Home Lifestyle ⛾ Perlukah mengupgrade Gadget bagi para Millenial?

Perlukah mengupgrade Gadget bagi para Millenial?

Gawai mungkin tidak terlalu familiar terdengar di telinga, mungkin Gadget adalah kata yang bisa lebih menggambarkan mengenai gawai. Tidak dapat dipungkiri gadget sudah menjadi kebutuhan seorang milenial, bahkan gadget pun sudah mempengaruhi gaya  hidup kita. Jadi sebenarnya gadget itu apa sih dan bagaimana cara mempengaruhinya?

Smartphone, Laptop, Tablet, e-book reader, gadget, atau lainnya adalah contoh gadget yang (harus) millenial miliki. Berbagai macam fitur gadget pun semakin canggih, sebagai contoh adalah Smartphone yang dahulu nya berasal dari telepon genggam dan hanya berfungsi menulis dan menerima pesan serta menelfon kini sudah bertransformasi dilengkapi dengan kecanggihan fitur kamera, membalas pesan singkat secara online, video call, berkirim pesan melalui e-mail, mendengarkan lagu, streaming film dan sebagainya. Sebenarnya apakah kita sebagai milenial benar-benar membutuhkan fitur teknologi paling mutakhir, atau mengupgrade karena melihat gadget tersebut sedang trend? 

Perkembangan dunia teknologi dapat dibilang sangat cepat, apalagi di dunia smartphone dimana hampir setiap tahun ada trend yang berubah. Tidak ada salahnya untuk mengupdate gadget yang kita miliki dengan fitur yang terbaru. Tapi, harus dilihat juga apakah dengan melakukan update gadget tersebut benar-benar akan mendukung pekerjaan kita atau tidak. Tidak jarang juga di kalangan milenial gadget yang mereka punya tidak dimanfaatkan secara menyeluruh dimana mereka melakukannya hanya mengikuti Trend. Namun, apakah bijak bila mengikuti perubahan gadget, sudah mengeluarkan dana yang cukup besar, namun tidak dimanfaatkan dengan baik? Untuk itu berikut tips-tips agar bijak dalam mengeluarkan budget untuk upgrade gadget. 

  1. Untuk handphone dimana perkembangannya yang sangat cepat dibandingkan laptop, tablet, dan lainnya maka boleh melakukan pergantian dalam waktu 2-3 tahun. Menurut Consumer Technology Association rata-rata umur smartphone selama 4,7 tahun. Laptop, kamera, atau tablet dapat dilakukan pergantian sekitar 5-7 tahun.
  2. Meningkatkan kompatibilitas aplikasi dan sistem. Misalnya aplikasi yang anda butuhkan untuk pekerjaan anda memerlukan memori yang banyak dan software yang terbaru dimana gadget anda tidak mendukung akan hal tersebut. Maka anda boleh melakukan pembelian gadget baru
  3. Pastikan pembelian gadget juga sesuai dengan kantong Anda. Jangan sampai Anda membeli gadget di luar dari jumlah dan di kantong Anda.
  4. Perhatikan aksesoris yang anda butuhkan untuk melengkapi gadget Anda. Jangan sampai budget yang disediakan lebih banyak habis untuk membeli perlengkapan aksesorisnya.
  5. Membeli gadget di toko resmi adalah hal yang wajib untuk anda lakukan. Hal ini untuk mencegah jika terjadi kerusakan dan butuh diperbaiki Anda dapat melakukan klaim, apalagi jika kerusakan masih masuk dalam waktu garansi. Akan jauh lebih hemat 

Membeli gadget versi terbaru sangat diperbolehkan tapi tidak ada salahnya menyesuaikan dengan kebutuhan kita dan dana yang sesuai di kantong. Siapa yang tidak mau memiliki gradget dengan trend terbaru? Tetapi kita sebagai millenial juga harus bijak dalam menentukan. Selamat mengganti gadget kalian ya!

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Apa Itu TKB90 dan TKW90?

Amartha terus menjalankan prinsip transparansi kepada masyarakat dengan mencantumkan Tingkat Keberhasilan 90 (TKB90) di halaman utama website Amartha.com. Dengan transparansi ini, pemberi pinjaman akan...

5 Lapisan Mitigasi Risiko Ini Ada di Amartha

Sebelum memulai pendanaan di dunia fintech, Anda harus mengetahui risiko dan keamanan yang dilakukan perusahaan tersebut. Hal ini dilakukan agar...

Perjalanan Hidup Menjadi Single Parent

Perjalanan hidup menjadi single parent, sebagai seorang ayah dari seorang putri, tidak pernah terpikirkan sebelumnya disaat mengikat janji dengan pasangan, selalu terucap...

Semua yang Saya Raih Ini Karena Amartha

“Tolong Amartha dijaga sebaik mungkin agar ibu-ibu lain yang belum bisa bangkit bisa terbantu.” Begitu kata Pariyah saat tim Amartha bertemu di rumahnya, desa Randusari,...