Minimalisir Risiko Investasi di P2P Lending, Cukupkah Dengan Diversifikasi Saja?

0
309

Setiap instrumen investasi termasuk peer-to-peer (P2P) Lending pastinya memiliki risiko, mulai dari yang paling rendah sampai yang paling tinggi (high return high risk). Meskipun demikian, risiko bukanlah menjadi penghalang untuk tidak melakukan investasi. Mengapa?

Pasalnya setiap tahun, kita akan mengalami inflasi di mana barang dan jasa akan mengalami kenaikan harga dan nilai uang yang terus menurun, maka dari itu investasi di sini berperan sebagai penambah nilai uang. 

Apa dan Seberapa Pentingkah Diversifikasi Investasi?

Dalam dunia investasi, risiko investasi tidak bisa dihindari akan tetapi bisa dihindari melalui diversifikasi investasi. Diversifikasi merupakan salah satu cara yang digunakan oleh banyak investor untuk meminimalisir risiko investasi dengan menyebar investasi ke banyak instrumen agar tetap bisa mendapatkan keuntungan sekaligus mendapatkan risiko yang kecil. 

Di Peer to Peer Lending (P2P Lending), diversifikasi dapat dilakukan dengan berinvestasi pada beragam skor kredit yang disediakan oleh  perusahaan fintech. Misalnya saja, Amartha. 

Simak simulasi diversifikasi di Amartha berikut ini.

Martha memiliki dana sebesar 10 juta Rupiah dan ingin menginvestasikannya kepada mitra usaha Amartha dengan potensi keuntungan yang bagus dan risiko yang kecil. Sebagai informasi, ada 6 kredit skor yang ditetapkan Amartha kepada mitranya. Kredit skor A artinya mitra dengan risiko kecil dan keuntungan yang kecil dan seterusnya hingga ke E. Diversifikasi apa yang bisa Martha lakukan?

Martha dapat melakukan diversifikasi dengan mendanai mitra usaha dengan skor kredit A, C, dan E. Dengan demikian, Martha bisa mendapatkan keuntungan dan risiko yang sesuai dengan target yang Martha miliki.

Namun, apakah diversifikasi investasi saja cukup untuk meminimalisir risiko investasi?

Tidak.

Sejak bertransformasi menjadi perusahaan P2P Lending 2016 lalu, Amartha melihat bahwa menyalurkan pendanaan saja kepada mitra usaha Amartha akan berdampak pada tidak efektifnya dana yang digunakan. 

Andi Taufan Garuda Putra, Founder dan CEO Amartha menyatakan ada 3 tantangan yang dihadapi oleh UMKM Indonesia, yaitu pendidikan, kesehatan, dan sanitasi.

Amartha

Maka dari itu, Amartha memberikan beberapa kelebihan dibanding perusahaan fintech P2P lainnya yaitu berupa pendampingan, pelatihan usaha dan edukasi keuangan kepada mitra usaha.

  • Pendampingan Usaha

Setiap minggu, usaha mitra dimonitor dan dibantu oleh sekitar 3.000 tim Business Partner yang tersebar di 17 provinsi kantor layanan Amartha. Melalui pendampingan ini, mitra dapat menceritakan dan meminta saran atau konsultasi kepada tim Business Partner mengenai perkembangan usaha mitra. 

  • Pelatihan Usaha dan Edukasi Keuangan

Amartha bekerjasama dan melibatkan berbagai pihak dalam memberikan pelatihan usaha kepada mitra. Beberapa kerjasama yang dilakukan adalah pembuatan masker dan alternatif makanan selama masa pandemi dan pelatihan kewirausahaan dengan Unilever  kepada seluruh mitra Amartha di Jawa Timur, Sumatera dan Sulawesi. Bersama Unilever, Amartha telah membuat 4 modul pelatihan yang berisi mengenai inspirasi usaha, keuangan, jalur penjualan, kebersihan dan kerapihan.

Melalui usaha-usaha tersebut, mitra usaha dilansir dari Laporan Akuntabilitas Sosial Amartha tahun 2019 menyatakan bahwa pendapatan mitra usaha mengalami kenaikan sebesar 2 hingga 7 kali lipat. Dengan demikian, proses pengembalian dana dari mitra ke pendana dapat berjalan dengan lancar.

Tertarik mendanai di Amartha?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here