Penjual Jamu Ini Raih Penghargaan Women Leader of The Year dari Amartha

|

|

|

Memegang tiga peranan sekaligus menjadi seorang ibu, womenpreneur, dan women leader adalah hal yang cukup sulit dilakukan. Meskipun terlihat sulit rupanya hal tersebut bisa dilakukan oleh perempuan, terutama Ibu Santy Wijayanti, perempuan tangguh Amartha.

Kesibukan Ibu Santy adalah mengelola usaha jamu dengan merek Wijaya, menjadi ketua majelis Amartha, berpartisipasi aktif dalam organisasi PKK, dan menjadi anggota UMKM Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. 

Perempuan asal Kupang, Ambarawa, yang satu ini telah bergabung menjadi mitra usaha Amartha sejak tahun 2019. Usaha yang digelutinya adalah menjual jamu kunir asem dengan merek Wijaya. 

Keseharian Ibu Santy terbilang padat dan ia bisa mengatur itu semua dengan baik. Sebagai mitra Amartha, Ibu Santy memiliki peran sebagai ketua di majelis AMB Kupang Sewan 01. Ibu Santy merupakan pribadi yang sangat telaten dalam melaksanakan tanggung jawabnya. 

Sebagai ketua, tanggungjawab Ibu Santy tidak hanya mengumpulkan uang mingguan, melainkan bersosialisasi dengan para anggotanya. Ia juga aktif memastikan kehadiran dan angsuran anggota ketika pelayanan. Jika ada anggota yang sedang kesulitan membayar angsuran, Ibu Santy mengajak anggotanya untuk bersedia menjalankan tanggung renteng. Majelis yang beranggotakan 9 orang dibawah kepemimpinannya ini memiliki solidaritas yang luar biasa meskipun pandemi melanda hingga saat ini. 

Sebagai womenpreneur, Ibu Santy mula-mula memasarkan jamu tradisional peninggalan nenek moyangnya itu kepada masyarakat di sekitar rumahnya. Karena mendapatkan respons yang positif, Ibu Santy percaya diri untuk memasarkan usahanya lebih luas lagi. 

Dalam memasarkan produknya, ia membawa visi agar supaya seluruh lapisan masyarakat dapat mengonsumsi jamu tradisional. Pasalnya, jamu memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh, terutama di masa pandemi seperti saat ini. Tubuh kita memerlukan imunitas yang kuat agar terhindar dari virus Covid-19. 

Sebagai pemilik usaha yang telaten, Ibu Santy sudah lihai memanfaatkan media sosial untuk pemasaran produk usahanya. Selain itu, untuk menjamin legalitas produknya, jamu kunir asem Wijaya ini sudah mengantongi izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), halal, dan didukung oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Semarang. 

Hingga saat ini, distribusi produk jamu kunir asem Wijaya telah menjangkau Ambarawa, Salatiga, Semarang, Ungaran, dan sebagainya. “Cakupan distribusi kami yang cukup luas ini tidak lepas dari pinjaman dan pendampingan yang diberikan oleh Amartha.” ujar suami Ibu Santy. 

Ibu Santy sendiri mengakui kehadiran Amartha di desanya sangat membantu ia dan teman-teman UMKM yang menjalankan usaha. Ke depan, ia ingin supaya usaha jamunya bisa sampai memiliki pabrik dan tetap dibiayai oleh Amartha.

Melihat keteladanannya, Amartha menganugerahkan penghargaan sebagai Women Leader of The Year dari Pulau Jawa kepada Ibu Yanti. Ia juga mendapat hadiah berupa tambahan modal usaha senilai Rp3.500.000 dan dekorasi usaha.

LANGGANAN EMAIL MONEY+

DAPATKAN INFO TERBARU
TENTANG MONEY+

Team Money+
Money + is financial blog for everyday life. We cover a wide range of everyday life topics including technology, lifestyle, careers, sharia and women empowerment. We strive to make financial easy to understand and fun for everyone!

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Usaha yang Cocok di Tengah Pandemi Corona

Covid-19 atau virus corona sedang mewabah sehingga semua orang harus diam di rumah mengisolasi diri. Tapi kalau begini terus semua aktivitas jadi...

Butuh Dana Cepat? Ini Pilihan Pinjaman Syariah Bebas Riba

Perlu modal besar untuk buka usaha? Pinjam ditempat lain tapi takut riba? Kamu tidak usah khawatir, pasti saja ada solusinya. Kini ada...

Apa Itu TKB90 dan TKW90?

Amartha terus menjalankan prinsip transparansi kepada masyarakat dengan mencantumkan Tingkat Keberhasilan 90 (TKB90) di halaman utama website Amartha.com. Dengan transparansi ini, pemberi pinjaman akan...

Tambah Marak, Ini Cara Laporkan Fintech Pinjaman Online Ilegal

Ketua Satgas Waspada Investasi (SWI), Tongam L Tobing menyatakan menghentikan 3.056 fintech pinjaman online ilegal. Hingga kini tercatat...