Home Syariah ☪ Prioritas Pengeluaran Menurut Islam

Prioritas Pengeluaran Menurut Islam

Di awal bulan, ada baiknya pengeluaran sebulan kedepan direncanakan dengan baik agar kondisi finansial tetap baik dan berkah hingga bulan berikutnya.  Dalam ekonomi islam terdapat 3 tingkatan dalam preferensi melakukan pengambilan keputusan diantaranya :

1. Dharuriyat (primer)

2. Hajjiyat (Sekunder)

3. Tahsiniyat (Tersier)

Begitupun dalam menentukan prioritas keuangan. Tentunya kita harus mengutamakan hal-hal yang sifatnya primer, kemudian baru sekunder dan tersier. Apa saja itu?

1. Hutang

Ingat lho hutang adalah janji yang harus segera kamu tunaikan. Dalam hutang ada hak orang lain yang harus kita utamakan untuk segera diberikan. Amru bin Syarid: Muhammad SAW: “Penundaan pembayaran hutang oleh orang yang mampu itu suatu kezaliman yang menghalalkan kehormatan dan penyiksaannya.” (HR. Lima ahli hadits, kecuali Tirmidzi).

Segera selesaikan hutang-hutang hingga lunas sebelum meninggal. Jangan sampai perkara hutang mempersulit kita saat di akhirat. Rasulullah SAW bersabda, “Jiwa seorang muslim tergantung selama ada hutangnya” (HR. Ahmad)

2. Kebutuhan Sehari-hari

Dalam ekonomi islam terdapat konsep “Tujuan Syariah” salah satunya adalah Penjagaan Jiwa. Nah, cara untuk menjaganya salah satunya dengan mencukupi diri kita dengan menyediakan kebutuhan primer seperti makan, pakaian dan tempat tinggal yang layak. Dalam membeli kebutuhan sehari-hari hendaklah melakukan pengeluaran secukupnya dan sesuai porsi yang dibutuhkan, tidak berlebihan dan tidak pula terlalu pelit.

Baca Juga :

Apa Itu Investasi Syariah?

Seperti dalam Qur’an surat Al-Furqon : 67

“Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.”

3. Investasi

Kenapa investasi? Sahabat Nabi, Umar bin Khattab, pernah meminta para pekerja untuk tidak menghabiskan uang mereka untuk konsumsi melainkan sebagian digunakan untuk membeli ladang untuk kemudian dapat digunakan bercocok tanam dan kambing untuk diternakkan dan dijual susu atau dagingnya. Artinya, kita disarankan untuk berinvestasi. Jangan hanya mengandalkan dari satu sumber pemasukan saja. Dengan adanya investasi kita juga berkontribusi menggerakkan perekonomian lho.

Nah itu dia 3 prioritas keuangan dalam Islam. Selain tiga poin diatas, usahakan untuk secara rutin mengeluarkan sebagian harta yang kita miliki untuk zakat, infaq dan sedekah. Dengan demikian, semoga harta yang kita miliki selalu terjaga keberkahannya.

Subscribe to Our Newsletter

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Apa Itu TKB90 dan TKW90?

Amartha terus menjalankan prinsip transparansi kepada masyarakat dengan mencantumkan Tingkat Keberhasilan 90 (TKB90) di halaman utama website Amartha.com. Dengan transparansi ini, pemberi pinjaman akan...

CEO Letter: Dukungan untuk Sektor Usaha Mikro Indonesia

Kepada Pendana Amartha yang terhormat,Semoga Anda dan keluarga dalam keadaan sehat sepenuhnya. Di tengah pandemi COVID-19 yang sedang berlangsung,...

7 Amalan Sunnah di bulan Ramadhan yang Bikin Ibadahmu Makin Berkah

Akhirnya bulan yang dinanti-nanti oleh seluruh umat muslim di berbagi penjuru dunia tiba, Ramadhan yang penuh berkah, hikmah dan ampunan, karena berbagai...

5 Lapisan Mitigasi Risiko Ini Ada di Amartha

Sebelum memulai pendanaan di dunia fintech, Anda harus mengetahui risiko dan keamanan yang dilakukan perusahaan tersebut. Hal ini...