Home Amartha Smartphone Masuk Desa, Inovasi Amartha untuk Keuangan Inklusif

Smartphone Masuk Desa, Inovasi Amartha untuk Keuangan Inklusif

|

|

|

Artikel ini ditulis oleh Hadi Wenas, Chief Commercial Officer Amartha

Inklusi keuangan digital telah banyak membantu masyarakat yang berada di piramida terbawah untuk lebih berdaya secara ekonomi. Bank Dunia dalam laporannya belum lama ini menyebut bahwa perluasan penggunaan layanan keuangan digital mendukung pembangunan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.

Layanan keuangan digital, yang didukung oleh financial technology (fintech), berpotensi menurunkan biaya dengan memaksimalkan skala ekonomi, meningkatkan kecepatan, keamanan, dan transparansi transaksi, serta memungkinkan layanan keuangan yang lebih disesuaikan untuk melayani masyarakat prasejahtera.

Bahkan di masa krisis akibat pandemi Covid-19, peran layanan keuangan digital semakin diandalkan untuk bisa membantu masyarakat miskin bangkit kembali. Kami di Amartha, sebuah layanan pinjam meminjam berbasis teknologi informasi dengan konsep peer-to-peer lending yang khusus membiayai perempuan di desa, sudah membuktikan itu.

Hadir sejak 2010, Amartha telah mendistribusikan pendanaan bagi perempuan di pedesaan di Indonesia. Amartha mendistribusikan dana untuk menambah modal kerja yang meningkatkan produktivitas dan penghasilan perempuan pelaku usaha mikro dan ultra mikro di desa.

Dalam kiprahnya yang sudah berjalan 6 tahun sebagai lembaga microfinance dan 4 tahun dalam rupa teknologi finansial atau tekfin P2P Lending, Amartha merupakan satu-satunya tekfin dengan target pasar ultra mikro di pedesaan.

Total pangsa pasar pembiayaan ultra mikro perempuan di Indonesia sendiri sangat besar, mencapai 22 juta-25 juta pelaku usaha. Sebuah pasar besar yang jarang dilayani oleh lembaga keuangan, baik konvensional maupun tekfin, karena memang terlalu masuk ke pelosok.

Banyak tantangan harus dihadapi dalam menggarap segmen yang selama ini dipandang kurang legit ini, seperti kurangnya akses internet, keterbatasan pengetahuan soal manajemen keuangan, kurangnya keterampilan, dan sebagainya. Di sinilah Amartha membantu akses perempuan desa ke modal usaha dengan biaya yang terjangkau.

Khusus untuk akses internet, riset Amartha bersama Center for Digital Society (CFDS) Universitas Gadjah Mada pada 2019 menemukan bahwa 62,5% peminjam Amartha tidak mempunyai perangkat yang memungkinkan mereka terhubung ke internet.

Bahkan, bagi yang sudah memiliki perangkat pun belum sepenuhnya mampu memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Padahal, dari sisi pendana (lender) Amartha sudah sangat terdigitalisasi lewat aplikasi mobile atau online.

Kami percaya bahwa akses lebih baik terhadap teknologi informasi dan komunikasi dapat membantu pengembangan ekonomi dan sosial perempuan di daerah pedesaan. Smartphone bukan sekadar alat komunikasi atau bermedia sosial, tetapi juga alat kerja yang penting, seperti untuk sarana perdagangan dan membuka akses pasar yang lebih luas.

Oleh karena itu, Amartha berupaya untuk meningkatkan inklusi keuangan digital melalui penciptaan produk yang sesuai dengan kebutuhan sektor UMKM informal dengan menerapkan framework strategi inklusi keuangan yang terdiri dari tiga pilar, yaitu pertama menciptakan produk keuangan yang sederhana dan mudah dimengerti oleh mereka. Kedua adalah mengurangi biaya transaksi dengan menghadirkan layanan keuangan digital di tempat tinggal pengguna, termasuk dengan cara difasilitasi agen di lapangan misalnya. Ketiga, mengurangi barrier of access yang tidak hanya dipengaruhi oleh faktor geografis tetapi juga faktor pengetahuan dan infrastruktur digital.

