/

Pemberdayakan Ekonomi Perempuan melalui Fintech Lending

Pemberdayaan Ekonomi Perempuan melalui Fintech

Keberadaan financial technology (fintech) peer to peer (p2p) lending atau disebut fintech lending telah memberikan dampak positif bagi perekonomian di Indonesia. Fintech membawa pengaruh yang besar bagi kemajuan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia.

Hal ini terbukti melalui kajian Institute for Development of Economics and Finance (Indef) bersama Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH), fintech lending menyumbang hingga Rp 25,97 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Hal ini menunjukan bahwa fintech lending memberikan dampak positif bagi perekonomian di Indonesia.

Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pada 2017, penyaluran pembiayaan modal melalui fintech lending sebesar Rp, 256 triliun. Pada 2018, penyaluran pembiayaan modal telah mencapai Rp 20 triliun.

Hal ini pula yang turut dialami oleh Amartha. Jika pada 2017, Amartha menyalurkan pembiayaan modal sebesar Rp 200 miliar. Pada 2018, Amartha berhasil menyalurkan pembiayaan modal lebih dari Rp 700 miliar, meningkat lebih dari 200%.

Pengusaha Mikro Perempuan Amartha

Mitra usaha Amartha yang merupakan ibu-ibu di pedesaan.

Founding Member IMFEA (Indonesia MicroFinance Expert Association) dan Project Leader ukmindonesia.id, Dewi Meisari Haryanti, mengatakan, peran fintech lending dalam program inklusi keuangan pemerintah dan OJK dapat membantu masyarakat serta UsahaMKM untuk mendapatkan akses yang lebih mudah dalam memanfaatkan jasa keuangan. Oleh karena itu, dukungan regulator sangat diperlukan untuk mempercepat pengembangan fintech, khususnya p2p micro lending sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Platform p2p lending yang aman dan sudah teregulasi menjadi harapan bagi para pengusaha kecil yang sedang mencari pinjaman usaha sekaligus jadi cara untuk menyukseskan program inklusi keuangan sehingga mampu meningkatkan perekonomian Indonesia secara makro,” kata Dewi.

Sejak berdiri pada 2010,  CEO Amartha, Andi Taufan Garuda Putra mengatakan, Amartha berkomitmen terhadap pembangunan ekonomi dan kesejahteraan warga di pelosok desa. Para mitra usaha yang menerima pembiayaan dan pelatihan literasi keuangan dari Amartha adalah ibu-ibu berusia antara 21-60 tahun berasal dari kelas sosial ekonomi paling bawah di desa. Mereka memiliki kebutuhan akan permodalan untuk memulai atau mengembangkan usaha rumahan.

“Mengapa kami memilih menyalurkan pembiayaan kepada perempuan? Karena kami memahami bahwa pembangunan yang berkesinambungan harus memperhatikan kesetaraan gender.” kata Andi.

Berbagai penelitian telah dilakukan dan membuktikan bahwa perempuan memang paling rentan tetapi juga kekuatan paling besar untuk mencapai kemajuan ekonomi.

– Sri Mulyani Indrawati

Andi menjelaskan, para pengusaha mikro perempuan ini tidak memiliki kelayakan untuk mendapatkan pinjaman dari perbankan. Ini karena, mereka tidak mempunyai jaminan, tidak memiliki surat izin usaha resmi, riwayat kredit maupun persyaratan administratif perbankan lainnya.

“Mitra Amartha ini di pelosok desa dan untuk menjangkau mereka, Amartha memiliki jaringan tim lapangan yang akan berkeliling mengendarai sepeda motor dan memberikan pelayanan serta pelatihan kepada kelompok-kelompok di wilayah kerjanya,” jelas Andi.

Sebagai perusahaan fintech lending, Amartha telah menghubungkan para wirausaha mikro perempuan di pedesaan yang membutuhkan modal dengan orang-orang baik di kota yang ingin membantu mendanai usaha mereka di amartha.com. Hingga kini, Amartha telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 789.000 kepada lebih dari 183.000 pengusaha mikro perempuan (Januari 2019).

“Tentunya, perjalanan masih panjang. Kolaborasi dan kerja keras masih diperlukan untuk bisa mencapai target Sustainable Development Goals yakni pilar pengentasan kemiskinan, partisipasi perempuan dalam pembangunan dan pengurangan ketimpangan pendapatan di pedesaaan,” ungkap Andi.

Please follow and like us:
Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

FACEBOOK
FACEBOOK
LINKEDIN
%d bloggers like this: