Home Tech ⚙ Peran Fintech Lending untuk Mewujudkan Ekonomi Inklusif

Peran Fintech Lending untuk Mewujudkan Ekonomi Inklusif

Pada tahun 2019, perusahaan Fintech Lending yang terdaftar di OJK telah berjumlah 164, meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan dua tahun lalu. Hal ini sejalan dengan peningkatan jumlah akumulasi transaksi yang meningkat empat kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini menunjukkan bahwa industri ini masih terus berkembang dan potensi yang dimiliki amatlah besar. Dengan segala potensi yang dimiliki ini, lantas bagaimana peran Fintech Lending ini dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif di Indonesia?

Sumber: BPS dan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia (diolah)

Kondisi demografis Indonesia sebenarnya sangat mendukung Fintech Lending untuk berkembang. Data yang dihimpun dari BPS dan Bank Indonesia pada tahun 2018 menunjukkan bahwa 71% dari total masyarakat kelas menengah dan bawah di Indonesia tidak memiliki akses terhadap kredit. Di sisi lain, 74% dari UMKM yang ada di Indonesia juga tidak memiliki akses terhadap kredit. Celah inilah yang dapat diisi oleh Fintech Lending agar dapat mendorong perekonomian mereka melalui pinjaman yang diberikan.

Selanjutnya, adanya Fintech Lending sangat membantu masyarakat unbanked dengan memberikan akses pelayanan finansial dengan bunga yang relatif rendah. Apabila memerlukan dana, masyarakat pedesaan yang tidak memiliki fasilitas peminjaman formal pada akhirnya akan meminjam di institusi informal, seperti rentenir. Bunga yang ditawarkan di lembaga peminjaman informal ini pun tidak main-main, dapat menyentuh hingga tiga kali lipat dari nominal awalnya. Kehadiran Fintech Lending memfasilitasi dan memudahkan masyarakat tersebut, dengan bunga pinjaman yang jauh lebih rendah pada kisaran 20% hingga 35%.

Mitra Amartha

Salah satu mitra Amartha

Kehadiran Fintech Lending dapat menghasilkan dampak yang dapat langsung dirasakan oleh masyarakat. Melalui pinjaman yang diberikan, dengan proses yang relatif lebih mudah dan efisien, borrower dapat langsung menggunakannya untuk keperluan konsumtif maupun produktif. Di Amartha, kami selalu memastikan agar pinjaman yang disalurkan dapat berdampak secara sosial. Berdasarkan survei yang kami lakukan, kami menemukan bahwa pendapatan rumah tangga rata-rata dari mitra Amartha (sebutan bagi borrower Amartha) telah meningkat dari Rp 4,2 juta menjadi Rp 6,7 juta per bulannya pada tahun 2018, atau meningkat 59,5% dalam satu tahun. Kami memiliki komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan mereka dengan cara memberi pinjaman yang dalam proporsi tertentu harus digunakan untuk keperluan produktif dan pemberian pelatihan keuangan bagi para mitra Amartha.

Secara umum Fintech Lending memiliki berbagai keunggulan yang tidak dimiliki oleh pinjaman konvensional. Dengan memanfaatkan kombinasi berbagai model bisnis, teknologi, dan pendekatan inovatif, memungkinkan Fintech Lending untuk mencapai jangkauan yang lebih luas hingga ke daerah terpencil dan yang tidak terjangkau oleh institusi pinjaman konvensional. Proses yang diperlukan secara keseluruhan bisa lebih cepat dan efisien, terutama waktu. Hal ini dikarenakan hampir semua proses yang diperlukan dapat dilakukan secara online, baik dari aplikasi, pengajuan, penyaluran, maupun pendanaan. 

Sejalan dengan peningkatan penggunaan smartphone dan penetrasi internet, membuat Fintech Lending semakin potensial untuk terus bertumbuh dalam beberapa tahun ke depan. Ditambah lagi, industri Investasi Fintech Lending di Indonesia saat ini telah berada pada “third wave” yang mana para pelaku bisnis telah memiliki kode etik yang lebih jelas dan pemerintah menciptakan iklim hukum yang lebih baik, sehingga investor memiliki kepercayaan diri yang lebih tinggi untuk berinvestasi (PwC, 2019). Bagi kalian yang ingin berinvestasi, tentu Fintech Lending ini menjadi salah satu pilihan investasi yang menarik, dengan melihat berbagai manfaat dan keuntungannya. Jadi, tunggu apalagi? Mari berinvestasi di Amartha untuk mewujudkan ekonomi inklusif!

Subscribe to Our Newsletter

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.

Edgar Vidyatama
Edgar Vidyatama adalah mahasiswa tahun ketiga Ilmu Ekonomi UGM. Selain menekuni bidang ekonomi, bisnis, dan pasar modal, Ia juga menyukai travelling dan membaca buku. Kamu dapat mengikutinya di @edgarvidyatama

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Apa Itu TKB90 dan TKW90?

Amartha terus menjalankan prinsip transparansi kepada masyarakat dengan mencantumkan Tingkat Keberhasilan 90 (TKB90) di halaman utama website Amartha.com. Dengan transparansi ini, pemberi pinjaman akan...

CEO Letter: Dukungan untuk Sektor Usaha Mikro Indonesia

Kepada Pendana Amartha yang terhormat,Semoga Anda dan keluarga dalam keadaan sehat sepenuhnya. Di tengah pandemi COVID-19 yang sedang berlangsung,...

7 Amalan Sunnah di bulan Ramadhan yang Bikin Ibadahmu Makin Berkah

Akhirnya bulan yang dinanti-nanti oleh seluruh umat muslim di berbagi penjuru dunia tiba, Ramadhan yang penuh berkah, hikmah dan ampunan, karena berbagai...

5 Lapisan Mitigasi Risiko Ini Ada di Amartha

Sebelum memulai pendanaan di dunia fintech, Anda harus mengetahui risiko dan keamanan yang dilakukan perusahaan tersebut. Hal ini...