Kesejahteraan sendiri dapat dibangun dengan meningkatkan pendapatan, mengurangi pengeluaran, serta adanya proteksi. Inilah alur yang akan ditempuh.

Smartphone masuk desa adalah langkah penting berikutnya setelah selama ini Amartha berhasil mengakselerasi upaya peningkatan kesejahteraan pelaku UMKM perempuan di desa lewat modal kerja. Amartha akan memberikan layanan produk bundle cicilan modal kerja dan cicilan alat bantu kerja (smartphone), pembayarannya akan dilakukan bersamaan seminggu sekali sewaktu kumpulan kelompok yang sudah berjalan selama 50x.

Hasil riset internal kami mencatat ketertarikan lebih dari 65% terutama dari mitra-mitra kami yang berada di pedesaan yang terlalu jauh dari perkotaan.

Bersamaan dengan mulai berjalannya peningkatan akses terhadap smartphone, Amartha juga mengenalkan program belanja borongan yang akan membuat kelompok mitra lebih hemat dalam pengeluaran mereka.

Belanja borongan akan membuat harga barang yang dibayar mitra lebih murah daripada jika mereka belanja secara individu. Apalagi, dalam program ini pembayaran barang belanjaan bisa dilakukan belakangan. Dengan adanya belanja borongan, kami mengajarkan cara berhemat.

Program belanja borongan akan menyambungkan mitra Amartha dengan warung yang levelnya di atas mitra dan menciptakan demand baru. Warung-warung ini pun bisa masuk dalam ekosistem Amartha serta berkesempatan didanai oleh lender dengan term yang lebih pendek. Dengan konsep “warung loan”, pendana dapat memberikan pinjaman 1-2 juta ke mitra warung dengan tenor pendek.

Selanjutnya adalah program tabungan. Ini sejalan dengan fakta yang ditemukan dalam penelitian CFDS (2019) bahwa mayoritas peminjam Amartha tidak memiliki keanggotaan pada institusi keuangan formal karena akses terhadap institusi keuangan formal itu dirasa sulit. Aktivitas menabung jadi bagian penting dari inklusi keuangan karena bisa jadi sarana perlindungan kekayaan dan tujuan masa depan.

Layanan-layanan ini akan berkembang terus sesuai dengan kebutuhan dan situasi mitra. Kami tahu ini jalan terjal yang tidak mudah dilalui, tetapi sebagai impact first company kami tidak akan meninggalkan mereka.

Dan sebagai fintek, inovasi-inovasi ini penting terus dilakukan untuk membangun ekosistem keuangan inklusif yang efisien dan mensejahterakan semua stakeholders.

LANGGANAN EMAIL MONEY+

DAPATKAN INFO TERBARU
TENTANG MONEY+

Hadi Wenas
Clown to my kids, Wiki to my wife, Tech professional “killers” on weekdays, Hypnotherapist on weekends. Most find me like-a-bull, some find me likeable

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Usaha yang Cocok di Tengah Pandemi Corona

Covid-19 atau virus corona sedang mewabah sehingga semua orang harus diam di rumah mengisolasi diri. Tapi kalau begini terus semua aktivitas jadi...

Ini Daftar Negara Termiskin di Dunia, Ada Indonesia Gak Ya?

Setiap negara di dunia diklasifikasikan menjadi 3, yaitu negara miskin, berkembang, dan maju. Dalam klasifikasi ini setiap organisasi dunia memiliki indikatornya...

Apa Itu TKB90 dan TKW90?

Amartha terus menjalankan prinsip transparansi kepada masyarakat dengan mencantumkan Tingkat Keberhasilan 90 (TKB90) di halaman utama website Amartha.com. Dengan transparansi ini, pemberi pinjaman akan...

Butuh Dana Cepat? Ini Pilihan Pinjaman Syariah Bebas Riba

Perlu modal besar untuk buka usaha? Pinjam ditempat lain tapi takut riba? Kamu tidak usah khawatir, pasti saja ada solusinya. Kini ada...