Presiden Jokowi di Vaksin, Ini Fakta Seputar Vaksin Sinovac

|

|

|

Presiden Joko Widodo resmi disuntik vaksin virus corona pada Rabu (13/01) pukul 10.00 WIB di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Penyuntikan vaksin kepada presiden Jokowi dilakukan oleh Tim Dokter Kepresidenan dengan menggunakan vaksin Sinovac buatan perusahaan asal China. Hal ini turut menandai program vaksinasi di Indonesia.

Sebelumnya, program vaksinasi ini menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Hasil survei daring menunjukkan 65% responden menyatakan bersedia menerima vaksin jika disediakan Pemerintah, 27% menyatakan ragu dengan rencana Pemerintah untuk mendistribusikan vaksin, dan 8% menolak.

Alasan penolakan vaksin paling umum yaitu terkait keamanan vaksin (30%), keraguan terhadap efektivitas vaksin (22%), ketidakpercayaan terhadap vaksin (13%), kekhawatiran adanya efek samping seperti demam dan nyeri (12%), dan alasan keagamaan (8%).  

Menanggapi hal tersebut, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengeluarkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) vaksin Sinovac. Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun juga telah mengeluarkan fatwa halal untuk penggunaan vaksin Sinovac.

Selanjutnya, Penny K. Lukito selaku kepala BPOM turut mengutarakan ada sejumlah efek samping yang ditimbulkan, dari yang bersifat ringan hingga sedang.

Melansir CNN, efek samping bersifat lokal berupa nyeri, iritasi, dan pembengkakan. Sementara efek samping sistemik berupa nyeri otot, fetik, dan demam. Untuk efek samping dengan derajat berat berupa sakit kepala, gangguan di kulit atau diare yang dilaporkan hanya 0,1 – 1 persen.

Terkait pemberian vaksin, pemerintah menargetkan setidaknya 70 persen masyarakat Indonesia atau sekitar 182 juta jiwa untuk membentuk kekebalan populasi atau herd immunity. 

Berikut ini sejumlah fakta mengenai Vaksin Sinovac melansir dari detik.com:

1 Efikasi 65.3 Persen

Analisis interim hasil uji klinis di Bandung menunjukkan bahwa efikasi vaksin sebesar 65.3 persen. Nilai ini sudah lebih tinggi dari persyaratan yang ditetapkan oleh WHO, yaitu 50 persen. 

2. Imunogenesitas 99.23 Persen

Imunogenesitas adalah kemampuan untuk membentuk antibodi yang berfungsi membunuh dan menetralkan virus. Dalam uji coba yang dilakukan di Bandung, didapatkan data antibodi sampai 3 bulan setelah penyuntikan sebesar 99.23 persen.

LANGGANAN EMAIL MONEY+

DAPATKAN INFO TERBARU
TENTANG MONEY+

Team Money+
Money + is financial blog for everyday life. We cover a wide range of everyday life topics including technology, lifestyle, careers, sharia and women empowerment. We strive to make financial easy to understand and fun for everyone!

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Usaha yang Cocok di Tengah Pandemi Corona

Covid-19 atau virus corona sedang mewabah sehingga semua orang harus diam di rumah mengisolasi diri. Tapi kalau begini terus semua aktivitas jadi...

Ini Daftar Negara Termiskin di Dunia, Ada Indonesia Gak Ya?

Setiap negara di dunia diklasifikasikan menjadi 3, yaitu negara miskin, berkembang, dan maju. Dalam klasifikasi ini setiap organisasi dunia memiliki indikatornya...

Butuh Dana Cepat? Ini Pilihan Pinjaman Syariah Bebas Riba

Perlu modal besar untuk buka usaha? Pinjam ditempat lain tapi takut riba? Kamu tidak usah khawatir, pasti saja ada solusinya. Kini ada...

Moms, Ini Lho Perkiraan Biaya Imunisasi Si Kecil

Buat bayi, imunisasi adalah hal yang sangat penting didapat mengingat daya tahan tubuhnya masih sangatlah lemah. Sebagai informasi, imunisasi merupakan cara meningkatkan...