Punya Uang 3 Juta? Pilih Investasi Reksadana atau P2P Lending

3
95

Tahukah anda, ada sebuah pertanyaan serius yang sering ditanyakan dari mereka yang berminat untuk sedang memperlajari cara berinvestasi, “Jika memiliki uang 3 juta rupiah, investasi apa yang menguntungkan untuk saya?

Banyak orang yang harus gigit jari dan gagal untuk mulai berinvestasi kemudian mengurungkan niatnya berinvestasi. Alhasil uang yang dimilikinya segera habis untuk kegiatan konsumtif.

Padahal investasi adalah salah satu cara yang bisa dilakukan bagi banyak orang untuk mengembangkan penghasilannya. Berinvestasi memang bisa berjalan sangat efektif sehingga menghasilkan peningkatan pendapatan dan keuangan, namun dengan syarat.

Bila seorang yang menjalankannya mampu memilihnya dengan tepat dan efektif. Pemilihan produk investasi memang akan menentukan perjalanan sebuah keuntungan investasi ke depannya.

Jika sebelumnya kita membahas investasi emas dan resiko investasi deposito. Kini kita akan menakar mana investasi yang lebih menguntungkan, investasi reksadana atau P2P Lending?

Investasi Uang Di Reksadana

Meski telah lama menjadi salah satu favorit investor untuk investasi uang mereka, namun tidak sedikit orang yang belum mengetahui apa itu investasi reksadana.

Secara harfiah, reksadana merupakan salah satu instrumen investasi yang ada pada pasar modal dan dikelola oleh manajer investasi.

Reksadana adalah sebuah wadah yang mengimpun dana masyarakat dan pemodal besar. Setelah terkumpul, dana tersebut kemudian akan diinvestasikan kembali ke dalam portofolio efek.

Sebelum menjatuhkan uang Anda di reksadana, pastikan Anda mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan reksadana seperti istilah-istilah, jenis-jenis reksadana, dan cara kerja. Inilah yang menjadi tantangan awal bagi mereka yang berminat di investasi reksadana.

Memahami Investasi RDPU dan RDPT, Apa Bedanya?

Secara umum, investasi reksadana dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan metode lump sum atau secara bertahap. Metode lump sum adalah metode dengan menaruh dana besar sekaligus untuk tujuan investasi jangka panjang.

Sementara investasi reksadana secara bertahap dilakukan dengan setoran bulanan. Investasi ini sangat pas bagi anda para investor yang memiliki modal minim. Saat melakukan investasi reksadana, investor tidak bisa mematok sebuah range keuntungan atau imbalnya.

Bagaimana dengan menginvestasikan uang di P2P Lending?

Investasi Uang di P2P Lending

investasi amartha

Semakin berkembangnya startup Financial Technology (Fintech) yang memanfaatkan P2P Lending sebagai platformnya merupakan trend positif yang merubah iklim investasi di Indonesia.

Meski baru populer beberapa tahun belakangan, namun investasi melalui platform P2P Lending mulai menjadi buruan para investor.

Salah satu startup Fintech P2P Lending yang berhasil membuktikan kinerjanya adalah Amartha.

Amartha merupakan perusahaan investasi terbaik yang menghubungkan investor kepada peminjam khususnya perempuan pengusaha mikro di pedesaan secara online melalui website dan aplikasi.

Fokus pada pemberdayaan perempuan di pedesaan adalah pembeda Amartha dengan P2P Lending lainnya. Dengan kata lain, investor tidak hanya mendapatkan keuntungan materi hingga 15% flat per tahun tetapi juga dampak sosial.

Pengusaha Mikro Perempuan Amartha
Mitra usaha Amartha yang merupakan ibu-ibu di pedesaan.

Dalam operasionalnya, Amartha meminimalisir risiko investasi dengan menerapkan sistem tanggung renteng atau group lending. Adanya Group Lending mewajibkan calon peminjam membentuk kelompok yang terdiri dari 15 hingga 25 anggota di wilayahnya.

Dengan diterapkannya sistem tersebut bila ada peminjam modal yang tidak dapat membayar pinjaman, maka anggota lain akan melakukan tanggung renteng, yaitu pembayaran sementara akan ditanggung oleh peminjam lainnya yang berada dalam satu grup (Group Lending).

Bagaimana menurut Anda, lebih untung cara investasi melalui reksadana atau P2P Lending?

3 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here