Tegas dan Disiplin, Ini 5 Hal Yang Dilakukan Ibu Yani Sebagai Ketua Majelis

|

|

|

Sri Yani, atau yang dikenal dengan panggilan Ibu Yani sudah menjadi mitra Amartha sejak tahun 2020. Usaha yang dijalani oleh Ibu Yani adalah kedai sembako dan makanan, yang mana sudah enam tahun berjalan. Di Amartha, ia merupakan ketua majelis Pelawi Utara Datuk 01 dan memiliki 19 anggota.

Dalam memegang amanah sebagai ketua majelis, Ibu Yani terkenal sangat tegas dan disiplin kepada para anggotanya. Bahkan, ada anggota majelis lain yang merasa heran akan sikap Ibu Yani yang tegas, mau berbagi dan melakukan banyak hal untuk anggota majelisnya. 

6 Pahlawan Desa Amartha Menangkan Perempuan Tangguh Awards 2021

Ada lima hal yang dilakukan Ibu Yani selama menjabat sebagai ketua majelis: 

  1. Menyimpan semua nomor handphone anggota majelis untuk mempermudah komunikasi dan koordinasi;
  2. Melakukan konfirmasi pada sehari sebelum pelayanan terkait kehadiran masing-masing anggota majelis. Selain itu, Ibu Yani juga mengingatkan anggotanya untuk selalu hadir 10 menit sebelum pelayanan karena petugas Amartha sendiri tidak pernah terlambat;
  3. Bila ada yang tidak hadir, maka Ibu Yani akan langsung datang ke rumah Ibu Mitra untuk memastikan apa alasan anggotanya tidak hadir;
  4. Bila ada yang terlambat (tidak ada kabar) Ibu Yani akan menghubungi via telepon atau menjemput Ibu Mitra kerumahnya bila ada kendala;
  5. Memastikan pembayaran 100% dan tidak ada tunggakan;

Selama menjabat sebagai ketua majelis, ada banyak suka duka yang dialami oleh Ibu Yani. Ia merasa senang ketika semua anggotanya hadir dan tepat waktu saat pelayanan. Sementara itu, ia merasa sedih apabila ada anggota yang tidak hadir dan tanpa ada alasan yang jelas. 

Salah satu anggota majelis, Ibu Lamtiur mengatakan Ibu Yani adalah ketua yang tegas, disiplin, dan bertanggungjawab. “Waktu Babalan banjir, Ibu Yani langsung datang ke rumah saya sama anggota yang lain-lain, ambil uang angsuran. Ibu Yani juga semangatin kita dalam menghadapi bencana ini.” kenangnya. 

Menurut Ibu Yani, kewajiban tetap harus dijalankan apapun kondisinya, karena tim dari Amartha juga sudah menjalankan tanggung jawab dari sisi mereka dengan sebaik mungkin.

Jadi Advocate G20 Empower, Amartha Komitmen Dukung Kesejahteraan Ekonomi Perempuan Indonesia

Di akhir wawancara, Ibu Yani memberikan sedikit tips kepada para ketua majelis lain. Katanya, salah satu cara menerapkan kedisiplinan kehadiran dalam tim bisa dimulai dengan menjaga komunikasi dengan para anggota. Hal tersebut ia lakukan karena adanya suara dari anggota majelisnya yang masih membutuhkan modal usaha setelah pembiayaan kali ini selesai. 

Ketegasan dan kedisiplinan Ibu Yani dalam memimpin anggotanya membuat performa majelisnya lebih unggul dibanding yang lainnya. Untuk itu, Amartha memilih Ibu Yani sebagai salah satu pemenang Perempuan Tangguh Awards 2021 kategori Women Leader of The Year dari Pulau Sumatera dan berhak mendapatkan tambahan modal usaha senilai Rp3.500.000 serta dekorasi usaha.

LANGGANAN EMAIL MONEY+

DAPATKAN INFO TERBARU
TENTANG MONEY+

Team Money+
Money + is financial blog for everyday life. We cover a wide range of everyday life topics including technology, lifestyle, careers, sharia and women empowerment. We strive to make financial easy to understand and fun for everyone!

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Usaha yang Cocok di Tengah Pandemi Corona

Covid-19 atau virus corona sedang mewabah sehingga semua orang harus diam di rumah mengisolasi diri. Tapi kalau begini terus semua aktivitas jadi...

Semua Orang Bisa Jadi Sultan. Investasi di Amartha Mulai dari 100 Ribu Rupiah!

Good News From Amartha!  Dalam rangka mempercepat indeks inklusi keuangan di Indonesia sekaligus menjangkau lebih banyak pendana untuk mendorong...

Black Card, Bisa Punya Gak Ya?

Belum lama ini, muncul video viral di TikTok tentang charge card paling istimewa di Dunia yang disebut Black Card.

Ini Daftar Negara Termiskin di Dunia, Ada Indonesia Gak Ya?

Setiap negara di dunia diklasifikasikan menjadi 3, yaitu negara miskin, berkembang, dan maju. Dalam klasifikasi ini setiap organisasi dunia memiliki indikatornya...