Per 1 Juni 2021, Cek Saldo dan Tarik Tunai di ATM Kena Biaya

0
308
Photos by istockphoto

Per 1 Juni 2021, Bank BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang merupakan Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), dan Bank Tabungan Negara (BTN) mengubah kebijakan biaya transaksi cek saldo dan tarik tunai di ATM Link atau ATM Bank BUMN. 

Sebelumnya, Nasabah yang ingin cek saldo atau tarik tunai tidak dikenakan biaya apapun atau gratis. Namun, per 1 Juni mendatang, bagi Nasabah yang ingin cek saldo di ATM LInk akan dikenakan biaya Rp2.500 dan untuk tarik tunai dikenakan biaya Rp5.000. Sementara transaksi transfer tidak mengalami perubahan harga, yaitu Rp4.000.

Sumber: Bank Mandiri

Bagi Nasabah Bank BUMN yang bertransaksi di ATM Bank lain (selain ATM Bank BUMN atau ATM dengan tampilan ATM Link) akan dikenakan biaya transaksi yang berlaku seperti: cek saldo Rp4.000, tarik tunai Rp7.500 dan transfer Rp6.500. Biaya tersebut didebet langsung dari rekening nasabah saat transaksi berlangsung.

Adapun alasan kebijakan ini oleh Mucharom, Corporate Secretary Bank BNI, melansir Kompas.com, penyesuaian biaya transaksi merupakan bentuk komitmen Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) untuk meningkatkan layanan perbankan inklusif, peningkatan keamanan dan kenyamanan dengan biaya yang terjangkau bagi masyarakat. 

“Himbara mendukung program GNNT (Gerakan Nasional Non Tunai) dimana penyesuaian biaya transaksi tersebut untuk mengurangi ketergantungan masyarakat atas penggunaan uang tunai,” sebut Mucharom.

Saat ini, setiap Bank BUMN memiliki belasan ribu jaringan ATM di seluruh Indonesia dengan rincian Bank Mandiri lebih dari 17.00 ATM, BRI lebih dari 20.000 ATM, BNI lebih dari 18.000 ATM, dan BTN lebih dari 2.000 ATM.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here