Home Lifestyle Millenials, Mari Hadapi Quarter Life Crisis Dengan Santai!

Millenials, Mari Hadapi Quarter Life Crisis Dengan Santai!

|

|

|

 Quarter life crisis adalah keadaan psikologi yang dialami oleh kita yang berada di usia 20-an, yang saat ini disebut sebagai kaum milenial. Menurut Alexandra Robbins and Abby Wilner dalam Quarter-life Crisis: The Unique Challenges of Life in your Twenties, ada 9 ciri-ciri seseorang tengah mengalami keadaan quarter-life crisis, di antaranya adalah:

  1. Memiliki perasaan minder karena tidak bekerja pada bidang yang diinginkan.
  2. Memiliki perasaan bingung atas banyaknya pilihan yang ada.
  3. Merasa “insecure” akan masa depan.
  4. Meragukan semua hal, seperti karir dan kemampuan diri.
  5. Merasa kecewa dengan berbagai kesempatan kerja yang ada, adanya perasaan bahwa semua usaha dan pendidikan yang ditempuh tidak memeberikan dampak apa-apa.
  6. Merasa tidak punya rencana.
  7. Membandingkan pencapaian diri sendiri dengan orang lain, lalu merasa masih sangat jauh.
  8. Merasa terlalu stress, atau terisolasi
  9. Tidak merasa senang dengan proses yang sedang berjalan

Jika kamu usia 20-an dan mengalami salah satu atau beberapa gejala di atas, tidak perlu gengsi untuk mengakui bahwa mungkin kamu tengah mengalami fase ‘Quarter-life Crisis’. Then, what should you do? Worry not! Yuk, baca dan terapkan tips berikut untuk tetap santai menghadapi Quarter-life Crisis millenials.

Work is not Only About Money

Akan terdengar klise bagi mereka yang sudah berusia di atas 30-an, tapi sangat cocok untuk kita yang masih di usia 20-an. Uang memang penting, tapi kebutuhan manusia bukan hanya uang. Jika memang uang jaminan kebahagian, coba jelaskan mengapa banyak artis kaya raya yang mati overdosis karena mencari pelarian hanya untuk bahagia? Kebutuhan yang lebih besar yang harus jadi concern kita sebagai milenialis adalah kebutuhan akan aktualisasi diri. So, di usia 20an bekerja atau berkreasilah untuk mengaktualisasi diri, keep learning and keep upgrading our skill.

Tapi, perlu diingat bahwa penting juga untuk mengukur kemampuan diri dan upah yang diperoleh, jika merasa sudah memiliki skill yang mumpuni tapi penghasilan masih ‘tiny’. It’s time to look for something better and bigger ya.

Lack of Plan Doesn’t Imply an End

Tips ini diambil dari kutipan “Correlation doesn’t imply causation”. Merasa tidak punya rencana atau kurangnya perencanaan masa depan bukan berarti akhir dari masa depan itu sendiri loh. Belajar lah dari konsep matematika, segala sesuatu yang kurang masih bisa ditambah, dan segala yang belum ada bisa dikreasikan. No need to worry, mamang Harland Sanders sang pemilik KFC, bisa sukses saat membuat plannya di usia 60-an kok. Come on millennials, it is too early to be desperate.

Setiap Orang Diciptakan Berbeda, Termasuk  Rejekinya. Focus On Yours!

Sadarilah bahwa setiap orang di muka bumi ini berbeda, bahkan susunan gen tidak satupun ada yang persis sama, sekalipun mereka kembar identik. Hal ini berlaku secara keseluruhan termasuk rejeki dan pencapaian. So stop comparing yours to theirs, and start switching your focus to your own goal. Fokus untuk menjadi lebih baik dari diri sendiri di hari kemarin, jauh lebih bermanfaat daripada fokus untuk menjadi lebih baik dari orang lain pada saat ini. Dengan demikian, kamu ga akan meradang karena stres berlebihan efek quarter-life crisis, apalagi stres mikirin rejeki orang.

baca juga :

