Jeli Lihat Peluang, Sri Hartatik Banting Usaha dan Raih Untung Ratusan Ribu Per Hari

0
104

“Sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui” merupakan pepatah yang cocok untuk menggambarkan usaha salah satu #PerempuanTangguh Amartha asal Purworejo yang satu ini, namanya Ibu Sri Hartatik. Ia sudah 2 tahun bergabung menjadi mitra usaha Amartha dengan total pembiayaan pertama sebesar 3 juta Rupiah. 

Melalui modal tersebut, Ibu Sri memanfaatkannya untuk berjualan sayur mayur dan lauk pauk. Aktivitas hariannya adalah berbelanja di waktu subuh lalu lanjut berjualan hingga siang hari. Sayur dan lauk yang dijualnya ini sebelumnya diolah dan dimasak kemudian dititipkan ke warung dan angkringan di sekitar rumahnya. Setiap harinya, pendapatan Bu Sri dari usahanya ini mencapai Rp50.000,00.

Sejak pandemi melanda, usaha Ibu Sri turut menjadi korban dari ganasnya virus ini. Dari usahanya yang lama, Bu Sri hanya mampu mendapatkan pemasukan harian Rp25.000,00 karena keterbatasan produksi. Ia pun turut menyadari bahwa warga di lingkungan sekitarnya terdampak pandemi sehingga pelanggannya pun berkurang. Memiliki keluarga yang harus dinafkahi, Ibu Sri tidak bisa tinggal diam. Ia harus menambah usaha atau beralih usaha agar pendapatannya kembali normal.

Baca Juga:
Semangat Pantang Menyerah Sutirah, Dari Usaha Mi Ayam ke Ayam Potong

Setelah menceritakan situasi dan kondisi usahanya kepada tim Business Partner Amartha, Ibu Sri memutuskan untuk beralih usaha. Jenis usaha yang dipilihnya adalah usaha angkringan atas dasar memanfaatkan kondisi lingkungan. Berhubung Ibu Sri memiliki rumah yang lokasinya dekat dengan bengkel dan dengan anak-anak yang nongkrong. Dengan demikian, Ibu Sri merasa bahwa memiliki usaha angkringan akan menguntungkan untuknya. 

Pertimbangan lain peralihan usaha yang dilakukan Ibu Sri adalah karena faktor usia. Di usianya yang terus bertambah, Ibu Sri seringkali merasa kelelahan dan kurang istirahat saat berjualan sayur dan lauk. Pasalnya, ia harus bangun pagi-pagi sekali untuk berbelanja, memasak, dan berkeliling menitipkan makanannya. Dengan berjualan angkringan di rumah, ia bisa mendapatkan waktu istirahat tambahan. 

Ibu Sri mengaku tantangan pertama yang dihadapinya saat beralih usaha ialah mengenai modal. Di masa pandemi ini, ia kesulitan mendapatkan modal usaha, terlebih lagi ia tidak bisa mengajukan pinjaman ke layanan keuangan konvensional.

Ia pun kembali menghubungi tim Business Partner Amartha untuk melakukan top up, Dengan demikian, Ibu Sri resmi memulai usaha angkringan sejak tanggal 8 Februari 2021, dengan jam buka dari 11:00 WIB sampai 22:00 WIB. Penghasilannya per harinya kini juga mengalami pertumbuhan menjadi Rp200.000,00.

Di akhir cerita, Ibu Sri mengucapkan terima kasih banyak kepada pendana Amartha yang telah menyalurkan pendanaan kepada dirinya. Katanya,

“Semoga [para pendana dan Amartha] tetap lancar, dan [kami] sebagai yang diberdayakan juga tetap lancar sehingga tidak saling mengecewakan”.

Terima kasih pendana Amartha. Pendanaan Anda sangat berarti untuk kemandirian dan kesejahteraan para #PerempuanTangguh Amartha

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here