Pinjaman Modal Usaha dengan Transaksi Online Tanpa Jaminan

cara berinvestasi aman

Bagi para pengusaha pemula mencari pinjaman modal usaha tanpa jaminan tentu menjadi harapan demi memperbesar produksinya. Meski demikian tidak semua investor yang menyediakan pinjaman bersedia memberikan pinjaman kredit tanpa anggunan.

Hal ini wajar, mengingat bagi para investor baik perseorangan maupun kelompok memberikan pinjaman modal usaha tanpa jaminan tentu beresiko besar terhadap investasi yang ditanamkannya.

Meski sulit, namun jangan sekali-kali Anda mencoba meminjam dari penyedian layanan pinjaman konvensional dengan anggunan, seperti kartu kredit dan lainnya. Karena bila nanti Anda kesulitan membayar, bunga akan semakin membengkak dan aset yang Anda miliki akan disita.

Lantas, adakah lembaga keuangan selain bank yang menyediakan pinjaman kredit tanpa anggunan?

Tentu saja ada. Salah satunya adalah Amartha.com.

Sekilas Tentang Amartha.com

Amartha.com merupakan sebuah marketplace lending yang menggunakan platform peer to peer (P2P) lending dalam transaksinya.

Marketplace ini dibuat dengan tujuan mulia untuk mempertemukan para investor (pemodal) dengan borrower (peminjam) yang membutuhkan modal untuk usahanya.

Tentunya para peminjam di Amartha.com telah melalui seleksi dan penilaian resiko terhadap usahanya.

Meminjam dengan memanfaatkan layanan P2P lending di Amartha tidak memerlukan jaminan apapun. Borrower cukup menyerahkan proposal usaha yang ingin didanai. Nantinya tim Amartha akan melakukan penyeleksian secara offline sebelum usaha tersebut akan didanai.

Tahap Menjadi Peminjam Amartha

Karena tanpa anggunan, tentu Amartha akan sangat selektif terhadap para peminjam. Ada beberapa tahap yang harus dilakukan peminjam sebelum mendapatkan modal dari Amartha.

  1. Membentuk Majelis

Untuk mendapat pinjaman kredit tanpa anggunan dari Amartha, Fiel Officer Amartha sebelumnya akan melakukan sosialisasi ke kumpulan warga (RT, RW, arisan, pengajian dll) secara door-to-door menawarkan pembiayaan Amartha untuk usaha, pendidikan, atau sanitasi.

amartha_wirausaha

Setelah sosialisasi, para ibu yang tertarik diwajibkan membentuk kelompok minimal 15 orang atau lebih.

Amartha mengkhusukan diri memberikan pinjaman modal usaha kepada kaum ibu. Diharapkan dengan pinjaman kredit tanpa anggunan perempuan bisa bersaing dengan kaum pria di berbagi sektor informal.

Setelah terbentuk kelompok FO akan menjelaskan, tentang Amartha terkait profile amartha, hingga penggunaan pembiayaanya yang boleh dipakai

Selain itu bagi ibu ibu yang ingin meminjam wajib mendapatkan persetujuan suami, dan menyerahkan persyaratan lainnya, yaitu KTP, kartu keluarga, dan surat persetujuan suami.

  1. Uji Kelayakan

testimonial investor amartha

Selanjutkan FO akan melakukan survey untuk calon borrower. Tujuannya: melihat kelayakan kredit bagi para kaum perempuan yang menggeluti usaha mikro dan kecil yang belum mendapatkan akses keuangan formal dari perbankan.

Pada uji kelayakan, FO menilai kebutuhan modal untuk bisnis, tingkat ekonomi calon borrower, pendapatan, dan Pengeluaran.

Selanjutnya, nilai pembiayaan yang diberikan akan menyesuaikan dengan kebutuhan bisnis dan kemampuan saving calon borrower.

  1. Latihan Wajib Kelompok (LWK)

Calon borrower diwajibkan mengikuti LWK selama 3 hari berturut, dengan durasi 30 menit – 1 jam per harinya.

Tujuan dilakukan LWK untuk menekankan disiplin kepada calon anggota, pemahaman hak dan kewajiban, dan infromasi tentang Amartha.

Nantinya calon borrower akan mendapatkan hak berupa menerima pembiayaan tanpa dipotong, menerima tabungan tanpa dipotong, dan menerima program sosial (e.g. kesehatan, literasi keuangan, dll) .

Sedangkan kewajiban yang harus dilakukan borrower adalah hadir (1 minggu sekali, selama 50 minggu), membayar angsuran, menabung, tanggung renteng, dan saling samper ke anggota yang tidak hadir kumpulan majelis.

Dalam LWK anggota akan diminta membuat rencana pembiayaan yang berisi:

  1. Berapa modal yang diajukan ke amartha
  2. Penggunaan pinjaman modal usaha
  3. Rincian penggunaan pinjaman modal tanpa anggunan.

Sebagai gambaran: Pinjaman Rp 3 juta untuk Warung Sembako akan dialokasikan untu membeli beras 1 kwintal Rp 2 juta, gula 1 lusin Rp 500 ribu dan minyak 1 lusin Rp 500 ribu.

Field Officer menilai LWK 3 hari adalah kunci disiplin angsuran selama 50 minggu. Jika dari awal sudah menekankan disiplin, kehadiran dan angsuran akan baik.

  1. Uji Pengesahan Kelompok

Setelah calon borrower mengikuti LWK, nantinya Branch Manajer Amartha akan menguji pemahaman calon borrower Amartha. Hal yang ditanua mengenai hak dan kewajiban mereka sebagai anggota.

Amartha sangat mengedepankan disiplin bagi anggota. Contoh: jika ada keterlambatan atau ketidakhadiran, satu majelis gagal dibentuk (tidak jadi disahkan).

Setelah disahkan, di akhir UPK, borrower mengajukan pembiayaan di depan borrower lain.

Proses:

1 ibu maju dan berkata demikian “Ibu-ibu, Nama saya …, saya mau mengajukan pembiayaan sebesar Rp 3.000.000 untuk modal warung sembako, ibu-ibu setuju? (yang lain menjawab) siap tanggung renteng??

  1. Mengikuti Pertemuan Mingguan

Dalam pertemuan mingguan akan dilakukan pembacaan ikrar anggota, ikrar FO Amartha, dan collecting.

Simple dan mudah bahkan tidak hanya sederhana namun cara yang sederhana itupun membantu kita jika terjadi hal yang tidak diinginkan (gagal bayar). Kamu berminat mengajukan pembiayaan yang bersahabat? yuk ajukan pembiayaan di Amartha

Please follow and like us:
2 Comments
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

FACEBOOK
FACEBOOK
GOOGLE
GOOGLE
https://blog.amartha.com/pinjaman-modal-usaha-dengan-transaksi-online-tanpa-jaminan">
LINKEDIN
%d bloggers like this: