Pandemi Menurun WFH Berkurang, Bagaimana Nasib Zoom?

0
54
ilustrasi zoom. sumber: www.freepik.com
ilustrasi zoom. sumber: www.freepik.com

Nasib Zoom Saat Pandemi Mulai Menurun

Saat wabah Corona melanda dunia dan diterapkannya WFH (Work from Home) membuat aplikasi Zoom menjadi kian berjaya. Banyak kalangan yang memilih untuk berkomunikasi dengan menggunakan aplikasi ini mulai dari kalangan pengusaha, mahasiswa, pelajar, hingga untuk pertemuan keluarga. 

Namun, kini banyak yang mempertanyakan nasib Zoom setelah aktivitas tatap muka mulai kembali berjalan seperti biasa karena pandemi telah mulai menurun. Apalagi hampir seluruh sekolah dan kampus yang telah menjalankan kegiatan tatap muka setelah adanya vaksin yang telah diberikan hingga di kalangan siswa SD.  

3 Perubahan Pasca Pandemi yang membuat Zoom Tampil Percaya Diri

Mengutip dari akun Instagram Bisnismuda, Eriz Yuan selaku CEO Zoom pada bulan Maret lalu menyatakan bahwa layanan meeting online dari Zoom secara gratis selama 40 menit kabarnya akan dicabut. 

Fungsi dari aplikasi ini nantinya akan dikembalikan seperti di awal yaitu sebagai software yang digunakan untuk kalangan bisnis. Namun, pihak investor masih meragukan hal tersebut akan berjalan mulus. 

Dilansir dari CNBC, walaupun nasib Zoom setelah pandemi pendapatannya mengalami penurunan. Namun pihak aplikasi ini tetap optimis dan percaya diri akan tetap menjadi salah satu platform meeting online yang bersaing dan relevan bagi masyarakat walaupun masa pandemi telah berakhir. 

Diperkirakan, gaya kerja baru yang disebut dengan hybrid work. Model ini akan semakin banyak diterapkan di berbagai perusahaan di dunia. Sistem kerja hybrid yang memberlakukan setengah WFH dan setengah WFO. 

Ricky Kapur yang merupakan pimpinan Zoom di kawasan Asia Pasifik menyatakan bahwa ada tiga perubahan besar yang akan terjadi pasca pandemi. Hal inilah yang memacu pertumbuhan dan relevansi Zoom. Adapun ketiga perubahan pasca pandemi Covid-19 tersebut diantaranya adalah sebagai berikut.

1. Menciptakan Lingkungan Kerja yang Fleksibel

Perubahan pertama yang berkaitan dengan nasib Zoom pasca pandemi mulai reda adalah adanya pola pikir dari perusahaan untuk menciptakan sebuah lingkungan kerja yang kolaboratif, inklusif, dan hybrid bagi para staf. 

Ini dikarenakan tuntutan dari karyawan yang mengharapkan adanya pengaturan kerja yang lebih fleksibel. Selain itu, mereka juga berharap agar diberi keleluasaan untuk bekerja tanpa bersentuhan secara langsung dimanapun mereka berada.   

Baca Juga: Simak 6 Tips Agar Tetap Produktif Saat Work From Home!

2. Konsumen Menuntut Adanya Kenyamanan yang Lebih

Menurut Ricky Kapur, perubahan kedua yang terjadi setelah masa pandemi mulai reda adalah adanya tuntutan dari konsumen. Tuntutan tersebut berkaitan dengan faktor kenyamanan yang diharapkan bisa lebih ditingkatkan dari sebelumnya. 

Itu sebabnya perusahaan mulai menata ulang untuk hal-hal yang berhubungan dengan keterlibatan pelanggan. 

Diantaranya adalah pengalaman saat melihat produk, bisa melakukan percakapan secara nyata melalui Zoom meeting, pengalaman di bidang ritel, dan pengalaman saat membuat keputusan untuk membeli produk atau layanan jasa yang diinginkan. 

3. Perusahaan Digital Menciptakan Platform Inovatif

Perubahan ketiga menurut Ricky Kapur yang terjadi di dunia bisnis adalah dibangunnya platform inovatif yang berasal dari perusahaan-perusahan digital. 

Tujuannya adalah untuk menciptakan layanan yang bisa menjangkau konsumen baru, terutama dalam bidang pendidikan dan kesehatan. Diprediksi, nantinya masyarakat akan lebih banyak menggunakan platform inovatif tersebut. 

Dari ketiga perubahan tersebut, Ricky Kapur mengklaim nasib Zoom ketika pandemi benar-benar berakhir tetap akan bertahan berada di lingkungan kerja hybrid. Seperti halnya Zoom yang tetap optimis, kamu sebagai generasi penerus bangsa juga jangan mau kalah. 

Mulailah mengatur masa depan dengan cara ikut berinvestasi melalui microfinance marketplace Amartha. Imbal hasil sebesar 15% flat per tahun bisa kamu manfaatkan sebagai tabungan masa depan. Yuk, tetap semangat di masa pasca pandemi dengan berinvestasi di Amartha.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here