Home Money+ Preloved, Tren Bisnis yang Dapat dijadikan Investasi Masa Depan

Preloved, Tren Bisnis yang Dapat dijadikan Investasi Masa Depan

Ternyata, barang yang tidak gunakan di rumah memiliki banyak potensi untuk diri kita, lho. Salah satunya adalah sebagai bahan investasi masa depan.

Pernahkah kamu merasa punya banyak barang menumpuk di dalam rumah? Tidak hanya pakaian, mungkin bisa saja make up, perabotan, aksesoris, hingga tas. Sampai-sampai rumah terasa sesak dan berantakan. Jika iya, mungkin kita bisa menjualnya kembali, atau sekarang lebih dikenal dengan istilah preloved. Selain mengurangi benda tidak terpakai, cara ini ternyata memiliki potensi finansial yang cukup baik.

Preloved merupakan istilah untuk menjual barang-barang yang sudah tidak digunakan lagi. Sebenarnya, bisnis ini sudah ada sejak tahun 2015. Bisnis preloved stuff atau menjual barang berkualitas dengan harga terjangkau memang sedang cukup tren saat ini. 

Saking menguntungkannya, di Indonesia mulai bermunculan marketplace yang dikhususkan untuk menjual barang-barang preloved. Saat ini yang paling pesat perkembangannya dalam hal barang preloved adalah bisnis fashion

Lantas, Siapa Penggerak Bisnis Preloved

Tentu saja penggerak utamanya dari generasi milenial. Jika dilihat dari sisi pembeli dengan usia 18-24 tahun, sebanyak 40% mengaku lebih sering membeli barang preloved. Hal ini juga diperkuat dengan sebuah penelitian yang mengatakan; generasi milenial paling impulsif saat berbelanja. Rata-rata mereka akan mempesiunkan barang milik mereka setelah dipakai 1-5 kali. Data tersebut memperlihatkan bahwa sebenarnya peningkatan bisnis preloved cukup menjanjikan. 

Menurut data yang dari situs jual beli barang preloved, Thredup pada tahun 2018 menyebutkan; mayoritas perempuan mengingkan atau tertarik dengan barang preloved atau secondhand. Pada tahun 2017, jumlah perempuan yang menginginkan barang preloved mencapai 44 juta orang. Angka ini melonjak cukup tinggi dibandingkan tahun 2016 yang hanya sebanyak 35 juta perempuan. 

Riset tersebut juga memperkirakan pasar barang preloved akan meningkat pada tahun 2022. Peningkatan ini bahkan bisa mencapai 41 miliar Dollar. Menariknya, sekitar 49% berasal dari bisnis jual-beli pakaian. Penjualan barang preloved digadang-gadang akan mengalahkan produk dari ritel fast fashion, seperti Zara ataupun H&M. Tidak main-main, pertumbuhan bisnis barang preloved jauh lebih cepat 24 kali dibandingkan industri ritel.

Jadi, dengan kata lain, bisnis preloved bisa dikategorikan sebagai investasi masa depan. Hal ini dikarenakan setiap barang branded yang kita miliki akan terus meningkat ke depannya. Bahkan, menurut Voa Indonesia, kenaikan harga ini bisa lebih tinggi dibandingkan investasi properti. Maka, jangan heran jika harganya semakin naik, selama kita menjaga kualitasnya dengan baik. 

Mendulang Untung dari Preloved

Sebenarnya, menjual barang preloved tidak termasuk susah. Kita bisa mendapatkan keuntungan selama mengetahui cara-cara tepat untuk meraup keuntungan yang maksimal. Berikut adalah beberapa tips cara mendulang untung dari preloved:

Jual di Marketplace Terpercaya

Di Indonesia sudah bermunculan marketplace yang fokus menjual barang-barang preloved. Kita dapat memasukkan dan menjual barang-barang milik kita di sana. Beberapa marektplace yang ada juga sudah terjamin keamanannya. Selain itu, ada beberapa marketplace yang memang dikhususkan untuk menjual barang-barang preloved branded. Sehingga, jualan kita akan langsung tepat sasaran.

Kualitas Barang yang Dijual

Meskipun memiliki barang branded, tentunya akan sia-sia jika tidak menjaga kualitas barangnya. Konsumen akan memertimbangkan membeli barang preloved, bermerk, dan harga sedikit lebih tinggi dibandingkan barang yang sama namun kualitas tidak terjaga. Jika memang berniat menjadikannya investasi, usahakan untuk menyimpan nota, bungkusnya, hingga beberapa labelnya.

Perhatikan Tren hingga Keasliannya

Saat berencana menjual beberapa barang, ada baiknya tetap memerhatikan tren yang sedang berjalan. Meskipun barang yang dijual termasuk branded, jika dijual saat sedang tidak on trend dan keasliannya dipertanyakan, jangan harap akan segera laku. Apalagi jika kita berencana untuk menggunakannya untuk investasi.Jadi, siap memulai untuk bisnis preloved? Mulai saja dengan menyortir barang-barang yang sudah jarang kamu pakai.

Subscribe to Our Newsletter

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.

Team Money+
Money + is financial blog for everyday life. We cover a wide range of everyday life topics including technology, lifestyle, careers, sharia and women empowerment. We strive to make financial easy to understand and fun for everyone!

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

CEO Letter: Dukungan untuk Sektor Usaha Mikro Indonesia

Kepada Pendana Amartha yang terhormat,Semoga Anda dan keluarga dalam keadaan sehat sepenuhnya. Di tengah pandemi COVID-19 yang sedang berlangsung,...

Apa Itu TKB90 dan TKW90?

Amartha terus menjalankan prinsip transparansi kepada masyarakat dengan mencantumkan Tingkat Keberhasilan 90 (TKB90) di halaman utama website Amartha.com. Dengan transparansi ini, pemberi pinjaman akan...

Usaha yang Cocok di Tengah Pandemi Corona

Covid-19 atau virus corona sedang mewabah sehingga semua orang harus diam di rumah mengisolasi diri. Tapi kalau begini terus semua aktivitas jadi...

7 Amalan Sunnah di bulan Ramadhan yang Bikin Ibadahmu Makin Berkah

Akhirnya bulan yang dinanti-nanti oleh seluruh umat muslim di berbagi penjuru dunia tiba, Ramadhan yang penuh berkah, hikmah dan ampunan, karena berbagai...