Strategi Investasi Growth Investing

0
701

Dalam melakukan investasi, hendaknya kamu harus selalu melakukannya dengan penuh perhitungan. Di dunia saham sendiri dikenal sebuah strategi yang banyak dilakukan oleh para investor yang disebut dengan growth investing.

Perlu kamu tahu, growth investing merupakan gaya dan strategi investasi yang berfokus pada peningkatan nilai kapitalisasi sang investor. Investor yang melakukan growth investing biasanya akan mencari saham yang berpotensi “tumbuh” atau growth stocks.

Yang dimaksud di sini adalah perusahaan terbilang baru atau masih berskala kecil namun punya potensi pertumbuhan pendapatan di atas rata-rata pada sektor yang mereka jalankan maupun kapitalisasi pasar secara keseluruhan.

Growth investing sangat menarik bagi banyak investor karena membeli saham di perusahaan yang sedang berkembang dapat memberikan return yang mengesankan (selama perusahaan tersebut berhasil berkembang). Namun, hal ini juga sepadan dengan risiko tinggi yang ditimbulkan apabila perusahaan tersebut gagal berkembang.  

Growth investing punya metode yang kontras dengan value investing. Sebab, value investing adalah strategi investasi yang pemilihannya sesuai nilai intrinsik atau nilai buku dari saham tersebut.

Pemahaman Tentang Growth Investing

Investor yang melakukan growth investing biasanya berupaya berinvestasi di industri yang sedang berkembang pesat, di mana teknologi dan layanan baru sedang dikembangkan.

Investor yang melakukan growth investing mencari keuntungan melalui apresiasi kapital, yaitu, keuntungan yang akan mereka capai ketika mereka menjual saham mereka (berlawanan dengan dividen yang diterima saat mereka memilikinya).

Faktanya, sebagian besar perusahaan dengan potensi growth stocks menginvestasikan kembali pendapatan mereka ke dalam bisnis daripada membayar dividen kepada para pemegang saham.

Pada umumnya, perusahaan-perusahaan ini cenderung berskala kecil atau belum lama berdiri dengan potensi yang sangat baik.

Mereka mungkin juga perusahaan yang baru saja melakukan aksi IPO. Ide dari melakukan growth investing adalah bahwa perusahaan tersebut akan makmur dan berkembang, sehingga potensi pertumbuhan pendapatan ini pada akhirnya akan diterjemahkan ke dalam harga saham yang lebih tinggi di masa depan.

Review Buku The Intelligent Investor – Benjamin Graham

Oleh karena itu, growth stocks dapat diperdagangkan pada P/E ratio yang tinggi. Mereka mungkin tidak memiliki penghasilan pada saat ini namun diharapkan punya potensi yang baik di masa depan.

Ini karena mereka mungkin memegang hak paten tertentu atau memiliki akses ke teknologi yang menempatkannya di depan perusahaan lain pada industri yang sama.

Untuk tetap berada di depan para pesaingnya, mereka menginvestasikan kembali keuntungan untuk mengembangkan teknologi yang lebih baru lagi, dan terus berusaha untuk mengamankan paten sebagai cara untuk memastikan pertumbuhan jangka panjang.

Cara Mengevaluasi Perusahaan dengan Potensi Growth Stocks

Investor yang melakukan growth investing melihat potensi pertumbuhan perusahaan atau pasar. Tidak ada formula mutlak untuk mengevaluasi potensi ini sebab membutuhkan tingkat interpretasi individu, berdasarkan faktor objektif dan subjektif, ditambah penilaian pribadi.

Investor yang melakukan growth investing dapat menggunakan metode atau kriteria tertentu sebagai kerangka kerja untuk analisis mereka, tetapi metode ini harus diterapkan dengan mempertimbangkan situasi khusus perusahaan.

Secara khusus, posisinya saat ini dibandingkan dengan kinerja industri masa lalu dan kinerja keuangan historisnya.

Namun, secara umum, Investor yang melakukan growth investing melihat lima faktor utama ketika memilih perusahaan yang dapat memberikan apresiasi kapital ke depannya. Ini termasuk:

1. Historical Earning Growth

Perusahaan yang ideal untuk growth investing adalah yang memiliki earning growth stabil selama lima hingga 10 tahun ke belakang. Pertumbuhan EPS yang baik berbeda-beda, tergantung ukuran perusahaannya. Jika valuasinya lebih dari 4 miliar dolar AS, maka pertumbuhannya harus paling tidak 5%.

Jika ukurannya kurang lebih 400 juta dolar AS hingga 4 miliar AS, pertumbuhan idealnya adalah 7%. Sementara, untuk perusahaan yang lebih kecil dari itu, pertumbuhannya harus paling tidak 12%.

2. Future/Forward Earning Growth

Perusahaan mengumumkan pendapatannya per kuartal atau per tahun. Biasanya, equity analyst akan juga melaporkan earnings estimates atau perkiraan pendapatan suatu perusahaan sebelum pengumuman resminya. Kalau pertumbuhannya di atas rata-rata sektor industri, perusahaan tergolong baik untuk growth investing.

3. Profit Margin

Profit margin adalah angka yang diperoleh dengan mengurangi pengeluaran (tanpa mengikutsertakan biaya pajak) untuk penjualan dan dibagi dengan hasil penjualannya itu sendiri.

Ini juga dikenal sebagai pretax profit margin.Jika sebuah perusahaan menunjukkan peningkatan pretax profit margin dari tahun ke tahun, ia boleh dipertimbangkan untuk growth investing.

4. Return on Equity (ROE)

ROE adalah nilai yang diperoleh dari pembagian net income dengan shareholder equity. Kalau terus meningkat, berarti manajemen perusahaannya bagus dan keuntungan stabil terus didapatkan dari tahun ke tahun. Dengan begitu, bisnisnya efisien dan potensial untuk investasi.

5. Stock Performance

Jika harga saham suatu perusahaan meningkat paling tidak dua kali lipat dalam lima tahun, berarti ini adalah kandidat growth investing yang baik. Peningkatan menunjukkan adanya paling tidak 15% growth rate, yang dinilai sangat besar.

Ketika sebuah perusahaan diharapkan tumbuh, investor tetap bersedia untuk berinvestasi (bahkan pada rasio P/E yang tinggi). Ini karena beberapa tahun ke depan harga saham saat ini mungkin terlihat sangat murah.

Risikonya adalah pertumbuhan tidak berlanjut seperti yang diharapkan. Investor telah membayar harga tinggi dan mengharapkan potensi pertumbuhan namun tidak berhasil mendapatkannya. Dalam kasus seperti itu, harga growth stocks tersebut bisa turun drastis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here