Menilik Perkembangan Jumlah Pengguna Fintech di Indonesia

|

|

|

Industri fintech berkembang sangat pesat hingga di masa sekarang. Pada awalnya, fintech Indonesia hanya bergerak pada dua vertikal yakni pembayaran digital (e-money) dan pinjaman online (peer to peer lending).

Kini berkembang hingga mencakup Aggregator, innovative credit scoring, perencana keuangan, layanan urun dana (equity crowdfunding), dan project financing.

Adapun, industri fintech yang telah hadir di Indonesia sejak beberapa tahun lalu juga terus mengalami peningkatan dalam jumlah penggunanya. Berdasarkan data dari OJK, perkembangan terbaru dari industri fintech, terutama yang berjenis Peer-To-Peer Lending (P2P Lending) mencapai 148 perusahaan hingga tanggal 22 Januari 2021.

Sebelumnya, pertumbuhan nilai pendanaan atau pembiayaan fintech Peer-To-Peer Lending (P2P Lending) di tahun 2020 tumbuh 25 persen secara tahunan. Di akhir tahun 2020, total pembiayaan fintech P2P Lending mencapai Rp 73 triliun.

Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) membuat sebuah survei yang diselenggarakan pada tanggal 9-14 Mei 2020,  dan diikuti oleh 143 platform penyelenggara P2P Lending sebagai responden.

Dari sisi konsumen, tingkat pengembaliannya cukup stabil. Sebanyak 90 platform menyatakan TKB90 stabil, 34 platform penurunan TKB90, dan 6 platform mengaku TKB90 naik. TKB90 adalah level kualitas kredit dalam suatu platform. Semakin tinggi dan mendekati level 100, maka semakin baik. Berdasarkan data OJK per Maret 2020, TKB90 industri P2P Lending tercatat di level 95,78%.

Apa Itu TKB90 dan TKW90?

Per bulan April 2020, akumulasi penyaluran pinjaman di industri p2p lending sebanyak Rp106,06 triliun, naik 186,54% secara year over year. Pulau Jawa mendominasi total pinjaman hingga Rp90,88 triliun, sisanya sebanyak Rp15,18 triliun datang dari luar Pulau Jawa. Jumlah lender yang tercatat ada 647.993 dan borrower mencapai 24,77 juta.

Data OJK pada bulan Oktober 2020 kemarin, akumulasi penyaluran pinjaman nasional mencapai Rp137,66 triliun (naik 102,44 persen Year over Year). Dari akumulasi penyaluran tersebut, generasi muda mendominasi sebanyak 66 persen, dari kisaran usia 19 sampai 34 tahun, baik sebagai peminjam maupun pemberi pinjaman. Sementara itu, per bulan Oktober 2020 itu juga mencapai pengguna transaksi lender sebesar 698 ribu, dengan jumlah borrower sebesar 39 juta.

Berdasarkan pemaparan dan data di atas, industri fintech P2P Lending harus terus berinovasi melalui akses pembiayaan kepada masyarakat dan pelaku UMKM.

Peluang pertumbuhan fintech cukup besar, karena masih ada 6,6 Juta UMKM dan 132 juta individu yang belum memiliki akses kepada kredit. Karena itu, seiring semakin maraknya digitalisasi, kolaborasi antara perbankan dan fintech akan semakin terbuka lebar.

LANGGANAN EMAIL MONEY+

DAPATKAN INFO TERBARU
TENTANG MONEY+

Team Money+
Money + is financial blog for everyday life. We cover a wide range of everyday life topics including technology, lifestyle, careers, sharia and women empowerment. We strive to make financial easy to understand and fun for everyone!

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Usaha yang Cocok di Tengah Pandemi Corona

Covid-19 atau virus corona sedang mewabah sehingga semua orang harus diam di rumah mengisolasi diri. Tapi kalau begini terus semua aktivitas jadi...

Semua Orang Bisa Jadi Sultan. Investasi di Amartha Mulai dari 100 Ribu Rupiah!

Good News From Amartha!  Dalam rangka mempercepat indeks inklusi keuangan di Indonesia sekaligus menjangkau lebih banyak pendana untuk mendorong...

Profil 9 Naga Penguasa Ekonomi Indonesia

Dalam dunia perekonomian Indonesia, pasti kamu pernah mendengar istilah “9 Naga”. Istilah ini sendiri merujuk kepada tokoh-tokoh pengusaha yang kebanyakan keturunan Tionghoa...

Black Card, Bisa Punya Gak Ya?

Belum lama ini, muncul video viral di TikTok tentang charge card paling istimewa di Dunia yang disebut Black Card.