Pemilik UMKM, Begini Cara Cerdas Mengatur Cash Flow

0
70
Ilustrasi cash flow UMKM. Sumber: www.istockphoto.com
Ilustrasi cash flow UMKM. Sumber: www.istockphoto.com

Manajemen cash flow atau arus kas tidak cuma dibutuhkan oleh bisnis atau perusahaan besar saja. Namun, setiap usaha, baik ukuran mikro, kecil hingga menengah (UMKM) pun memerlukan pengaturan ini. Dengan begitu, bisnis atau usaha akan berjalan optimal.

Melalui adanya pengaturan arus kas yang berjalan menyesuaikan perencanaan, pengarahan, dan pengorganisasian yang sudah disusun serta disepakati semenjak awal, maka kamu sebagai pelaku usaha bisa memajukan dan mengembangkan UMKM dengan baik. 

Bicara soal pengertian, sebagian besar pelaku UMKM belum mengetahui apa itu cash flow. Istilah satu ini sebenarnya adalah penurunan atau kenaikan jumlah anggaran yang dimiliki oleh individu, institusi, atau bisnis.

Menurut ranah keuangan, istilah ini memiliki fungsi sebagai gambaran jumlah uang kas atau tunai yang dikonsumsi dan dihasilkan dalam periode tertentu. Arus kas positif tercipta atas pemasukan lebih besar ketimbang pengeluaran. Kalau arus kas negatif adalah sebaliknya.

Nah, sudahkah kamu mengetahui cara-cara mengatur arus kas untuk UMKM? Jika belum, maka sebaiknya segera mencaritahunya sebelum terlambat. Caranya? Kamu bisa menggali informasi lewat seminar, video, buku, hingga artikel seperti yang tengah kamu baca saat ini!

Tips Mengatur Cash Flow UMKM

Untuk melakukan pengaturan atau pengelolaan arus kas UMKM secara baik, benar, dan optimal, caranya mudah. Memangnya apa saja sih? Berikut ini adalah poin-poin beserta penjelasan singkatnya:

Merencanakan Keuangan Secara Tepat

Cara mengatur cash flow atau arus kas yang pertama adalah dengan melakukan perencanaan keuangan. Jadi, sebagai pelaku usaha yang cerdas, kamu harus merencanakan anggaran UMKM sedini mungkin, bahkan sebelum memulainya.

Dalam perencanaan anggaran UMKM, kamu bisa menyiapkan persediaan modal yang cukup. Berbagai macam penyedia modal yang bisa kamu pilih antara lain tabungan pribadi, kredit tanpa agunan di bank, hingga P2P lending

Sesudah memeroleh modal, maka kamu bisa menyalurkannya pada beragam bagian, contohnya yaitu biaya pembelian peralatan, bahan baku, produksi, operasional, upah tenaga kerja, dan masih banyak lagi.

Kamu pun perlu memastikan, sebelum menyebar anggaran tersebut, sebaiknya hitung dan perkirakan secara tepat supaya tercegah dari kekurangan anggaran dalam bagian tertentu. Semakin baik pembagian anggaran, maka semakin optimal jalannya UMKM.

Baca Juga: Pentingnya Peran UMKM dalam Perekonomian Indonesia

Memastikan ‘Cash In’ Lebih Tinggi Ketimbang ‘Cash Out’

Setiap cash flow UMKM pastinya memiliki arus ‘cash in’ yang berarti pemasukan asal modal serta keuntungan – dan ‘cash out’ yang berarti pengeluaran asal pembelian yang dibutuhkan usaha. Kedua arus tersebut harus selalu kamu awasi secara ketat.

Dalam menjaga arus ‘cash in’ maupun ‘cash out’, sebaiknya kamu harus memastikan besar pasak daripada tiang tidak terjadi. Sebab, lambat laun hal tersebut dapat menyebabkan UMKM milikmu menjadi gulung tikar.

Sebuah permisalan, suatu pembelian atau pengadaan inventaris tidak boleh dilakukan terus menerus. Kamu harus memilah manakah prioritas usaha yang wajib lekas dibeli dan ditunda, sehingga keadaan arus kas kondisi arus kas konsisten aman terkendali.

Mengalokasikan Keuntungan Secara Tepat

Tips UMKM mengatur cash flow ini beranggapan bahwa keuntungan UMKM yang diperoleh bukanlah mutlak 100% milik pelaku usaha. Namun, itu wajib dialokasikan kembali pada beragam pos supaya UMKM dapat berjalan aman dan terkendali.

Untuk gambarannya, dari keseluruhan 100% keuntungan yang diperoleh usaha, 10% digunakan untuk berinvestasi atau menabung, 20% digunakan sebagai dana cadangan apabila sewaktu-waktu diperlukan, dan 70% ditujukan pada biaya operasional.

Mengutamakan Pembayaran Cash

Supaya pengelolaan finansial dan cash flow tetap berjalan lancar dan aman, kamu sebagai pelaku usaha sebaiknya mengutamakan pembayaran secara cash. Hal ini berarti kamu harus menolak pembayaran angsuran atau tempo waktu tertentu.

Jika sebelumnya telah terlanjur ada sejumlah pelanggan yang membayar melalui angsuran atau tempo, maka lakukan penagihan tepat waktu. Jadi, tentukan tanggal penagihan dan berikan bonus jika pelanggan bisa melunasi dalam hitungan hari. Demikianlah tips-tips untuk mengatur atau mengelola cash flow secara mudah.

Kamu juga bisa melakukan investasi mulai 100 ribu aja melalui microfinance marketplace di Amartha dalam modalin perempuan tangguh di Indonesia. Di sini, kamu juga bisa memperoleh imbal hasil hingga 15% flat per tahun.

Download aplikasi Amartha di Android

Download aplikasi Amartha di iOS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here