Pelajari Perbedaan Investasi Syariah dan Konvensional

0
601
Ilustrasi investasi. sumber: www.freepik.com
Ilustrasi investasi. sumber: www.freepik.com

Perbedaan investasi syariah dan konvensional merupakan suatu hal yang sudah sangat umum, namun kebanyakan orang enggan untuk mengetahui dan mempelajarinya, sehingga membuat kesimpulan bahwa keduanya sebenarnya merupakan hal yang sama. 

Padahal, dari segi pengertian saja keduanya berbeda. Investasi syariah adalah investasi yang berpatokan dalam hukum atau syariat Islam. Sedangkan pengertian investasi konvensional sendiri adalah investasi umum yang tidak berpatokan pada prinsip agama tertentu.

Mari mengenal lebih dalam tentang perbedaan antara investasi syariah dan konvensional! Dengan begitu, kamu tidak akan terlalu awam dengan kedua hal ini. Jadi, langsung saja ikuti pembahasan dalam artikel satu ini untuk mengetahui perbedaan keduanya!

Perbedaan Investasi Syariah dan Konvensional

Investasi syariah dan konvensional mempunyai sejumlah perbedaan, yakni ada di produk investasi, mekanisme transaksi, akad pelaksanaan, tujuan investasi, instrumen yang dijual, dan landasan hukum. Tentang penjelasan masing-masing poin tersebut adalah berikut ini:

1. Produk Investasi

Ini merupakan aspek pembeda pertama antara investasi syariah dan konvensional. Nah, perlu kamu ketahui, dalam poin ini, investasi konvensional memiliki ruang lingkup lebih luas ketimbang investasi syariah. 

Jadi, berbagai aspek bisnis sangat bisa digunakan menjadi produk investasi konvensional. Di lain sisi, produk investasi syariah sendiri lebih sedikit karena ruang lingkupnya yang terbatas dan bergantung pada syariat Islam.

2. Mekanisme Transaksi

Investasi konvensional memiliki mekanisme transaksi serta pengelolaan anggaran tanpa batas-batas yang jelas. Ini memicu penempatan dana investasi tidak terbatas digunakan untuk beragam aspek, termasuk bidang yang tidak jelas halal-tidaknya.

Seperti poin perbedaan investasi syariah dan konvensional sebelumnya, mekanisme transaksi dalam investasi syariah lebih ketat, teregulasi, dan tentu saja terbatas. Sebab, setiap anggaran harus bebas dari gharar, riba, serta pelanggaran syariat lainnya. 

3. Akad Pelaksanaan 

Investasi syariah memiliki akad khusus dan berbeda untuk masing-masing jenis investasi. Tidak seperti investasi konvensional yang tidak memiliki varian akad dalam praktik atau pelaksanaannya. 

Bagi kamu yang belum mengetahui apa saja akad pelaksanaan dalam investasi syariah, maka sebut saja contohnya adalah bagi hasil (mudharabah), sewa-menyewa (ijarah), dan kerja sama (musyawarah).

Baca Juga: 8 Instrumen Investasi Syariah, Mana yang Lebih Bagus?

4. Tujuan Investasi

Investasi syariah tidak cuma mementingkan return atau perolehan kembalian, namun juga SRI atau Socially Responsible Investment dengan kata lain yaitu suatu strategi investasi yang mengkolaborasikan perolehan keuntungan dan kebajikan sosial.

Di sisi lain, investasi pada umumnya atau investasi konvensional lebih mementingkan return tinggi. Sehingga lebih mengacuhkan kebajikan sosial, karena pada dasarnya tujuan eksistensi investasi konvensional adalah untuk memajukan ekonomi. 

5. Instrumen yang Dijual

Bicara soal contoh investasi syariah dan konvensional dalam aspek ‘instrumen yang dijual’, sebenarnya tidak jauh berbeda. Pada investasi konvensional sendiri, instrumen yang digunakan yakni obligasi, saham, opsi, reksadana, right, dan warrant.

Sedangkan dalam pasar investasi ‘pasar modal’ syariah, obligasi, saham, serta reksadana yang digunakan atau dijual adalah instrumen yang sudah mengikuti hukum atau syariat Islam. 

6. Landasan Hukum

Nah, seperti yang telah disebutkan berulang kali, investasi syariah berpegang teguh pada hukum atau syariat Islam. Hal ini berarti sudah jelas bahwa investasi syariah memiliki landasan hukum Al-Qur’an dan hadits, serta fatwa DSN maupun MUI.

Sedangkan, untuk investasi konvensional sendiri, khususnya ranah lokal, landasan hukumnya yaitu berpatokan pada Undang-Undang Pasar Modal, lebih tepatnya Undang-Undang No. 8 Tahun 1995. Itu dia pembahasan seputar perbedaan investasi syariah dan konvensional. Bagaimana? Mudah dipahami bukan?

Jika tertarik untuk investasi, yuk gabung di microfinance marketplace Amartha dan menjadi lender! Mulai modalin pengusaha mikro mulai dari Rp 100.000, kamu bisa mendapatkan keuntungan imbal hasil hingga 15% flat per tahun, lho!

Download aplikasi Amartha di Android
Download aplikasi Amartha di iOS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here