Home Money+ Sejarah dan Aturan Tunjangan Hari Raya (THR)

Sejarah dan Aturan Tunjangan Hari Raya (THR)

|

|

|

Sudahkah anda mendapat Tunjangan Hari Raya (THR)? Pada bulan Ramadan, para pegawai menunggu pembayaran THR oleh perusahaan. Biasanya, perusahaan akan memberikan THR pada akhir bulan Ramadan.

Tetapi tahukah anda awal mula THR dibayarkan? THR  sudah ada sejak Pemerintahan Presiden Soekarno. Pada 1951, kabinet Soekiman Wirjosandjojo memberikan THR kepada pamong praja (kini pegawai negara sipil). Kala itu, pemberian THR diberikan untuk meningkat kesejahteraan para pamong praja.

Awal Mula THR

Kala itu, Kabinet Soekiman memberikan THR kepada pegawai sebesar Rp 125 – 200 atau zaman sekarang sekitar Rp 1,1 juta – Rp 1,7 juta serta tunjangan lain seperti beras dan bahan pokok lainnya. Seiring berjalannya waktu, pembayaran THR ini juga dilakukan oleh perusahaan-perusahaan swasta. Hingga kini, semua perusahaan swasta, negeri dan pemerintah memberikan THR kepada pegawai-pegawainya.

THR adalah pendapatan non upah yang wajib dibayarkan pengusaha kepada pekerja atau keluarganya menjelang hari raya keagamaan di Indonesia. THR ini wajib dibayarkan paling lambat tujuh hari sebelum hari raya keagamaan.

Hari raya keagamaan yang dimaksud adalah hari raya Idul Fitri bagi pekerja yang beragama Islam, hari raya Natal bagi pekerja yang beragama Kristen Katholik dan Protestan, hari raya Nyepi bagi pekerja beragama Hindu, hari raya Waisak bagi pekerja beragama Budha dan hari raya Imlek bagi pekerja yang beragama Konghucu.

Soekirman Wirjosandjojo

Peraturan THR

THR telah tercantum pada Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan (“Permenaker 6/2016”).

Seperti dilansir dari Wikipedia, di dalam Pasal 3 angka 2 Permenaker 6/2016 disebutkan bahwa pekerja atau buruh yang mempunyai masa kerja satu bulan diberikan secara proporsional sesuai masa kerja. Ketentuan ini berbeda dengan ketentuan sebelumnya yang menetapkan bahwa pekerja atau buruh yang berhak mendapatkan THR adalah yang memiliki masa kerja minimal tiga bulan. Dengan berlakunya Peraturan ini, maka Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. Per-04/MEN/1994, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Perhitungan THR

Jika gaji anda per bulan sebesar Rp 5 juta, maka pembayaran THR sesuai dengan gaji anda yakni Rp 5 juta, namun hanya berlaku bagi anda yang sudah bekerja lebih dari satu tahun. Jika anda baru bekerja 5 bulan, maka anda akan mendapatkan THR sekitar Rp 2 juta.

 (5 x Rp.5.000.000) ÷ 12 = Rp. 2.083.333,333

Nah, agar THR anda dapat digunakan dengan baik. Alangkah baiknya, anda memulai pendanaan di fintech peer to peer lending. Apalagi, banyak keuntungan yang anda dapat. Selain membantu usaha para peminjam, anda juga mendapatkan keuntungan hingga 15 persen.

LANGGANAN EMAIL MONEY+

DAPATKAN INFO TERBARU
TENTANG MONEY+

Team Money+
Money + is financial blog for everyday life. We cover a wide range of everyday life topics including technology, lifestyle, careers, sharia and women empowerment. We strive to make financial easy to understand and fun for everyone!

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Usaha yang Cocok di Tengah Pandemi Corona

Covid-19 atau virus corona sedang mewabah sehingga semua orang harus diam di rumah mengisolasi diri. Tapi kalau begini terus semua aktivitas jadi...

CEO Letter: Dukungan untuk Sektor Usaha Mikro Indonesia

Kepada Pendana Amartha yang terhormat,Semoga Anda dan keluarga dalam keadaan sehat sepenuhnya. Di tengah pandemi COVID-19 yang sedang berlangsung,...

Apa Itu TKB90 dan TKW90?

Amartha terus menjalankan prinsip transparansi kepada masyarakat dengan mencantumkan Tingkat Keberhasilan 90 (TKB90) di halaman utama website Amartha.com. Dengan transparansi ini, pemberi pinjaman akan...

7 Amalan Sunnah di bulan Ramadhan yang Bikin Ibadahmu Makin Berkah

Akhirnya bulan yang dinanti-nanti oleh seluruh umat muslim di berbagi penjuru dunia tiba, Ramadhan yang penuh berkah, hikmah dan ampunan, karena berbagai...