#SaatnyaPerempuan Berpartisipasi di Era Digital

0
56

Literasi digital merupakan salah satu masalah yang tengah dihadapi oleh Indonesia. Dalam hal ini, Indonesia mengalami kesenjangan digital yang besar antara perempuan dan laki-laki. 

Di bidang literasi digital, perempuan masih berperan sebagai konsumen sementara laki-laki sudah lebih dari itu. Nafesh Clarke dalam forum Kesetaraan Gender di Chatham House pun mengungkapkan “In tech, it’s a man’s world” sebagai gambaran digital gap antara laki-laki dan perempuan. 

Ada banyak kendala yang dialami perempuan dalam mengakses teknologi informasi, seperti keterampilan dan pendidikan yang rendah, biaya akses internet, keterbatasan waktu, hingga keterampilan manajemen dan komputer yang tidak memadai.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Amartha bersama CFDS, sebanyak 62,5% perempuan di pedesaan tidak memiliki perangkat yang memungkinkan mereka terhubung ke internet. Salah satu hal yang melatarbelakangi hal tersebut adalah akses pendidikan yang mayoritas adalah tamatan Sekolah Dasar (SD). 

Padahal, hasil riset McKinsey Global Institute memperkirakan dengan adanya peningkatan kesetaraan gender dapat menambah nilai hingga 12 triliun AS per tahun ke perekonomian dunia di tahun 2025 mendatang.

Dengan demikian, cara-cara apa saja yang bisa dilakukan untuk menumbuhkan partisipasi perempuan di bidang literasi digital? 

Amartha Mikro Fintek, perusahaan investasi P2P Lending yang menghubungkan pendana urban kepada perempuan pengusaha ultra mikro di pedesaan bekerjasama dengan Binar Academy, sekumpulan profesional yang berdedikasi untuk mendidik generasi mendatang yang memiliki semangat untuk belajar dan mencari pengalaman praktis di dunia teknologi digital mengadakan Instagram Talk.

Dengan mengangkat tema The Time Is Now! #SaatnyaPerempuan Maju: Partisipasi Perempuan di Era Digital, acara akan diadakan pada hari Kamis, 4 Maret 2021 pukul 19.00 WIB.

Yuk tandai kalendarmu!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here