Home Lifestyle ⛾ Menjadi Pahlawan Lingkungan Lewat Gerakan Zero Waste Lifestyle

Menjadi Pahlawan Lingkungan Lewat Gerakan Zero Waste Lifestyle

Ternyata, kantong plastik yang kita gunakan hanya 12 menit, membutuhkan waktu hingga seribu tahun lamanya untuk terurasi. Gerakan Zero Waste Lifestyle adalah gerakan penyelamat lingkungan.

Mungkin kalian pernah mendengar berbagai macam kampanye yang mengajak kita untuk peduli lingkungan. Satu hal baru yang jadi tren di masyarakat saat ini adalah Zero Waste Lifestyle. Salah satu langkah yang paling kencang terdengar adalah mengurangi sampah plastik.

Lantas, apa itu Zero Waste Lifestyle?

Zero Waste Lifestyle adalah kebiasaan untuk menghindari atau mengurangi pemakaian barang yang berasal dari bahan-bahan yang tidak ramah lingkungan, atau tidak dapat didaur ulang. Hal ini bertujuan agar kita dapat mengelola setiap produk secara menyeluruh. Seperti yang kita ketahui, sampah-sampah yang sulit terurai akan mencemari dan membunuh lingkungan kita secara perlahan.

Dengan Zero Waste Lifestyle juga berusaha menjauhi kebiasaan menggunakan plastik sekali pakai. Tujuannya, agar sampah plastik yang ada tidak langsung dibuang atau dikirimkan ke landfill. Jadi, tidak melulu menerapkan 5R (Refuse, Reduce, Reuse, Recycle, dan Rot) saja, melainkan lebih pada mengevaluasi gaya hidup kita selama ini. Kita akan menyadari bahwa segala hal yang kita konsumsi atau gunakan memberikan dampak negatif terhadap lingkungan kita.

Menurut data yang dituliskan Kompas tahun 2018, Indonesia termasuk negara penyumbang sampah plastik terbesar kedua di dunia yang di buang ke laut. Bahkan, volume sampah di Indonesia mencapai 64 juta ton pertahunnya. Ditambah, data dari Katadata, yang menyebutkan sebesar 15% dari seluruh sampah tersebut diisi oleh sampah plastik. 

Sebenarnya, pemerintah Indonesia telah mencari berbagai macam jalan keluar untuk mengurangi sampah plastik di Indonesia. Salah satunya dengan memberikan kebijakan cukai plastik, sebesar Rp200 per plastik sekali pakai. Data di Mongabay juga menyebutkan pemerintah Indonesia mulai menetapkan target untuk mengurangi sampah plastik di lautan hingga 70% pada tahun 2025.

Ada yang beranggapan bahwa cara ini tidak begitu efektif. Terlebih jika pemerintah tidak memberikan edukasi dan pemahaman tentang manajemen sampah di Indonesia. Bahkan, dalam Katadata juga disebutkan bahwa masyarakat Indonesia hanya mengetahui sampah plastik sekedar kantong plastik, botol plastik, dan sedotan. Padahal, sampah kantong plastik hanya sebesar 6%, sedangkan untuk penggunaan plastik kemasaan mencapai 40%. 

Perempuan dengan Zero Waste Lifestyle

Di Indonesia pun muncul para pegiat gerakan zero waste. Salah satunya Astri Puji Lestari. Seorang arsitek dari Bandung telah membiasakan untuk ‘hidup tanpa sampah’. Bahkan, di tahun ini sudah hampir sembilan tahun dirinya menerapkan gaya hidup tanpa sampah. Sosok perempuan inspiratif ini juga kerap membagikan dan menyebarkan gaya hidup ‘indah’ ini kepada para pengikutnya di akun sosial media.

Kemudian ada Siska Nirmala atau dikenal dengan Zerowasteadventure, salah satu penggiat pergerakan global zero waste. Perasaan prihatin dan kegelisahan pribadi terhadap sampah di Indonesia, khususnya sampah di gunung menjadi alasan dibentuknya zero waste adventure

Kebiasaan baik ini ternyata memberikan dampak positif pada kehidupan mereka yang menjadi lebih sehat. Mereka lebih banyak mengonsumsi makanan sehat dan organik, tidak membeli makanan instan, hingga lebih menghargai makanan. Dengan kata lain, tidak menjadi konsumtif, dan hanya membeli yang memang dibutuhkan agar tidak terbuang dan menjadi sampah nantinya. 

Yuk, Mulai Zero Waste

Untuk memulai zero waste lifestyle tidak sulit. Semua dapat dimulai dari lingkungan terdekat, yaitu keluarga. Misalnya, mengurangi kebiasaan makan di luar atau memesan delivery. Saat terbiasa untuk membeli makanan dari luar artinya kita menyumbang sampah. Terlebih lagi banyak restoran menggunakan bahan-bahan yang tidak dapat terurai dengan cepat sebagai pembungkusnya. 

Oleh sebab itu, kamu bisa dengan meal prepping untuk anak atau suami. Mungkin kamu juga bisa membawa bekal dari rumah untuk berangkat ke kantor. Selain itu, kamu juga bisa membiasakan untuk membawa botol minum sendiri rumah. Selain lebih hemat, kamu juga telah berkontribusi besar bagi alam. 

Kamu juga bisa membiasakan membawa tas belanja saat berkunjung ke pasar atau supermarket. Tidak ada lagi membawa banyak kantong plastik, karena semua dapat dimasukkan ke dalam tas belanjaan. Saat berbelanja, kamu juag bisa membiasakan bawa wadah sendiri untuk menampung buah-buahan dan sayuranmu.

Subscribe to Our Newsletter

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.

Team Money+
Money + is financial blog for everyday life. We cover a wide range of everyday life topics including technology, lifestyle, careers, sharia and women empowerment. We strive to make financial easy to understand and fun for everyone!

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

CEO Letter: Dukungan untuk Sektor Usaha Mikro Indonesia

Kepada Pendana Amartha yang terhormat,Semoga Anda dan keluarga dalam keadaan sehat sepenuhnya. Di tengah pandemi COVID-19 yang sedang berlangsung,...

Apa Itu TKB90 dan TKW90?

Amartha terus menjalankan prinsip transparansi kepada masyarakat dengan mencantumkan Tingkat Keberhasilan 90 (TKB90) di halaman utama website Amartha.com. Dengan transparansi ini, pemberi pinjaman akan...

Usaha yang Cocok di Tengah Pandemi Corona

Covid-19 atau virus corona sedang mewabah sehingga semua orang harus diam di rumah mengisolasi diri. Tapi kalau begini terus semua aktivitas jadi...

7 Amalan Sunnah di bulan Ramadhan yang Bikin Ibadahmu Makin Berkah

Akhirnya bulan yang dinanti-nanti oleh seluruh umat muslim di berbagi penjuru dunia tiba, Ramadhan yang penuh berkah, hikmah dan ampunan, karena berbagai...