Nasib Pemulihan Ekonomi di Masa New Normal #KitaJanganMenyerah

0
61

Baru-baru ini, Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi atau Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) mengeluarkan perhitungan atas prakiraan Kondisi Ekonomi Dunia (Global Economic Outlook) tahun 2020.

Menurut OECD, pertumbuhan ekonomi dunia diprediksi minus 6-7,6 persen dan perdagangan barang dan jasa akan turun minus 9-11 persen. Pembatasan mobilitas dan perjalanan yang harus dilakukan untuk merespons COVID-19 telah menyebabkan penurunan drastis dalam kegiatan ekonomi, sehingga terjadi ‘social-economic crisis causes by health crisis’.

Rantai pasokan global pun terhenti, kesenjangan dan utang meningkat, serta tingkat kepercayaan ekonomi menurun. Perancis, Inggris, Spanyol dan Italia diprediksi akan menjadi negara dengan tingkat penurunan ekonomi terbesar, mencapai sekitar 11-14 persen. Sementara itu, ekonomi Amerika Serikat akan turun hingga 7-9 persen.

Di tengah ketidakpastian pemulihan ekonomi global, Indonesia mendapatkan sedikit harapan. Vaksin Covid-19 dari perusahaan asal Cina, Sinovac, sudah tiba di Indonesia. Kementerian Luar Negeri Indonesia pun dikabarkan sudah menyerahkan vaksin itu kepada perusahaan farmasi milik negara, PT Bio Farma.

Bio Farma akan melakukan uji coba tahap 3 kepada 1,620 sukarelawan. Sebagai tahap awal Uji Klinis tahap 3, vaksin dari Sinovac yang tiba di Indonesia jumlahnya ada sebanyak 2.400 vaksin.  Bila uji coba ini berhasil, maka Bio Farma ditargetkan untuk mulai memproduksi vaksin pada kuartal I tahun 2021. Produksi ditargetkan hingga 100 juta dosis setiap tahunnya.

Perkembangan uji coba vaksin Covid-19 merupakan perkembangan positif yang diperhatikan oleh para investor saat ini. Maka, tidak menutup kemungkinan banyak investor asing yang sudah melakukan net sell sepanjang tahun bisa Kembali masuk ke pasar Indonesia nantinya.  

Selain itu, pemerintah tampaknya mulai serius dalam penanganan untuk memulihkan ekonomi nasional. Pemerintah Indonesia diketahui sempat menganggarkan uang hingga Rp 600 triliun lebih untuk mendukung pemulihan ekonomi akibat Covid-19. Meski begitu, penyerapan anggaran itu bahkan belum terealisasi 50%-nya hingga saat ini.

Setelah itu, Presiden Jokowi akhirnya membentuk komite khusus agar penanganan pemulihan nasional bisa lebih efektif. Harapannya, komite khusus ini bisa mempercepat realisasi anggaran pemulihan, sehingga bisa menopang ekonomi dari kejatuhan lebih dalam. Tapi, tetap perlu diingat bahwa pemulihan nasional bisa jadi lebih cepat terjadi apabila uji coba vaksin di Indonesia berhasil dilakukan.

Ketidakpastian memang tetap ada, namun hal terbaik yang bisa dilakukan saat ini adalah dengan menambah portolio investasi. Salah satu cara berinvestasi paling mudah dan aman adalah dengan bergabung menjadi pendana di Amartha.

Mengapa harus Amartha? Pasalnya, dengan menjadi pendana bagi para perempuan pengusaha mikro mitra Amartha, kamu juga akan mendapatkan keuntungan hingga 15% per tahun dan cash flow mingguan. Selain itu, pembayaran angsurannya bisa diambil kapan saja.

Yuk, mulai investasimu di Amartha! 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here