Perjalanan Carline Darjanto Merintis Bisnis Sampai Masuk Forbes Asia

0
19

Apakah Anda pernah mendengar salah satu brand fashion Cotton Ink? Carline Darjanto adalah entrepreneur Indonesia yang menjadi sosok di balik brand tersebut, dengan menciptakan sebuah ikon baru dalam bidang fashion. Bahkan entrepreneur yang juga merdeka finansial ini, berhasil masuk ke dalam 30 orang yang berusia di bawah 30 tahun di Asia versi Forbes.

Awal Mula Berdirinya Brand Cotton Ink

Carline sepertinya memang tidak dapat dipisahkan dengan dunia fashion, karena memang sudah sejak berada di SMA ia berkutat di dalamnya. Carline juga pernah belajar di LaSalle College of Fashion. Sekitar akhir November pada tahun 2008, Carline dan Ria Sarwono yang merupakan sahabatnya di bangku SMP membuat sebuah brand yang diberi nama Cotton Ink.

Kaos pertama yang mereka jual adalah kaos-kaos dengan gambar wajah Barack Obama ketika pada saat itu ramai diperbincangkan karena menjadi presiden Amerika. Pada awalnya, mereka hanya bertujuan menambah uang saku setelah lulus dari kuliah. Tetapi ternyata jumlah permintaan dan pesanan terus meningkat, sehingga mereka bertekad membangun Cotton Ink lebih serius.

Baca Juga:
Siti: Saya Mau Majukan Usaha Tenun Bersama Ibu-Ibu Sekitar
Perempuan Inspiratif Indonesia dalam 30 Under 30 Versi Forbes

Carline yang sudah mempunyai bekal ilmu dan pengalaman bekerja di bidang garmen, membuatnya sukses dalam membangun brand miliknya. Cotton Ink pun menjadi terkenal, terlebih lagi untuk para pecinta dunia fashion. Cotton Ink sendiri menyediakan berbagai jenis produk seperti bawahan, pakaian, tas, outerwear hingga syal.

Mendapatkan Momen yang Tepat

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, bahwa dua sahabat ini memulai membuat brand dengan kaos Barack Obama. Mereka berdua pun mendapatkan momen yang tepat. Sehingga produk yang dijual ditambahkan, seperti aksesoris wanita, syal dan legging. Namun syal adalah produk produk yang paling laris di antara produk yang dipasarkan.

Alasan syal yang diproduksi Cotton Ink sangat laku adalah syal yang diproduksi dibuat dari tubular, yaitu bahan kaos tanpa jahitan yang berbentuk lingkaran. Tubular sendiri memang masih jarang dipakai di Indonesia. Carline pun mampu menghadirkan produk-produknya dengan berbagai inovasi dan kreativitas. Hal tersebut membuat brand Cotton Ink dicintai dan dikenal banyak orang.

Bahan kain yang dipakai merupakan dominan dari cotton yang diperoleh dari Indonesia sendiri. Sementara untuk produk tasnya, bahan yang dipilih yaitu kulit imitasi. Produk-produk Cotton Ink dipasarkan dengan rentangan harga mulai dari Rp 69.000,- sampai dengan Rp 349.000,-. Omset tertinggi yang dihasilkan Cotton Ink, 80%-nya berasal dari produk pakaian.

Anda pun bisa seperti Carline Darjanto untuk merdeka finansial, dengan cara mendanai para perempuan tangguh Amartha. Dapatkan bagi hasil sampai 15% flat per tahun. Anda tidak perlu takut, karena Amartha telah bekerja sama dengan Jamkrindo (Perusahaan Penjamin Kredit dan Asuransi Jiwa).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here