Home Money+ Money, money, money

Money, money, money

Siapa yang tidak suka mendapat uang? Rasanya jarang mendengar seseorang yang menyatakan rasa tidak suka terhadap benda materi ini. 

Uang bukan segalanya, tapi segalanya menjadi lebih mudah dengan adanya uang. Uang bukan merupakan hal yang paling utama dari hidup, tapi merupakan salah satu alat paling utama untuk memastikan kelangsungan hidup.

Susah-susah gampang urusan uang ini. 

Tidak heran masalah hidup manusia sering kali berkisar di topik ini. Banyak yang bilang topik ini taboo, haram diperbincangkan. Tapi opini pribadi aku, semakin jarang membicarakan uang membuat seseorang gampang salah menyikapi uang.

Yuk kita ngobrol soal cara kita menyikapi uang. Bukan saat kekurangan, justru saat dapat uang berlebih. Kalau besok kamu dikasih Rp 100 Juta, apa yang akan kamu lakukan? Kalau Rp 1 miliar? Rp 100 miliar? Rp 1 triliun gimana?

Yang jawabnya, mau beli rumah, ngajak ortu jalan-jalan, berdonasi, ditabung, investasi bisnis — bakal habis berapa untuk semua ini? Sisanya mau dikemanakan uangnya? Sst, yang dipakai untuk senang-senang, beli wishlist yang berkepanjangan, berapa?

Kunci banget nih, untuk tahu kantong-kantong apa saja yang kamu siapkan untuk menghabiskan uang kamu. Menghabiskan? Iya, uang harus dihabiskan. Jangan disayang, ingat dia itu alat. Yang disayang manusianya, bukan uangnya. Perspektif ini penting untuk diingat, lalu siapkan lah kantong-kantong itu agar uang kamu dihabiskan secara bermanfaat. 

Yang lagi mikir, pintar ngomong ya si Tracy. Emang kantong dia apa? Boleh yuk kepoin kantong apa saja yang aku siapkan…

  1. Kantong Biaya Hidup

Ini adalah kantong yang diisi dengan dana untuk membiayai kehidupan sehari-hari. Buat transportasi, makan, cicilan-cicilan kartu kredit, asuransi kesehatan, semua biaya berulang di keseharian kamu. 

Ibaratnya seperti operational expenses hidup. Ini adalah biaya dasar yang harus kamu kontrol dan siapkan. Pastikan agar efisien (tidak terlalu besar, tapi juga cukup untuk hidup layak), pastikan agar selalu ada. Inilah kantong yang kamu budgetkan, kamu siapkan cadangannya karena ini yang memastikan taraf hidup kamu sehari-hari. 

Aturan praktisnya, 50% dari penghasilan kamu masuk ke kantong ini. Cadangkan 3-6x dari biaya per bulannya. 

  1. Kantong Jangka Panjang

Sesuai namanya, yang masuk kesini adalah yang memberi manfaat jangka panjang ke hidup kamu. 

Yang masuk ke kantong ini buat aku adalah segala sesuatu yang akan membentuk net worth aku di 10 – 20 tahun mendatang. Saat ini, 20% dari penghasilan aku masuk kesini.

Contohnya apa?

  • Cicilan buat aset masa depan: properti, tabungan jangka panjang liquid (yang kalau aku mau pakai dalam sekejap bisa), saham — intinya aset-aset yang bertambah nilainya seiring berjalannya waktu. Mobil ga masuk ya, itu biaya yang ditunda. 
  • Tabungan biaya tidak terduga: Nama lainnya Emergency Fund. Ini untuk memproteksi net worth kamu di masa depan. Supaya kalau ada keperluan-keperluan mendadak, yang kamu pakai adalah dana ini, bukan tabungan aset masa depan kamu.
  • Investasi hubungan: dana yang dipakai untuk membentuk jaringan relasi kamu. Ingat, your network is your net worth.

Net worth apaan sih? Gampangnya, itu angka yang dipakai untuk nentuin siapa yang masuk Forbes list. Kylie Jenner net worth nya USD1bn tahun 2019, kalau kamu berapa di tahun 2030?

  1. Kantong Kemana Saja

Bukan Doraemon, ini adalah kantong untuk miscellaneous items. Hal-hal selain dua poin diatas, yang spesifik ke tiap pribadi.

Misalnya, dana untuk berbagi ke sesama, untuk membiayai hobi kamu, untuk mendukung hal-hal yang penting dan prinsip buat kamu.  

Saat ini, 30% dari penghasilan aku masuk kesini. Jangan lupa kita tetap perlu bersenang-senang, hasil kerja keras harus dinikmati dengan bijak agar selalu semangat!

Kira-kira begitu cara aku menyikapi uang. Kalau ada yang masih kepo, mau tahu lebih jauh lagi boleh email ke [email protected]. Tanya apa aja, nanti aku bahas di kesempatan menulis berikutnya 🙂 Selamat menyiapkan kantong!

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Apa Itu TKB90 dan TKW90?

Amartha terus menjalankan prinsip transparansi kepada masyarakat dengan mencantumkan Tingkat Keberhasilan 90 (TKB90) di halaman utama website Amartha.com. Dengan transparansi ini, pemberi pinjaman akan...

5 Lapisan Mitigasi Risiko Ini Ada di Amartha

Sebelum memulai pendanaan di dunia fintech, Anda harus mengetahui risiko dan keamanan yang dilakukan perusahaan tersebut. Hal ini dilakukan agar...

Perjalanan Hidup Menjadi Single Parent

Perjalanan hidup menjadi single parent, sebagai seorang ayah dari seorang putri, tidak pernah terpikirkan sebelumnya disaat mengikat janji dengan pasangan, selalu terucap...

Semua yang Saya Raih Ini Karena Amartha

“Tolong Amartha dijaga sebaik mungkin agar ibu-ibu lain yang belum bisa bangkit bisa terbantu.” Begitu kata Pariyah saat tim Amartha bertemu di rumahnya, desa Randusari,...