Home Finance Sebelum Terlambat, Pahami Untung Rugi P2P Lending Konsumtif dan Produktif

Sebelum Terlambat, Pahami Untung Rugi P2P Lending Konsumtif dan Produktif

|

|

|

Di era digital yang berkembang sangat pesat ini, masyarakat menjadi semakin familiar dengan berbagai pilihan layanan secara online, termasuk dalam hal pengajuan pinjaman. Alih meminjam di bank dengan sistem yang konvensional, saat ini telah hadir alternatif pinjaman online melalui financial technology (fintech).

Fenomena layanan fintech jadi semakin populer beberapa tahun belakangan ini dan ada berbagai macam jenisnya, salah satunya yaitu Peer to Peer (P2P) Lending. Nah, buat kamu yang belum mengetahui cara kerjanya, terlebih dahulu akan dibahas apa itu Peer to Peer (P2P) Lending. P2P Lending merupakan layanan jasa keuangan yang mempertemukan pemberi pinjaman (lender) dengan penerima pinjaman (borrower) melalui sistem elektronik secara online.

5 Perusahaan P2P Lending Terbaik di Indonesia

Perlu kamu tahu, terdapat dua pendekatan menuju konsep Peer to Peer (P2P) Lending, yakni sebagai peminjam atau sebagai pendana. Layanan Peer to Peer (P2P) Lending ini berbasis teknologi informasi, jadi peminjam dan pemberi pinjaman melakukan segala proses transaksinya berbasi teknologi informasi.

Skema pendanaan gotong royong seperti Peer to Peer (P2P) Lending ini memungkinkan para peminjam yang pengajuan pinjamannya ditolak oleh bank atau institusi formal lainnya untuk mendapatkan modal alternatif dari akumulasi dana dari lender yang telah dihimpun platform P2P lending.

Ketika melakukan proses transaksi pada P2P Lending ini akan ada bunga yang diperoleh oleh lender per bulan atau per tahun. Sedangkan borrower akan dikenakan bunga setiap bulannya dari pinjaman yang diajukan itu, bunga yang diberikan juga tergantung dari kesepakatan (agunan, nilai pinjaman dan sebagainya) yang dibuat saat pengajuan pinjaman.

Pada perkembangannya, layanan Peer to Peer (P2P) Lending terbagi lagi menjadi dua jenis yaitu P2P Lending Produktif dan P2P Lending Konsumtif. Lantas, apa sih sebenarnya perbedaanya? Berikut pembahasannya!

1. P2P Lending Konsumtif

Jenis P2P Lending yang satu ini sering juga disebut sebagai Payday Loan. Sumber pinjaman P2P Lending Konsumtif biasanya berasal dari 2 jenis lender yaitu Crowdfunding dan Super Lender. Dalam memberikan pinjaman, P2P Lending Konsumtif umumnya menerapkan bunga harian, mulai dari 0,8% sampai 300% per tahun. Penyelenggara P2P Lending Konsumtif mendapatkan keuntungan dari biaya bunga yang diterapkan serta dari potongan biaya administrasi di awal dari borrower.

Dari segi tenor pinjaman, pinjaman dari P2P Lending Konsumtif biasanya harus dibayarkan pada satu waktu dengan durasi singkat, misalnya mulai dari satu minggu sampai 30 hari. Untuk penilaian risikonya, P2P Lending Konsumtif umumnya juga tidak mempertimbangkan kondisi finansial borrower. Kemampuan finansial borrower untuk mengembalikan pinjaman kerap diabaikan selama syarat pengajuan sudah terpenuhi, misalnya hanya dengan telah mempunyai Kartu Tanda Penduduk (KTP).

2. P2P Lending Produktif

Pada jenis ini, modal dari lender akan digunakan oleh borrower untuk menjalankan kegiatan usaha. Sederhananya, dana dari lender akan turut membantu kegiatan usaha yang tengah membutuhkan dana tambahan selaku borrower. Berbeda dengan P2P Lending Konsumtif, P2P Lending Produktif umumnya tidak mengaplikasikan bunga harian. Tingkat bunganya juga terhitung rendah, mulai dari 5% sampai 31% per tahun.

Perbedaan lainnya yaitu penyelenggara P2P Lending Produktif tidak mengambil keuntungan dari biaya bunga yang sepenuhnya menjadi milik lender. Namun, P2P Lending Produktif tetap memotong biaya administrasi dari borrower. Meski begitu, keuntungan dari biaya administrasi tersebut dimanfaatkan untuk kegiatan mitigasi risiko yang bermanfaat bagi penyelenggara P2P Lending Produktif, lender, maupun borrower.

Dari segi tenor pinjaman, biasanya pinjaman dari P2P Lending Produktif punya durasi mulai dari satu bulan, enam bulan, sampai satu tahun. Penyelenggara P2P Lending Produktif umumnya juga menawarkan jenis pembayaran fleksibel sehingga borrower dapat memilih ingin membayar bunga saja setiap bulan kemudian bunga plus pokok di akhir tenor, atau bunga dan pokok pinjaman setiap bulan sesuai persetujuan di awal yang telah disepakati oleh kedua belah pihak.

Untuk penilaian risikonya, Penyelenggara P2P Lending Produktif cenderung sangat mempertimbangkan kondisi finansial peminjam dengan melakukan analisis kredit untuk menentukan risiko peminjam secara keseluruhan. Hal ini dilakukan untuk menekan angka Non Performing Loan (NPL).

Nah, salah satu platform Peer to Peer (P2P) Lending Produktif yang aman dan tepercaya adalah Amartha. Sebagai informasi, Amartha adalah perusahaan pionir dalam layanan fintech peer to peer lending (P2P) yang menghubungkan pendana urban dengan pengusaha mikro di pedesaan. Hingga saat ini tercatat sudah ada lebih dari 500.000 perempuan di seluruh penjuru Indonesia telah menjadi mitra Amartha untuk diberdayakan. Yuk, bergabung di Amartha!

LANGGANAN EMAIL MONEY+

DAPATKAN INFO TERBARU
TENTANG MONEY+

Team Money+
Money + is financial blog for everyday life. We cover a wide range of everyday life topics including technology, lifestyle, careers, sharia and women empowerment. We strive to make financial easy to understand and fun for everyone!

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Usaha yang Cocok di Tengah Pandemi Corona

Covid-19 atau virus corona sedang mewabah sehingga semua orang harus diam di rumah mengisolasi diri. Tapi kalau begini terus semua aktivitas jadi...

Apa Itu TKB90 dan TKW90?

Amartha terus menjalankan prinsip transparansi kepada masyarakat dengan mencantumkan Tingkat Keberhasilan 90 (TKB90) di halaman utama website Amartha.com. Dengan transparansi ini, pemberi pinjaman akan...

Pendanaanmu Makin Aman dengan Promo Premi Asuransi 100%! #KitaJanganMenyerah

Dengan semangat #KitaJanganMenyerah, yuk terus dukung Ibu Mitra Amartha untuk bangkit di tengah kondisi pandemi COVID-19 ini! Cek marketplace...

Butuh Dana Cepat? Ini Pilihan Pinjaman Syariah Bebas Riba

Perlu modal besar untuk buka usaha? Pinjam ditempat lain tapi takut riba? Kamu tidak usah khawatir, pasti saja ada solusinya. Kini ada...