Home Money+ Pinjaman Fintech Diprediksi Meningkat Selama New Normal

Pinjaman Fintech Diprediksi Meningkat Selama New Normal

|

|

|

Pandemi memang belum berakhir. Namun kebijakan pemerintah untuk menetapkan new normal menjadi harapan bagi banyak orang untuk bisa kembali menjalankan aktivitas. Termasuk membuka kembali bisnis setelah terpaksa tutup karena wabah.

Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) optimis penyaluran pembiayaan melalui perusahaan rintisan berbasis teknologi finansial (tekfin/fintech) peer to peer (p2p) lending akan menjadi mengalami kenaikan kala protokol kenormalan baru dijalankan.

Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) memprediksi pada saat new normal atau kenormalan baru diterapkan pengajuan pinjaman kepada fintech peer to peer (P2P) lending akan meningkat.

Banyaknya pengusaha yang kehilangan modal akibat pandemi membuat mereka memerlukan modal baru agar bisa kembali memulai bisnisnya. Karena itulah perusahaan-perusahaan rintisan yang bergerak di bidang pendanaan akan mendukung dengan memberikan kebutuhan permodalan.

Baca Juga : Amartha Raih Penghargaan FinTech Rocketship Awards Programme (FTRA) 2020!

Namun meningkatnya jumlah peminjam secara otomatis juga akan meningkatkan risiko bagi perusahaan, terutama kredit macet yang paling dikhawatirkan. Untuk mencegah beragam masalah yang mungkin timbul, semua pelaku fintech konon akan melakukan strategi pemberian pinjaman yang sedikit berbeda. Caranya adalah dengan melakukan komunikasi dengan pihak ketika untuk mengetahui rekam jejak calon peminjam.

Risiko lainnya yang dikhawatirkan adalah adanya ‘penumpang gelap’ alias orang-orang yang mengajukan pinjaman untuk usaha tapi sebenarnya tidak memiliki usaha.  Karena itu diperlukan rekaman track record sebelum permintaan pinjaman dikabulkan.

Baca Juga : Amartha salurkan Donasi AFPI Bantu #DesaLawanCorona

Meski diakui mempermudah sebagian masyarakat yang mengalami kesulitan keuangan saat pandemi, wabah Covid-19 mengakibatkan jumlah pinjaman yang diajukan mengalami penurunan. Pada bulan Juli diharapkan semua akan kembali normal seperti sedia kala.

Menurut data dari Otoritas Jasa Keuangan, selama tahun 2020 ini sebenarnya akumulasi pinjaman secara nasional mengalami kenaikan sebesar 185,54%.

Fintech selama ini dijadikan salah satu lembaga peminjaman, terutama bagi mereka yang kesulitan mendapatkan pendanaan dari bank. Jika Anda tertarik untuk mengajukan pinjaman pada perusahaan fintech, pastikan entitasnya sudah terdata di OJK dan AFPI, ya!

LANGGANAN EMAIL MONEY+

DAPATKAN INFO TERBARU
TENTANG MONEY+

Team Money+
Money + is financial blog for everyday life. We cover a wide range of everyday life topics including technology, lifestyle, careers, sharia and women empowerment. We strive to make financial easy to understand and fun for everyone!

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Usaha yang Cocok di Tengah Pandemi Corona

Covid-19 atau virus corona sedang mewabah sehingga semua orang harus diam di rumah mengisolasi diri. Tapi kalau begini terus semua aktivitas jadi...

Apa Itu TKB90 dan TKW90?

Amartha terus menjalankan prinsip transparansi kepada masyarakat dengan mencantumkan Tingkat Keberhasilan 90 (TKB90) di halaman utama website Amartha.com. Dengan transparansi ini, pemberi pinjaman akan...

CEO Letter: Dukungan untuk Sektor Usaha Mikro Indonesia

Kepada Pendana Amartha yang terhormat,Semoga Anda dan keluarga dalam keadaan sehat sepenuhnya. Di tengah pandemi COVID-19 yang sedang berlangsung,...

Pendanaanmu Makin Aman dengan Promo Premi Asuransi 100%! #KitaJanganMenyerah

Dengan semangat #KitaJanganMenyerah, yuk terus dukung Ibu Mitra Amartha untuk bangkit di tengah kondisi pandemi COVID-19 ini! Cek marketplace...