Murah, Biaya Pasang PLTS Atap Yang Gak Bikin Kantong Jebol!

|

|

|

Penggunaan panel surya di atap rumah kian diminati banyak kalangan. Namun, tidak sedikit yang bimbang khususnya terkait besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk memasang tenaga surya di atap rumah.

Pemerintah Indonesia sendiri juga terus mengajak masyarakat untuk mau memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap demi mengejar bauran energi nasional sebesar 23% pada tahun 2025 mendatang.

Dalam sebuah diskusi yang dilakukan Kementerian ESDM melalui live Instagram di akun resmi kementerian @kesdm, Managing Director Solarhub Indonesia, Marlistya Citraningrum menjawab dengan perkiraan tagihan listrik Rp 1 juta per bulan. Menurutnya, jika rumah yang punya daya 2.200 watt, maka bisa dipasang PLTS Atap berdaya 2,2 kilo watt-peak (kWp) dengan biaya sekitar Rp 35 juta.

Sementara itu, Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan Ditjen EBTKE Chrisnawan Aditya mengatakan harga yang ditawarkan untuk PLTS Atap ini bervariasi. Untuk setiap 1 kWp, ada yang mematok Rp 15-17 juta, ada yang Rp 20 juta, tapi ada juga yang lebih murah yakni Rp 10 juta.

Sebagai informasi, panel surya atap rumah yang berkapasitas 1 kWp bisa menghasilkan listrik selama sekitar 8 jam dari mulai jam 08.00 pagi sampai 16.00 sore. Apalagi dengan energi sinar matahari di kota seperti Jakarta dan Surabaya, total energi yang dihasilkan bisa sekitar 3,5 kWh per hari atau perbulannya sekitar 100 kWh.

Saat ini, juga sudah aplikasi yang bisa menghitung biaya pemasangan sampai kalkulasi penghematan tagihan listrik per bulan. Aplikasi ini dikeluarkan Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (P3TKEBTKE) Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM).

Aplikasi yang berbasis website ini bernama electronic survey, monitoring, and reporting (e-SMART) bisa diakses melalui laman https://esmart-plts.jatech.co.id/. lewat aplikasi ini, masyarakat yang hendak memasang panel surya di rumah tidak perlu bingung menghitung biaya pemasangan sampai perkiraan biaya tagihan yang bisa dihemat.

Dikutip dari laman Indonesia.go.id, aplikasi ini juga akan menampilkan manfaat sistem pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang dipasang berupa penghematan tagihan listrik PLN, pengurangan emisi karbondioksida (CO2), serta ekuivalensi terhadap jumlah pohon yang ditanam dan pemakaian bahan bakar minyak (BBM) pada kendaraan bermotor.

Masyarakat yang akan memasang panel tenaga surya di atap rumah cukup menggambar luas atap yang akan dipasangdan kemudian sistem informasi akan menampilkan estimasi manfaat dan biaya.

Elemen perhitungan meliputi luas atap, kebutuhan konsumsi listrik, dan kapasitas daya terpasang PLN dalam menghitung potensi kapasitas panel surya di atap rumah.

Perhitungan potensi PLTS atap meliputi beberapa tahap analisis. Tahap pertama adalah menghitung potensi PLTS berdasarkan luasan atap yang tersedia dan kebutuhan PLTS berdasarkan konsumsi listrik.

Tahap kedua adalah membandingkan data potensi dengan kapasitas daya terpasang dari PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Nilai paling rendah dipilih sebagai batas kapasitas maksimum yang dapat dipasang (kapasitas desain) dan paling tinggi adalah sebesar 100 persen dari kapasitas daya tersambung konsumen PLN.

Tahapan selanjutnya adalah menggunakan nilai kapasitas disain tersebut untuk simulasi perhitungan kapasitas inverter dan modul, sesuai dengan basis data yang tersedia. Hasil simulasi ini akan menentukan rekomendasi nilai kapasitas panel surya di atap rumah.

Pada umumnya PLTS atap menggunakan teknologi dengan sistem on-grid tie, artinya dapat dihubungkan dengan jaringan listrik PLN. Sehingga kelebihan daya listrik dihasilkan dari PLTS atap bisa diekspor ke PLN.

Di samping itu, setiap pelanggan yang akan memakai panel surya atap rumah secara otomatis akan mengubah model pembayaran tagihan listriknya menjadi pascabayar jika semula masih memakai sistem prabayar atau token.

Selain itu pemasangan PLTS atap akan mudah jika konstruksi atap rumah berbentuk datar atau miring menghadap sisi utara dan selatan. Namun jika atap rumah miring menghadap sisi timur dan barat maka diperlukan tambahan konstruksi penyangga panel surya agar PLTS atap dapat berfungsi optimal.

Well, semoga informasi ini bermanfaat buatmu ya!

LANGGANAN EMAIL MONEY+

DAPATKAN INFO TERBARU
TENTANG MONEY+

Team Money+
Money + is financial blog for everyday life. We cover a wide range of everyday life topics including technology, lifestyle, careers, sharia and women empowerment. We strive to make financial easy to understand and fun for everyone!

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Usaha yang Cocok di Tengah Pandemi Corona

Covid-19 atau virus corona sedang mewabah sehingga semua orang harus diam di rumah mengisolasi diri. Tapi kalau begini terus semua aktivitas jadi...

Ini Daftar Negara Termiskin di Dunia, Ada Indonesia Gak Ya?

Setiap negara di dunia diklasifikasikan menjadi 3, yaitu negara miskin, berkembang, dan maju. Dalam klasifikasi ini setiap organisasi dunia memiliki indikatornya...

Butuh Dana Cepat? Ini Pilihan Pinjaman Syariah Bebas Riba

Perlu modal besar untuk buka usaha? Pinjam ditempat lain tapi takut riba? Kamu tidak usah khawatir, pasti saja ada solusinya. Kini ada...

Moms, Ini Lho Perkiraan Biaya Imunisasi Si Kecil

Buat bayi, imunisasi adalah hal yang sangat penting didapat mengingat daya tahan tubuhnya masih sangatlah lemah. Sebagai informasi, imunisasi merupakan cara meningkatkan...