4 Langkah Sederhana Mengatur Keuangan Milenial Agar Keuangan Tetap Sehat

Bekerja Bukan Tujuan Akhir dari Pendidikan

Quarter-life crisis pada usia 20-an yang sering dialami adalah crisis karena tidak sesuainya pekerjaan dengan bidang pendidikan. Di Indonesia, hal ini tentulah sesuatu yang wajar mengingat biasanya saat orang bertanya apa pekerjaan kamu, maka dia pun akan bertanya kamu jurusan apa. Dan kemudian saat mereka berpikir pekerjaan kamu tidak se ‘wow’ pendidikan kamu, mereka akan mengeluarkan fatwa-fatwa penghakiman.

Don’t worry guys. Ingatlah kebelakang bahwa ketika kita memutuskan mau kuliah jurusan apa, kita masih belum punya gambaran masa depan. Kita masih belum tau passion kita di mana, karena saat itu kita masih asik dengan game dan hobi ababil kita. So, it is okay to take the correct path now. Ingatlah pesan Tuhan, saat kamu salah jalan, what you need to do is just switch to the corret path. Pssst, jangan dengerin para lambe turah!

Sosialisasi itu Asik loh

Salah satu yang rentan mengalami quarter-life crisis adalah mereka yang cenderung tertutup, tapi bukan berarti selalu yaa.Menikmati kesendirian itu memang menyenangkan, but percaya deh ngobrol dan bersosialisasi itu juga ga kalah asik lohh. Dengan bersosialisasi kita juga terkadang bisa belajar bahwa orang lain menghadapi masalah yang bisa membuat kita merasa ga ngenes-ngenes amat, apalagi sampai merasa terisolasi. Yuk, mulai bersosialisasi…

Masa Depan itu Pintu Rahasia, Kuncinya di Hari ini!

Buat kamu yang masih ragu tentang masa depan, mulailah untuk berhenti memikirkannya berlebihan. Kenapa? Karena masa depan itu seperti pintu rahasia yang kuncinya adalah hari ini. Jadi kalau hari ini kamu sibuk menghawatirkan masa depan, maka pada hari ini di masa depan kamu akan sibuk menyesali masa lalu. Jadi, berusahalah melakukan yang terbaik, tentang hasil akhir serahkan aja sama Tuhan dan buka hasilnya di masa depan. Pssst, kebanyakan hasil tidak menghianati usaha dan kerja keras loh.

Nah bro and sis, itu dia sekedar sharing tentang quarter-life crisis yang kemungkinan besar mengancam kita para anak milenial. Kuy, hadapi dengan santuy. Just remember, it is a life, it is a phase, and soon it will be told. So let’s promise “nanti kita cerita tentang hari ini”!

LANGGANAN EMAIL MONEY+

DAPATKAN INFO TERBARU
TENTANG MONEY+

Suberlin Sinaga
Data and Nasgor lover

Related Articles

3 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Usaha yang Cocok di Tengah Pandemi Corona

Covid-19 atau virus corona sedang mewabah sehingga semua orang harus diam di rumah mengisolasi diri. Tapi kalau begini terus semua aktivitas jadi...

Apa Itu TKB90 dan TKW90?

Amartha terus menjalankan prinsip transparansi kepada masyarakat dengan mencantumkan Tingkat Keberhasilan 90 (TKB90) di halaman utama website Amartha.com. Dengan transparansi ini, pemberi pinjaman akan...

CEO Letter: Dukungan untuk Sektor Usaha Mikro Indonesia

Kepada Pendana Amartha yang terhormat,Semoga Anda dan keluarga dalam keadaan sehat sepenuhnya. Di tengah pandemi COVID-19 yang sedang berlangsung,...

Pendanaanmu Makin Aman dengan Promo Premi Asuransi 100%! #KitaJanganMenyerah

Dengan semangat #KitaJanganMenyerah, yuk terus dukung Ibu Mitra Amartha untuk bangkit di tengah kondisi pandemi COVID-19 ini! Cek marketplace...