Rumah Sewa atau Beli? Begini Perbedaan Perhitungannya

0
45

Jika kamu memutuskan untuk menyewa rumah atau apartemen, satu hal yang perlu kamu perhatikan dari rumah sewa adalah bagaimana menghitung biayanya. Apakah jauh lebih murah dari membeli?

Faktanya, kalau kamu membeli rumah dan masih bimbang apakah harus di biarkan, dikontrakkan atau di jual? Semua ini penting untuk diperhitungkan. Baca artikel ini sampai habis untuk cara jitu perhitungan sewa rumah atau beli.

Perhitungan Rumah Sewa atau Beli Cukup Mudah

Perhitungan ini terasa cukup sederhana, namun sangat penting. Hal ini dilakukan demi membantumu memperkirakan dana dan biaya yang diharapkan pada sebuah rumah sewa per tahunnya.

Setelah berhasil memperhitungkan biaya kamu nantinya bisa membuat keputusan yang tepat. Mengingat hal ini akan mempengaruhi masa depanmu dan arus kas yang stabil.

Apa Membeli Rumah Juga Membuahkan Hasil?

Membeli rumah yang nantinya bisa digunakan sebagai penghasilan uang dingin bisa menjadi harapanmu di masa depan. Hal ini membantumu untuk memvisualisasikan seberapa cepat kamu menghasilkan laba atas investasi ini. Rumah beli jika kamu pada akhirnya tidak menempati bisa kamu jadikan rumah untuk sewa atau menjualnya saja.

Dinyatakan sebagai persentase dari harga pembelian awal dan didasarkan pada pengembalian tahunan. Oleh karena itu, menyewakan rumah dengan imbal hasil 10% akan mengembalikan investasi awal dalam waktu 10 tahun (10% x 10 = 100%). Sebuah properti dengan hasil 5% akan memakan waktu dua kali lebih lama (20 tahun) untuk membayar kembali investasi awal (5% x 20 = 100%).

Baca Juga: Mau Beli Rumah KPR? Ini Cara Hitung KPR Rumah

Bagaimana Menghitung Perhitungan Hasil?

Saat menghitung beli untuk menemukan hasil, kamu hanya perlu mengetahui dua angka – pendapatan sewa tahunan yang diharapkan dari penyewaan rumah, dan harga yang kamu bayar.

Jika kamu sudah familiar dengan dua angka ini, rumus untuk menghitungnya sederhana:

(Pendapatan Sewa Tahunan Harga Pembelian) x 100 = % Hasil

Dalam rumus ini, kamu akan menjumlah dalam kurung terlebih dahulu, lalu kalikan jawabannya dengan 100. Misalnya, jika kamu membeli properti seharga Rp150juta dan kamu berekspektasi untuk menerima Rp90juta setahun dari pendapatan sewa, perhitungan rumah sewa dan beli akan terlihat seperti ini: (90juta + 150juta) x 100 = 6% laba.

Hasil Kotor vs. Hasil Bersih

Perhitungan di atas adalah perhitungan hasil kotor dan merupakan metode paling sederhana dan paling umum untuk menghitungnya. Karena hal ini didasarkan pada angka yang sangat sederhana karena hanya terlihat pada harga yang kamu bayarkan dan total pendapatan rumah sewa, tanpa memperhitungkan biaya apa pun.

Untuk perhitungan yang lebih rinci, kamu perlu menghitung hasil bersih sebuah properti. Dengan ini, kamu akan mengurangi biaya apa pun dari pendapatan sewa tahunan sebelum membaginya dengan harga pembelian. 

Biaya dapat mencakup hal-hal seperti biaya agen sewa, periode ketika properti tidak digunakan, tagihan pemeliharaan dan perbaikan, dan sebagainya. Hasil bersih sulit untuk dihitung secara akurat, karena banyak biaya yang tidak diketahui. Oleh karena itu biasanya digunakan untuk melihat kinerja sebelumnya daripada memperkirakan kinerja yang akan datang.

Masih Bimbang Mau Sewa Rumah Atau Beli?

Dalam hal properti memang kamu harus memikirkan matang-matang sebelum mengambil keputusan. Pada akhirnya keduanya juga sama-sama menguntungkan. Apabila kamu membeli rumah dan nantinya akan jadi rumah sewa pun hasil yang kamu terima cukup untuk menopangmu di hari tua. 

Namun, jika kamu masih ragu mulailah dengan berinvestasi sederhana bersama Amartha. Modalin ibu-ibu UMKM mulai dengan 100 ribu, kamu sudah menanam investasi hari tuamu. 

Tidak hanya itu, dengan Amartha, kamu sudah turut andil dalam memajukan bisnis pengusaha mikro dengan memodali mereka. Dapatkan imbal hasil hingga 15% flat per tahun!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here