Platform Crowdfunding Ini Dorong Ekonomi Perempuan Indonesia

0
103

Kesenjangan pada sejumlah akses membuat partisipasi perempuan di bidang ekonomi berada di angka yang stagnan. Padahal, riset menunjukkan bahwa partisipasi perempuan dapat menumbuhkan pendapatan negara. Menanggapi hal ini, langkah yang dapat dilakukan adalah menyediakan layanan yang ramah bagi mereka.

Financial Technology (fintech) dianggap sebagai salah satu solusi dalam mendorong ekonomi perempuan di Indonesia melalui layanan investasi peer to peer lending (P2P Lending) produktif dengan skema crowdfunding.

Amartha, Fintech P2P Lending Pemberdaya Ekonomi Perempuan Indonesia

Amartha

Sebagai platform investasi fintech P2P Lending Produktif, Amartha terus berusaha menghubungkan para pendana dengan pengusaha mikro di pedesaan sejak tahun 2010. Langkah ini bisa dibilang dapat membantu mendorong kesejahteraan di pedesaan sekaligus mempercepat indeks inklusi keuangan di Indonesia.

Perlu diketahui, Amartha adalah pioneer P2P Lending yang mengadaptasi sistem Grameen Bank dari Muhammad Yunus. Amartha selama ini selalu fokus menyalurkan dana investor kepada perempuan pengusaha mikro melalui pendampingan dan pelatihan usaha serta keuangan secara rutin.

Sampai sekarang, Amartha telah menyalurkan pendanaan sebesar 4.20 Triliun kepada lebih dari 750.000 perempuan tangguh di Pulau Jawa, Sumatera, dan Sulawesi. Sejak tahun 2019, Amartha telah memiliki izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selain itu, Amartha juga terdaftar di Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI).

Di tahun 2019 lalu, Amartha juga sempat bekerjasama dengan Central of Digital Society (CfDS) Universitas Gadjah Mada, Amartha untuk membuat sebuah riset bertajuk “Peran Amartha dalam Meningkatkan Kesejahteraan di Pedesaan”.

Hasil riset tersebut menunjukan Amartha berhasil meningkatkan kesejahteraan hidup para mitranya yaitu para perempuan pengusaha mikro di pedesaan. Pendanaan dan pendampingan usaha Amartha kepada para mitra membuat pendapatan mereka naik hingga tujuh kali lipat, melebihi Upah Minimum Regional (UMR) setempat.

Dalam riset itu, sekitar 94% mitra Amartha merasa lebih sejahtera setelah bergabung. Penghasilan mereka naik jadi Rp5-10 Juta per bulan dari yang awalnya hanya sekitar Rp1-2 Juta per bulan.

Kenaikan tertinggi dirasakan oleh salah satu mitra Amartha di Klaten yang mengalami lonjakan pendapatan dari Rp1,4 Juta menjadi Rp10 Juta per bulan, jauh melampaui UMR Klaten senilai Rp1.795.061.

Semua yang Saya Raih Ini Karena Amartha

Amartha Luncurkan Layanan Crowdfunding, Investasi Mulai 100 Ribu

Sebagai upaya untuk terus berinovasi, Amartha belum lama ini merilis layanan investasi baru dengan skema crowdfunding. Layanan ini sendiri sudah hadir di marketplace aplikasi Amartha sejak tanggal 22 Juli 2021.

Buat yang belum tahu, crowdfunding adalah sebuah bentuk pendanaan untuk mereka yang membutuhkan dana dalam pengembangan usahanya, dimana pendanaan tersebut terkumpul dari beberapa orang. Dengan skema crowdfunding ini, Amartha menawarkan pendanaan dengan nominal yang lebih terjangkau.

Adapun, layanan investasi dengan skema crowdfunding ditawarkan dengan nominal investasi mulai 100 ribu dan berlaku kelipatan sesuai dengan jumlah total plafon serta tenor yang tersedia. Layanan investasi dengan skema crowdfunding dari Amartha ini tentunya memungkinkan satu pendana dapat mensejahterakan lebih banyak perempuan pengusaha mikro di desa sehingga disparitas ekonomi antar masyarakat tidak merenggang.

Dengan skema crowdfunding ini, semua orang dari berbagai lapisan masyarakat pun punya kesempatan yang sama mendanai mitra usaha Amartha.

Namun, walaupun modalnya lebih ringan, tingkat keuntungan yang ditawarkan dari investasi dengan skema crowdfunding dari Amartha ini tidak kalah jika dibandingkan instrumen investasi lainnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here