjam-lewat-rentenir-ibu-sri-pilih-amartha">
LINKEDIN
%d bloggers like this: