Peluang Dan Untung Menggiurkan Dari Bisnis Lobster Air Tawar

|

|

|

Lobster akhir-akhir ini ramai diperbincangkan. Lobster adalah salah satu hewan yang dijual dengan harga yang fantastis, dari puluhan ribu hingga jutaan rupiah.

Menariknya, lobster adalah hewan yang dapat hidup di air tawar dan air laut dan keduanya sama-sama menguntungkan sebagai salah satu peluang bisnis.

Untuk lobster air tawar sendiri berasal dari Sungai Flinders dan Sungai Gilberth di Australia bagian utara. Walkamin Research Centre selaku lembaga riset milik pemerintah Australia menemukan dua kriteria lobster dari kedua sungai tersebut, yaitu lobster dengan pertumbuhan cepat namun jumlah telur sedikit dan lobster dengan jumlah telur banyak tapi pertumbuhannya lambat.

Lalu, bagaimana peluang bisnis dari lobster air tawar ini?

Peluang Bisnis Lobster Air Tawar

Lobster merupakan salah satu hewan yang dapat hidup di air tawar dan air laut. Cara membudidayakan hewan tersebut pun berbeda-beda juga biaya yang diperlukan.

Cuncun Setiawan, pemilik Bintaro Fish Centre (BFC) Mini Farm membeberkan perbedaan cara membudidayakan lobster di air tawar dan air laut.

Menurutnya, budi daya lobster air laut membutuhkan biaya yang mahal untuk membuat teknologi saringan air skala mikro. Selain itu, lahan besar untuk menampung puluhan hingga ratusan ribu telur lobster.

“Budi daya lobster air laut itu membutuhkan saringan air hingga skala mikro. Karena lobster air laut itu sekali bertelur bisa 50 ribu hingga 100 ribu telur. Gedenya kayak ujung jarum. Kalau ada zooplankton, habis (telur lobster),” ungkap Cuncun seperti dilansir dari Kumparan.

Sementara lobster air tawar, kata Cuncun, dapat dikembangbiakkan di kolam tanah hingga akuarium. Hanya saja untuk budidaya di kolam tanah dibutuhkan suplai air yang lebih besar daripada rembesan. Adapun yang lebih ekonomis dapat menggunakan kolam terpal.

Keuntungan Budidaya Lobster Air Tawar

Budidaya lobster air laut yang eksklusif gak mengherankan dijual dengan harga hingga Rp1 juta per kilogram. Lobster air tawar sendiri dijual dengan kisaran harga Rp175 ribu per kilogram. Meskipun terdapat perbedaan harga yang signifikan, budidaya lobster air tawar tetap menguntungkan.

Cuncun mengatakan bahwa dirinya menyediakan paket akuraium senilai Rp5,8 juta dengan rincian 9 akuraium, mesin aerator, keran air, pembuangan air, sistem sedot otomatis, dan indukan lobster air tawar siap kawin usia 6 bulan sebanyak 5 betina dan 3 jantan.

Apabila kamu sudah memiliki media budi daya, modal yang dikeluarkan adalah untuk membeli indukan lobster air tawar yang dijual dengan beragam harga.

  • Harga Indukan Rp 750.000 per set (5 betina dan 3 jantan dengan ukuran 5 inchi). Setiap betina dapat menghasilkan 400 telur sehingga total satu set dapat menghasilkan sekitar 2.000 anakan.
  • Harga Indukan Rp500.000 per set dengan panjang 4,5 inchi. Setiap betina dapat menghasilkan sekitar 300 anakan atau sekitar 1.500 anakan per set.
  • Harga Indukan Rp350.000 per set dengan panjang 4 inchi. Setiap betina dapat menghasilkan 200 anakan atau sekitar 1.000 anakan per set.

Bagaimana cara menghitungnya?

Misal Martha membeli indukan seharga Rp750.000 dengan perkiraan 2.000 anakan. Apabila dijual ke pengepul masih dalam bentuk anakan ukuran 2 inchi dengan harga Rp1.250 per ekor dikali 2.000 anakan, maka Martha sudah mendapatkan omzet Rp2.5 juta dengan modal sekitar Rp1 juta (modal indukan dan pakan).

Nilai tersebut pastinya akan bertambah tergantung pembesaran yang dilakukan. Mulai dari awal hingga lobster berukuran 2 inchi memerlukan waktu 4 hingga 5 bulan, lalu dari 2 inchi sampai pembesaran untuk ukuran konsumsi diperlukan waktu 4 sampai 5 bulan.

Perlu diperhatikan pula bahwa ada risiko dalam proses pembesaran. Bila dihitung, lobster 1.500 ekor dengan berat 50 gram totalnya sekitar 75 kilogram. Sementara harga per kilonya adalah Rp80 ribu, dengan demikian omzet yang didapat adalah 6 juta.

Gimana, tertarik untuk budidaya lobster air tawar? Atau lebih tertarik mendanai para perempuan peternak lobster di pedesaan? Emang bisa?

Bisa banget dan Amartha adalah jawabannya. Amartha adalah perusahaan peer to peer (P2P) Lending yang menghubungkan pendana kepada para perempuan pengusaha mikro di pedesaan.

Dengan mendanai di Amartha, pendana bisa mendapatkan keuntungan sampai 15% flat per tahun. Sementara perempuan pengusaha mikro akan mendapatkan modal usaha tanpa potongan dan agunan. Selain itu juga mendapatkan pendampingan usaha dan pelatihan keuangan rutin dari Amartha.

Amartha juga sudah mendapatkan izin usaha dari OJK sehingga menjadi perusahaan investasi yang aman.

Pelajari selengkapnya mengenai Amartha di sini!

LANGGANAN EMAIL MONEY+

DAPATKAN INFO TERBARU
TENTANG MONEY+

Eri Tri Angginihttp://museumberjalan.id
Lulusan Ilmu Sejarah yang nyasar ke financial services. Kindly check museumberjalan.id untuk dapatkan informasi seputar sejarah & sosial budaya.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Usaha yang Cocok di Tengah Pandemi Corona

Covid-19 atau virus corona sedang mewabah sehingga semua orang harus diam di rumah mengisolasi diri. Tapi kalau begini terus semua aktivitas jadi...

Ini Daftar Negara Termiskin di Dunia, Ada Indonesia Gak Ya?

Setiap negara di dunia diklasifikasikan menjadi 3, yaitu negara miskin, berkembang, dan maju. Dalam klasifikasi ini setiap organisasi dunia memiliki indikatornya...

Butuh Dana Cepat? Ini Pilihan Pinjaman Syariah Bebas Riba

Perlu modal besar untuk buka usaha? Pinjam ditempat lain tapi takut riba? Kamu tidak usah khawatir, pasti saja ada solusinya. Kini ada...

Moms, Ini Lho Perkiraan Biaya Imunisasi Si Kecil

Buat bayi, imunisasi adalah hal yang sangat penting didapat mengingat daya tahan tubuhnya masih sangatlah lemah. Sebagai informasi, imunisasi merupakan cara meningkatkan...