PT Indo Tekno Nusantara Digrebek Polisi. Apa yang Bisa Kita Pelajari dari Kasus Ini?

0
146
Sumber Foto: Pexels

Belajar dari Kasus PT Indo Tekno Nusantara yang Digrebek Polisi – Akhir-akhir ini, penyedia layanan pinjol ilegal banyak yang terungkap oleh kepolisian.

Akibatnya perusahaan-perusahaan bodong tersebut harus dibubarkan dan merugikan banyak pihak. Salah satu contohnya adalah PT Indo Tekno Nusantara yang digrebek polisi dan terbukti merupakan layanan pinjol ilegal.

Berikut adalah 5 hal yang dapat kita pelajari dari kasus Pinjol Indo Tekno Nusantara

Pelajaran dari Kasus PT Indo Tekno Nusantara yang Digrebek Polisi

1. Kelola Finansial Sebaik Mungkin

Budgeting Mencatat Keuangan
Sumber foto: Pexels

Terlibat hubungan dengan pinjol bisa terjadi ketika kamu tidak memiliki kondisi finansial yang stabil. Stabilitas finansial tidaklah dilihat dari banyaknya pendapatan yang kamu miliki. Meskipun pendapatan terbatas, jika pengelolaannya tepat maka finansial kamu pasti bisa mencukupi.

Itulah mengapa sangat penting untuk mengelola finansial dengan sebaik mungkin. Orang-orang yang terlibat dengan layanan pinjol PT Indo Tekno Nusantara sudah pasti tidak mengelola finansial mereka dengan baik.

Jika kamu tak mau terlibat dengan masalah utang piutang online yang ilegal seperti ini, maka kelola uang secara teliti sedini mungkin.

2. Pikir Ulang sebelum Meminjam Uang

Sumber Foto: Pexels

Jangan terlalu mudah memutuskan untuk meminjam uang. Pikirkan kembali jika kamu punya rencana untuk meminjam uang.

Apakah memang uang tersebut sangat dibutuhkan atau hanya untuk kepuasan sesaat yang tidak ada gunanya di masa depan? Jika memang terdesak untuk meminjam uang, pastikan bahwa jumlahnya memang tepat dan tidak akan menyusahkan diri sendiri.

Sebelum meminjam uang, penting sekali untuk membuat perhitungan yang matang. Perhitungkan berapa jumlah angsuran yang harus dibayarkan. Cari tahu apakah kamu punya kemampuan untuk membayar lunas angsuran tersebut atau tidak. 

Baca Juga: Pinjam Uang di Pinjol, Ini 6 Tips Yang Aman!

3. Pilih Layanan Pinjol yang Legal

Sumber Foto: CNN Indonesia

Apabila memang tak ada pilihan selain pinjam uang dari layanan pinjol, maka pilihlah layanan yang legal. Aplikasi PT Indo Tekno Nusantara memang bisa memberi layanan menggiurkan kepada para debitur, sayangnya mereka beroperasi secara ilegal.

Sebaiknya periksa kembali apakah penyedia pinjol tersebut memiliki izin legal atau tidak. Jangan langsung tergiur dengan penawaran jumlah uang yang bisa dipinjam.

4. Selalu Siapkan Dana Darurat

Tips Hemat Uang Bulanan
Sumber Foto: Pexels

Mereka yang terlibat dengan utang PT Indo Tekno Nusantara sudah pasti tidak memiliki persiapan dana darurat dalam agenda finansialnya. Ini bisa menjadi pelajaran penting bagi kita semua untuk selalu memiliki dana darurat.

Setiap pendapatan yang kita miliki harus bisa dialokasikan menjadi beberapa plot pemenuhan kebutuhan dan salah satunya adalah untuk dana darurat.

Ingat, dana darurat ini bisa dipakai untuk berbagai jenis keperluan. Jika sewaktu-waktu ada kondisi dimana kamu butuh uang, tak perlu bingung mencari pinjol.

Kamu bisa langsung menggunakan dana darurat yang sudah disediakan tadi. Meskipun tak banyak jumlahnya, dana darurat pasti bisa membantu meringankan kamu.

Baca Juga: Penting! Ini 5 Kunci Sukses Kumpulkan Dana Darurat

5. Jangan Lupa Berinvestasi

investasi amartha
Alternatif Investasi P2P Lending Amartha

Kasus PT ITN pinjol ilegal ini mengajarkan kita untuk memahami pentingnya berinvestasi. Investasi harus dilakukan sedini mungkin sebagai bentuk persiapan di masa depan.

Pilihlah instrumen investasi yang tepat dan pastikan tempat investasi legal serta terjamin menguntungkan. Dengan berinvestasi, kamu akan mendapatkan keuntungan finansial yang menjamin kondisi masa depan.

Itulah beberapa hal yang dapat kita pelajari dari kasus PT Indo Tekno Nusantara. Agar tak terjerat utang dengan layanan pinjaman online yang ilegal, mari mulai berinvestasi sekarang juga!

Pilihlah Amartha sebagai platform investasi kamu karena sudah terbukti aman, tercatat beroperasi secara legal, dan menawarkan bagi hasil hingga 15% flat per tahun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here