Sosok Sarah Gilbert, Perempuan Inspiratif Penemu Vaksin AstraZeneca

|

|

|

Sarah Gilbert merupakan profesor dan seorang ahli vaksinologi dari Jenner Institute dan Nuffield Department of Clinical Medicine, Universitas Oxford, yang menemukan formula vaksin corona.

Nama Sarah Gilbert mencuat saat videonya viral saat menghadiri ajang Wimbledon 2021 dalam pertandingan Djokovic melawan Jack Draper.

Dalam video tersebut, penonton memberikan standing ovation atas fakta ia membantu menciptakan vaksin virus corona sekaligus rasa kemanusiannya mengenai hak paten vaksin, AstraZeneca. Padahal Sarah bisa saja meraup keuntungan dari penjualan vaksin yang dibuatnya.

“Saya tidak ingin mengambil (hak paten). Sudah seharusnya kita bisa berbagi dan membiarkan semua orang membuat vaksin mereka sendiri.” ujar Sarah dikutip dari Reuters, Selasa (20/7/2021).

Karena kebaikannya itu, Sarah Gilbert mendapatkan gelar kebangsawanan Dame Commander of the Most Excellent Order of the British Empire (DBE) dari kerajaan Inggris atas pengabdiannya pada ilmu pengetahuan dan kesehatan masyarakat. Sarah Gilbert juga dianugerahi Penghargaan Putri Asturias untuk kategori penelitian ilmiah.

Awal Mula Pembuatan Vaksin AstraZeneca

Melansir CNBC Indonesia, dalam pengembangan vaksin Corona, Sarah Gilbert mengaku pada awalnya diketahui ada empat orang yang menderita pneumonia di China pada malam tahun baru 2020. Setelah menerima susunan patogen virus baru yang dikenal sebagai Covid-19, Sarah Gilbert langsung mengembangkan vaksin.

Pada tanggal 30 Desember 2020, vaksin Covid-19 Oxford – AstraZeneca yang dikembangkan bersama dengan Oxford Vaccine Group telah mendapat persetujuan untuk digunakan di Inggris. Dengan persetujuan darurat dari WHO, Astrazeneca kini menjadi salah satu vaksin yang paling banyak digunakan di dunia.

Berdasarkan laporan Lancet, efikasi AstraZeneca mencapai 70% didasarkan atas analisis interim hasil uji klinis tahap tiga di dua negara, yakni Brasil dan Inggris. Adapun standar efikasi minimal vaksin Covid-19 adalah 50%.

Harga vaksin AstraZeneca pun dijual dengan harga yang paling murah dibanding jenis vaksin lainnya. Dikutip dari Observer, harga vaksin AstraZeneca hanya US$ 4 per dosis.

LANGGANAN EMAIL MONEY+

DAPATKAN INFO TERBARU
TENTANG MONEY+

Eri Tri Angginihttp://museumberjalan.id
Lulusan Ilmu Sejarah yang nyasar ke financial services. Kindly check museumberjalan.id untuk dapatkan informasi seputar sejarah & sosial budaya.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Usaha yang Cocok di Tengah Pandemi Corona

Covid-19 atau virus corona sedang mewabah sehingga semua orang harus diam di rumah mengisolasi diri. Tapi kalau begini terus semua aktivitas jadi...

Tambah Marak, Ini Cara Laporkan Fintech Pinjaman Online Ilegal

Ketua Satgas Waspada Investasi (SWI), Tongam L Tobing menyatakan menghentikan 3.056 fintech pinjaman online ilegal. Hingga kini tercatat...

Butuh Dana Cepat? Ini Pilihan Pinjaman Syariah Bebas Riba

Perlu modal besar untuk buka usaha? Pinjam ditempat lain tapi takut riba? Kamu tidak usah khawatir, pasti saja ada solusinya. Kini ada...

Apa Itu TKB90 dan TKW90?

Amartha terus menjalankan prinsip transparansi kepada masyarakat dengan mencantumkan Tingkat Keberhasilan 90 (TKB90) di halaman utama website Amartha.com. Dengan transparansi ini, pemberi pinjaman akan...